gaza

Kami Bersumpah Tak Akan Meninggalkanmu Selamanya

Sungguh keterlaluan, jika situasi yang sedang riuh di piala dunia dan riuhnya pemilihan presiden di Indonesia telah mengaburkan dan melalaikan kita dari kepedulian kita terhadap apa yang sedang terjadi di Gaza!pildun

Selain Gaza, Suriah pun kembali bersimbah darah. Didapatkan kabar bahwa Basyar Assad kembali melakukan serangan pada 8 Juli lalu yang menewaskan 22 orang muslim dan mengakibatkan puluhan lainnya luka luka. Korban sipil Suriah sejak konflik tahun 2011 mencapai 150 ribu jiwa lebih. Jutaan mengungsi ke Negara-negara tetangga. Saya sendiri sudah bertemu dengan para pengungsi Suriah di Istanbul akhir Juni lalu. Mereka tegar, mereka tetap mampu menghadiahkan senyuman kepada kita yang datang kepada mereka. Allaah…

Suriah adalah bagian dari Syam negeri, yang dirahmati oleh Allah. Negeri Syam di mana dalam nash syariah akan menjadi tempat peperangan akhir zaman antara yang haq melawan kebatilan. Syam, adalah titik pusat keimanan muslim dunia. Negeri di mana para pesuruh Allah, orang terbaik setiap zaman masa lalu pernah diutus, dan hingga akhir zaman akan selalu menjadi indikator ummat terbaik. Negeri Syam.

Bukti lain, Syam sebagai indicator ummat terbaik setiap zaman.

Sebagai seorang pemuda, muslim.. setidaknya ukuran ini terbukti nyata di hadapan saya. Di Istanbul akhir Juni lalu saya temui seorang pemuda usia 29 tahun. Namanya Yasser. Aktifis anticoup bersama sejumlah kawan-kawannya yang kini diblack list oleh pemerintahan Al Sisi dari Mesir. Yasser dkk tak bisa pulang ke negerinya sendiri, terusir. Tapi jiwanya benar-benar merdeka, kualitas pemuda ini pun sangat luar biasa. Menguasai lebih dari 4 bahasa, retorika dan pidato yang memukau, menggerakkan jiwa-jiwa yang lain untuk bangkit. Dan yang lebih hebat lagi, ketika menjadi imam shalat jamaah suaranya indah sekali, masya Allah.

Rata-rata pemuda timur tengah, Syam telah menyelesaikan hafalan qurannya. Bagaimana dengan mayoritas pemuda di Indonesia? Malu rasanya. Inilah salah satu fakta indikator ummat terbaik selalu dinisbatkan pada bumi syam.

Sungguh, kitalah yang berhutang budi terhadap mereka. Syam, Suriah, Palestina. Rakyat Palestina. Karena mereka telah mewakili kita (umat islam seluruh dunia) menjaga dan bertahan di tanah waqaf ummat Islam, masjid suci al aqsa.

Kita teriak menangis dan kasihan kepada rakyat Gaza, iya itu sudah benar. Tapi sesungguhnya kitalah yang patut dikasihani. Mereka berdiri tegak, terusir, jatuh bersimbah darah demi menjadi membela tanah suci Al Aqsa, bagaimana dengan kita di Indonesia yang masih sibuk bahkan rebut sendiri sesama saudara kita hanya karena berbeda pendapat tentang demokrasi dan pemilihan presiden! Miris!

Untukmu Syam, Suriah, Gaza, dan seluruh saudara kami yang terdzalimi… Maafkan kami yang masih lemah. Maafkan kami yang masih sibuk dengan fitnah syubhat dan syahwat di negeri mayoritas berpenduduk muslim ini. Tapi.. kami bersumpah demi Allah.. tak akan meninggalkanmu, tak akan membiarkan mu sendiri selamanya!

Mari berikan yang terbaik semampu kita, untuk saudara-saudara kita di sana. gaza-gaza

Gontor-Kaderkan-Pemimpin-pemimpin-Baru

Kaderisasi Ulama Dunia – Robithoh ‘alam Islamy

Dalam rangka kaderisasi ulama, Ma’had ‘Idad aimmah wa du’at, Mekkah Al mukarromah, di bawah bimbingan Robithoh ‘alam Islamy, membuka Program Satu Tahun. (Program Diplom ‘Aam – Dirosat ‘Ulya, Pasca Sarjana). Bagi teman-teman yang berminat, bisa langsung cek dan penuhi persyaratannya ya.

I. Persyaratan:

  1. FotoCopy ijazah S1 yg sudah dilegalisir, atau scanan ijazah berwarna (ijazah bukan arab, harus diterjemahkan melalui penerjemah resmi)
  2. Scan Paspor warna
  3. Tazkiyah 2 orang (DDII, Muassasah Ta’limiyah, Dosen, Asatidz, tokoh agama dll)
  4. Pas foto 4×6 (4 lembar) pendaftaran ini untuk angkatan ke (37), insya Allah, kalo keterima berangkatnya hajian 2015.

II. Materi kuliah untuk dua semester:

  1. Tafsir
  2. Hadis.
  3. Siroh.
  4. Fiqih
  5. Ushul dakwah
  6. Fiqh dakwah
  7. Khitobah
  8. Adyan wa firoq
  9. Hafalan alquran (Juz 27 & 28)
  10. Tsaqofah Islamiyah
  11. Hadlir ‘Alam Islamy
  12. Aqidah.
  13. Mu’awwiqa�t fi dakwah.
  14. dll

III. Fasilitas:

  1. Mukafaah bulanan 850 Real.
  2. Asrama plus makan.
  3. Tiket Pesawar PP (untuk berangkat, dibawar sendiri terlebih dahulu, kemudian akan mendapat penggantian)
  4. Haji bersama Para Tamu undangan Robithah alam Islamy.
  5. lokasi dekat masjidil harom, memungkinkan untuk sholat berjama’ah dan umrah setiap saat.
  6. Ada daurah-daurah tambahan, dan kajian Ulama-ulama di Masjidil Harom bagi yang ingin menambah ilmu tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar.
  7. Kitab-kitab gratis. 8. dll IV: Cara pendaftaran: Semua berkas dikirimkan melalui kantor pos, ditujukan ke alamat ma’had (tertera di bawah formulir) V. Batas akhir: Tidak ada batas akhir, karena ini adalah program tahunan Robithoh alam islamy. Semua berkas yang masuk ke idaroh qobul Ma’had akan ditampung lalu dirapatkan untuk penentuan kelulusan.

http://www.itimams.net/index.php?option=com_content&view=category&layout=blog&id=51&Itemid=92

Barakallaah.

Cara Rasulullah Dicintai Musuhnya

Catatan untuk kita semua, kajian ini disampaikan oleh Ust Arifin Nugroho, tgl 17 Mei di Masjid Sunda Kelapa.

1. Byk para sahabat rasulullah saw dulunya adl musuh”/ org” yg benci pd beliau, seperti ‘Umar bin Khathab dan Khalid bin Walid.

2. Ada dua sikap rasulullah saw yg penting utk kita terapkan thd org” yg kita benci ato org” yg membenci kita: mendoakan kebaikan utknya dan membalas keburukan dgn kebaikan.

3. Kisah ‘Umar: Rasulullah saw prnh berdoa pd Allah spy Islam dimuliakan dgn ‘Amr bin Hisyam (Abu Jahl) ato ‘Umar bin Khathab, akhirnya doa tsb terkabul dgn msk Islamnya ‘Umar, yg stlh berhijrah bertrasaformasi menjadi sahabat yg amat mencintai rasululullah saw dan salah satu sahabat plg utama stlh Abu Bakr.

4. Moral lesson dari kisah tsb: jgn meremehkan ato meninggalkan kebiasaan mendoakan org yg tdk sejalan dgn kita dgn doa yg baik, rasulullah pun mencontohkannya. Ucapkan doa terbaik utk org yg tdk kita sukai krn bisa jadi Allah akan memberi hidayah kpd org tsb dari lisan kita. Ini jg utk mengubah sudut pandang kita thd sesuatu/seseorang yg tdk kita sukai. Mendoakan org yg tdk kita sukai tentu lbh “menantang” drpd mendoakan org” yg memang kita cintai.

5. Kisah rahib Yahudi (Zaid… Sy lupa namanya,hehe): seorang rahib/ pendeta yahudi yg berusaha mencari kejelekan dan kelemahan rasulullah saw tp tdk berhasil. Kisahnya ada di sirah nabawiyah, pd saat rasulullah berhutang kurma dan si pendeta menagih utang di saat blm jatuh tempo, dia menagih dgn cara kasar (mencengkeram baju rasulullah saw) di dpn para sahabat hingga ‘Umar minta izin pd rasulullah saw membunuh org tsb. Tetapi rasulullah justru memarahi ‘Umar dan menyuruh ‘Umar mengambil kurma yg terhutang plus tambahannya sbg bonus (krn ‘Umar telah membuatnya takut). Seketika itu jg si pendeta memeluk rasulullah dan menyatakan keislamannya. Dia terharu dgn kesabaran dan kemuliaan rasulullah saw. Bayangkan jika kita ada di posisi rasulullah, bisakah kita sabar?

6. Kisah wanita tua Yahudi yg selalu meludahi wajah rasulullah saw tiap bertemu, tapi rasulullah tdk prnh marah dan hanya membersihkan wajah beliau saja. Saat wanita tua itu sakit, beliau pun mendoakan dan mengunjunginya hingga wanita tsb terharu dan menyatakan keislamannya.

7. Kisah diatas menunjukkan bahwa rasulullah saw selalu membalas keburukan dgn kebaikan. Beliau yakin bahwa yg memberi hidayah adl Allah semata, shg beliau ingin menjadi perantara hidayah tsb.

8. Kisah Khalid bin Walid: Khalid selalu mendapat info” ttg kebaikan rasulullah dr saudaranya yg lbhi dulu msk islam.

9. Kisah dr mesir (kisah jaman modern) ttg seorang ustad dan seorang pemuda pemabuk yg berpenampilan kumuh: mrk dipertemukan dlm satu kereta. Slama perjalanan si ustad menceramahi pemuda ini dan si pemuda cuek aja krn teler. Bbrp thn berlalu dan mrk bertemu dlm suatu kajian islam, si ustad kaget stlh pemuda tsb menceritakan kisah pertemuannya dulu dgn ustad dan kondisinya skrg yg sudah berubah jd pemuda shaleh. Ternyata pemuda tsb tobat bkn krn ceramah si ustad, tp dia terharu krn selama berceramah di kereta dulu, si ustad menyelingi dgn minum, saat itu si pemuda jg kehausan dan ustad tsb menawarkan minumnya dan tetap meminum air tsb wlpn udh diminum si pemuda. Si pemuda terharu krn ustad tdk merasa jijik dgn minumannya, pdhl slama ini org” slalu jijik dan bahkan membuang benda” yg prnh kena sentuh pemuda tsb. Ini menunjukkan sikap menghormati lawan bicara dan tdk menggurui, wlpn saat itu dia sdg menasihati/menceramahi si pemuda.

10. Ketika kita sadar prnh menzalimi seseorang, maka itu adl anugerah.

11. Ketika kita merasa tdk prnhi menzalimi seseorang, maka itu adl bencana kesombongan.

12. Semangat jgn hanya utk diri sendiri, tapi hrs dialirkan ke jamaah dgn cara yg baik, ga cuma ngomong tp jg action, sperti rasulullah yg sedikit berbicara tp sekali berbicara begitu menyentuh dan tindakannya begitu menginspirasi.

13. Pentingnya mengenal rasulullah baik ciri fisiknya maupun kepribadiannya shg kita tdk asing dgn rasul kita.

14. Rasulullah tetaplah manusia, wlpn beliau dibebaskan dr dosa. Shg tdk ada alasan bagi kita utk ngeles “itu kan nabi, bisa sabar, lha kalo saya nih siapa” ini tdk baik, krn Allah pun menjelaskan bahwa rasulullah adl suri teladan yg baik bagi kita smua. Kalopun prnh melakukan kesalahan, Allah lah yg akan lgs menjaga beliau.

15. Sekilas ciri fisik rasulullah: beliau adl org yg bersih (ini hrs ditiru, mengingat di masa beliau, air sgt jarang dan tanah arab adl padang pasir gersang dan berdebu), wajahnya berseri (tdk pelit senyum, pdhl di arab masa itu org” jrg sekali tersenyum, kl di indonesia mgkn udh biasa tersenyum), beliau scr kseluruhan memiliki fisik yg sempurna dan kuat (krn gaya hidup sehat). Krn itu musuh” beliau (kafir quraisy) tdk prnh mencela dr segi fisik, yg mrk cela hanyalah “penyihir”, “penyair” dsb. Bahkan tdk ada yg mengatakan bahwa beliau pendusta krn sifat amanahnya yg terkenal (al amin), musuh” beliau pun sering “nitip barang” ke beliau. Beliau jg pandai menangkap sinyal dr para sahabatnya shg beliau amat dicintai mrk. Misalnya ketika ada yg sdg kelaparan, sedih, dan gembira beliau slalu empati dan peduli.

Demikian sharenya, smoga share yg sedikit dan amat terbatas ini tetap bisa menambah kecintaan kita pd rasulullah muhammad saw dan smoga kelak kita dipertemukan dgnnya, aamiin yaa rabbal ‘alamiin 

Oleh : Dania Diniari

inilah-presidenku-nanti

Inilah Presidenku Nanti

Indonesia adalah Negara yang amat luas, beragam etnic, agama, budaya dan masih banyak lagi. Kekayaan alam dan SDM ini membutuhkan intelektual yang cakap dalam pemanfaatannya secara maksimal untuk kesejahteraan rakyat. Kekayaan etnic dan ragam agama pun akhirnya membutuhkan kepemimpinan yang handal dalam harmonisasi kehidupan bermasyarakatnya. Selama ini, pemerintahlah yang mengatur dan memberdayakan semua yang berkaitan dengan pembangunan bangsa.

Tahun ini adalah tahun kepemimpinan. Pesta demokrasi 5 tahunan yang menghabiskan dana kurang lebih 170 Triliyun untuk memilih pemimpin-pemimpin yang mewakili aspirasi rakyat akan segera dihelat. Alangkah sayang jika dalam pemilu ini tidak menghasilkan pemimpin yang tepat. Oleh karena itu, izinkan saya memberikan gambaran kriteria pemimpin Indonesia nanti.

Pertama, Indonesia butuh sosok pemimpin yang mampu memahami kemajemukan (pluralistik) bangsa. Plural adalah keadaan di mana perbedaan secara prinsip tidak bisa dihindarkan, namun keharmonisan hidup wajib dihadirkan. Masyarakat plural membutuhkan pemimpin yang adil, bukan pemimpin yang plural.

Pemimpin yang adil konteks ini adalah yang menghormati pluralistik secara konsisten dengan cara yang konsisten. Maksudnya adalah bahwa masyarakat diberikan aturan sedemikian rupa sehingga saling menghargai prinsip masing-masing tanpa meminta untuk diikuti, membiarkan prinsip masing-masing tanpa ada motif secara paksa untuk mempengaruhi. Jika aturan tersebut dilanggar atas nama apapun, pemimpin harus tegas memberikan sanksi hukum yang menjerakan. Maka pemimpin yang seperti inilah yang dibutuhkan oleh Indonesia.

Selain itu, kriteria kedua yang harus dimiliki oleh calon pemimpin di Indonesia adalah yang memiliki determenasi sosial tinggi. Ia mampu membaca peta perubahan sosial Indonesia maupun dunia.

Yang ketiga, pemimpin Indonesia harus memiliki kapasitas membawa Indonesia menuju masyarakat yang terjamin pendidikan dan adabnya. Karena pendidikan tanpa adab hanya akan menghasilkan masyarakat yang tak bermoral. Ujung ujungnya menghasilkan pemimpin yang banyak gelar tapi miskin hikmah dan rendah moralnya.

Terakhir pemimpin Indonesia nanti harus memiliki kapasitas membangun Indonesia secara ekonomi dan geopolitik menuju Indonesia yang mandiri.

Dalam menjalankan semua amanah tersebut, harus dilandasi rasa cinta kepada bangsa, Negara dan agama. Dengan begitu, pemimpin Indonesia akan teguh menjaga kehormatan bangsa Negara dan agama, dan tidak mudah menggadaikan identitas ideologi hanya demi kucuran uang dana bantuan.

Sungguh negeri ini kaya dan berdaya jika dipimpin oleh pemimpin yang tangguh dan amanah.

12295_113845321961387_100000077582915_270407_675741_n

Menukar Dosa

Karena jiwa manusia itu diciptakan dengan ciptaan yang sebaik-baiknya, maka Islam melarang umat Islam mengotori jiwa dengan perbuatan dosa sekecil apapun dan memerintahkan kita untuk berbuat kebajikan. (Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi Ketua Miumi Pusat )

“Kebajikan adalah akhlaq yang bagus (untuk Allah dan untuk manusia), sedangkan dosa adalah sesuatu yang menggelisahkan jiwa seseorang ketika melakukannya dan yang bersangkutan tidak suka diketahui orang lain” (penjelasan dari HR.Muslim 4633).

Iya.. sekecil apapun, dosa adalah yang menggelisahkan.. ia membuat titik noda seperti noda tinta hitam pada kertas. Jika lah yang kecil saja menoda, bagaimana yang besar?

Benar kata Ibn Mas’ud. Sesungguhnya seorang mukmin memandang dosa-dosanya seakan-akan ia sedang duduk di bawah gunung dan ia takut gunung tersebut jatuh menimpanya. Dan seorang fajir memandang dosa-dosanya seperti seekor lalat yang lewat di hidungnya lalu ia berkata demikian (mengipaskan tangannya di atas hidungnya) untuk mengusir lalat.

Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya,mudah-mudahan tuhan kamu akan menghapuskan kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam syurga-syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai”….(QS. At-Tahrim : 8 )

Sesungguhnya Allah telah mengurniakan suatu penangguhan kepada hambanya dari ditulis dosa yang telah dibuatnya oleh Malaikat Kiramul Kaatibiin supaya dia sempat bertaubat kepada tuhanya,maka telah berkatanya rasulullah sallallahu alaihi wassalam :

إن صاحب الشمال ليرفع القلم ست ساعات عن العبد المسلم المخطئ، فإن ندم واستغفر الله منها ألقاها، وإلا كتبت واحدة

Sesungguhnya malaikat yang disebelah kiri akan mengangkat penanya selama enam jam (tidak menulis lagi dosa tersebut) terhadap hamba muslim yang berbuat kesalahan,jika dia menyesal dan meminta ampun kepada Allah dari dosa tersebut maka akan dilemparkan sahaja dosa tersebut,jika dia tidak berbuat demikian,maka akan ditulis sebagai satu dosa » (HR. At-Thobrani dari Abu Umamah di dalam Al-Kabir)

Maka, janganlah kita coba-coba mempermainkan agama dengan menganggap setiap perbuatan yang berdosa itu sebagai perkara remeh temeh.

**

“Dari Abu Bakar radiallahu anhu berkata : Aku telah mendengar rasulullah sallallahu alaihi wassalam bersabda : Tidaklah seorang lelaki itu yang melakukan dosa kemudianya bangun dan membersihkan diri (berwudhuk) kemudian bersolat (solat taubat dua rakaat) kemudianya meminta ampun kepada Allah dengan beristighfar melainkan akan diampunkan Allah baginya ,kemudian beliau membaca ayat ini :

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri (segera) mengingati Allah ,lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah?? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu sedang mereka mengetahui”(Ali-Imran : 135) (HR. At-Tirmizi dan Abu Daud)

Dan perbanyakkanlah beristighfar (meminta keampunan kepada Allah) sebagaimana yang dilakukan oleh baginda :

قال أبو هريرة : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: والله إني لأستغفر الله وأتوب إليه في اليوم أكثر من سبعين مرة

Diterjemahkan : “Demi Allah! Sesungguhnya aku meminta ampun kepada Allah dan bertaubat kepadaNya setiap hari lebih daripada 70 kali (HR.Bukhari no:6307)

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم يا أيها الناس! توبوا إلى الله. فإني أتوب، في اليوم، إليه مائة مرة

Diterjemahkan : Wahai manusia! Bertaubatlah kepada Allah,sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah setiap hari sebanyak 100 kali (HR.Muslim)

“Sesungguhnya perumpamaan orang yang melakukan kejahatan-kejahatan kemudianya melakukan kebaikkan-kebaikkan seperti seorang lelaki yang memakai baju perang besi yang sempit,sehingga mencekiknya,kemudianya apabila dia membuat amalan kebaikkan maka terbukalah suatu lubang,kemudian dia melakukan kebaikkan yang lain dan terbukalah lubang yang lain sehinggalah terbuka kesemuanya dan jatuh ke atas tanah” (HR. at-Thobrani di dalam Al-Kabir )

“Dan laksanakanlah solat pada kedua hujung siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan malam, perbuatan-perbuatan baik itu menghapuskan kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingati Allah” (Hud :114)

*ntms

bersyukur-kepada-allah

Ketika Kekalahan Menimpa Orang-orang Shalih

Bismillahirrahmaanirrahim

Ingin ku bertanya padamu

Telah berapa tahunkah kita bersama?

Satu, dua, tiga, atau melampai 13 tahun?
adakah engkau tetap tidak mengenalku?
atau engkau mengenalku samar-samar?
dalam malam pekat tertutup kabut?

Atau perkenalan kita seterang rembulan?
engkau mengenalku dengan sungguh mengenal,
mengetahui apa yang menjadi cita dan mimpiku
apakah engkau telah mengenalnya?

Ini adalah hari-hari yang akan sungguh sulit bagi kita..
tahun politik yang penuh ujian..

Lama tertegun dalam kalimat yang disampaikan Ali Bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu, terhadap peristiwa pembunuhan Khalifah Utsman Radhiyallahu ‘anhu, Ali berkata “aku tidak membunuh Utsman, dan aku tidak ingin membunuhnya, dan aku tidak pernah memerintahkan membunuhnya, tetapi akudikalahkan , dan semoga aku dan Utsman kelak di surga termasuk orang-orang yang disebut dalam ayat ini “Dan Kami lenyapkan segala rasa dengki dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan”

Dua sahabat mulia
Enam tahun itu dilalui bersama
penuh kenangan manis akan keteguhan perjuangan
masa-masa sulit Mekkah adalah masa indah
Ali kecil samar “mendengar” Utsman
dan lalu terpisahkan lautan
laut merah
antara Mekkah dan Habasyah
waktu berlalu
ketika 8 tahun kemudian setelah perpisahan itu
dipertemukan kembali di sebuah kota baru
kini Ali telah dewasa usia mencapai 23 tahun
sesudah itu keduanya tak terpisahkan, dalam medan-medan jihad, dalam kehidupan keseharian,
saling mengenal tindak-tanduk

Hingga tibalah pada suatu masa,
Allah telah menakdirkan Utsman menjadi Khalifah,
dengan banyak tindak-tanduk yang ditenggarai tidak disepakati
adapun beberapa tindak-tanduk yang sangat penting dan krusial, sangat disepakati ALi, semisal penulisan kembali al Qur’an yang telah dibukukan dizaman Abu bakar

tetapi api perbedaan meliputi dan menggelayut
tentang cara pengelolaan negara, tentang cara-cara pengelolaan keuangan negara, tentang beberapa hukum fiqih

Api yang panas,membuat “lupa”
Lupa akan suatu kisah, bahwa surga pasti akan dimasuki Utsman
lupa bahwa apapun yang dilakukan Utsman sesudah perannya dalam perang tabuk tidak akan menimpakan bahaya bagi posisi sejati Utsman.

maka perkataan Ali bahwa “aku telah dikalahkan”
adalah suatu perkataan mendalam

dan tentang kita,
kau dan aku
apakah kita terpisah jarak yang sangat jauh, sehingga kau tak lagi mengenalku
sehingga engkau berprasangka buruk
atas buah-buah pikiran yang dianugerahkan Allah berada dalam kepalaku
atau buah pikiran itu justru ujian padaku, bagaimana ku bersikap
dan ujian padamu, bagaimana engkau bersikap
tentang perbedaan merespon peristiwa
tentang kesalahan dan kekeliruan

tentang potensi “kekalahan”
dikalahkan persepsi dan euporia peristiwa sesaat
keadaan sering mendorong pada melupakan,
siapa fulan sebenarnya?
apa hakikat sesuatu yang terjadi?

Demikianlah orang-orang shalih negeri ini, sering terkalahkan oleh persepsi
Kekalahan itu terdiri dari sikap menjauh
dari sikap tidak percaya
kekalahan yang sering berupa keluar dari gelanggang
kekalahan yang sering berwajah tak mengambil sikap

Duhai orang shalih negeri ini..
jangan kalah !
mari kita atasi dan kelola segala macam perbedaan

Mari bersinergi membangun negeri!

Disadur dari pengikatsurga.wordpress.com dengan beberapa tambahan.

rindu

Makna Cinta

Jika ditanya tentang cinta, apa yang terbayang di benakmu? | Cobalah berhenti sejenak membaca tulisan ini, tutup mata dan bantu saya mendefinisikan itu ya. Hayoo, kok diterusin baca? psst! bandel! :p -> oke kalau udah, msge via fb atau email boleh.  Nah, setelah selesai mendefinisikan, boleh lah lanjut membaca artikel ini. :)

Ada yang bilang.. cinta itu.. sebuah keputusan. Cinta itu seperti desiran angin yang menyejukkan. Tak perlu tergesa untuk mengungkapkannya. Cinta itu seperti kupu-kupu. dst… Ah pastilah begitu berjuta makna yang disetiap sisinya memiliki keindahannya masing-masing menurut penafsiran dirinya. Dan memag tiada hak untuk menyalahkan.

“Semua gerak di alam raya ini, di langit dan bumi, adalah gerak yang lahir dari kehendak dan cinta.” – (Ibnul Qoyyim dalam bukunya ‘Taman Surga Para Pecinta’)

Mungkin ini salah satu Maha Hebatnya Allah, tiada batas penguasaan tentang definisi maupun hikmah sebuah kata dan nama. Dan tentang cinta, Ia pun memiliki definisi menurut diriNya sendiri. Maka tak satupun makhluk di alam ini yang bergerak kecuali bahwa kehendak dan cintalah motif dan tujuannya. Sesungguhnya hakikat cinta adalah gerak jiwa sang pencinta kepada yang dicintainya. Maka cinta adalah gerak tanpa henti. Dan inilah makna kebenaran ketika Allah mengatakan :

“Dan tiadalah Kami menciptakan langit dan bumi serta semua yang ada diantaranya kecuali dengan kebenaran.”(QS. Al Hijr: 85)

Jadi cinta adalah makna kebenaran dalam penciptaan. Itu sebabnya, hati yang dipenuhi dengan cinta lebih mudah dan cepat menangkap kebenaran. Cinta tidak tumbuh dalam hati yang dipenuhi keangkuhan, angkara murka dan dendam. Cinta melahirkan pengakuan dan kerendahan hati. Cinta adalah cahaya yang memberikan kekuatan penglihatan pada mata hati kita. Begitulah cinta akhirnya membimbing tangan Abu Bakar, Al Najasyi, dll. Begitu kata Anis Matta.

Jika cinta adalah makna kebenaran dalam penciptaan, maka yang menutupi kebenaran menurut Buya Hamka adalah Juhd (angkuh bersudi tantang dengan kebenaran) dan hasad (Asyhadun), dengki. Maka cinta pun tertutupi, yang membuta nan menyesatkan siapa saja, seperti Abu Jahal, Haraklius dll. Ia ada pada makna kaafir (kufur terhadap kebenaran) yang ditafsirkan dari Al Baqarah:6-7.

Maka cinta…
Kaulah sesungguhnya pintu hidayah, juga pintu mawaddah.
Kaulah pelembut jiwa penentram hati karena kebenaran dariNya menghujam terpatri.

Kalau nak, seribu daye | kalau tak nak, seribu daleh! (Pepatah Melayu)

Tidak ada cinta yang terlalu sulit, yang ada ialah kemauan dan upaya yang terlalu sedikit
Ianya untuk menjemput hidayah, ianya juga untuk menjemput mawaddah

Smart itu …

Seorang sahabat pernah bertanya, apa arti smart menurutmu? Pintar, cerdas. Barangkali kita semua sepakat dan sependapat jika smart diartikan demikian. Tapi mengenai kriteria, mungkin saja masing – masing kita berbeda. Ada yang mengatakan smart itu begini begitu, ada juga yang menyebutkan smart jika ini dan itu, tapi bagiku smart itu…

Bisa menjaga keseimbangan hak dan kewajiban

Seorang yang smart akan menempatkan hak dan kewajiban secara seimbang, tidak hanya menuntut hak tapi melalaikan kewajiban, tidak juga melaksanakan kewajiban tetapi yang menjadi hak justru diabaikan. Ada kalanya memang kewajiban harus didahulukan, diutamakan, tapi ketika hak yang lebih dulu didapat tidak lantas membuat lalai akan kewajiban. Seorang yang smart mengerti bahwa setelah melaksanakan kewajiban, ada hak yang akan dia dapatkan. Seorang yang smart memahami bahwa setelah hak didapat, ada kewajiban yang harus dijalankan.

Bisa membedakan keinginan dan kebutuhan

Keinginan dan kebutuhan sekilas memang sama, tapi sejatinya berbeda. Tidak semua yang diinginkan adalah termasuk kebutuhan, tapi biasanya apa yang dibutuhkan secara otomatis menjadi keinginan. Seorang yang smart dapat membedakan mana yang termasuk kebutuhan dan mana yang sekadar keinginan. Seorang yang smart tidak akan terjebak pada budaya konsumtif yang kebablasan, selalu memenuhi apa yang diinginkan, walau sebenarnya tidak terlalu atau bahkan sama sekali tak dibutuhkan. Ia akan mengutamakan pemenuhan kebutuhan dibanding keinginan.

Sebagai contoh, di era globalisasi seperti sekarang ini, tingginya tingkat kebutuhan masyarakat akan alat komunikasi mendorong para produsen untuk berlomba mendapatkan konsumen sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara, salah satunya dengan menambahkan berbagai fitur dan fasilitas yang canggih pada gadget produksi mereka. Tapi orang yang smart akan teliti dalam memilih, jeli sebelum membeli. Orang yang smart tidak akan menghambur-hamburkan uang untuk membeli gadget hanya karena gengsi. Orang yang smart akan memilah gadget yang ia inginkan dan memilih sesuai yang ia butuhkan.

Bisa memilah dan memilih yang penting dan genting

Masih berkaitan dengan kemampuan membedakan keinginan dan kebutuhan, orang yang smart juga sanggup menetapkan pilihan penting di antara yang penting. Menggunakan skala prioritas, orang yang smart akan memilah-milah di antara yang penting, memilih yang genting dan harus diprioritaskan.

Bisa berdamai dengan keadaan dan juga kenyataan

Tidak selamanya apa yang kita inginkan, kita upayakan akan sesuai dengan kenyataan. Orang yang smart senantiasa mampu berdamai dengan keadaan, dan juga kenyataan. Ia tahu bahwa yang terbaik baginya adalah menikmati keadaan, mensyukuri kenyataan, mengupayakan keduanya untuk sesuatu yang positif dan bernilai lebih.

Selalu mencari kawan dan menghindari lawan

Selain makhluk pribadi, kita adalah makhluk sosial yang butuh berinteraksi. Ibarat ikan-ikan di lautan, tingginya kadar garam tak serta merta membuat tubuhnya menjadi asin, maka orang yang smart mampu membawa dan menjaga diri dalam bersosialisasi. Selalu mencari kawan dan persahabatan, menghindari lawan dan permusuhan adalah prinsip orang yang smart. Perbedaan dalam beberapa hal adalah sebuah keniscayaan, tidak selalu salah juga tidak perlu dipermasalahkan. Orang yang smart akan berusaha untuk menjadi yang terbaik di antara yang terbaik, termasuk dalam hal pergaulan. Kepada orang lain ia akan berupaya untuk dekat, seperti sahabat, dan hangat layaknya kerabat.

Selalu berpikir positif dan berimajinasi kreatif

Orang yang smart tidak akan memenuhi pikirannya dengan hal-hal yang negatif. Orang yang smart selalu aktif dan kreatif, mengupayakan kebaikan dan juga perbaikan baik bagi diri pribadi, keluarga maupun lingkungannya. Orang yang smart tidak akan menginjak orang lain untuk menaikkan dirinya. Orang yang smart tidak akan berperilaku primitif untuk meraih cita-citanya. Orang yang smart tidak merendahkan orang lain untuk membuatnya tinggi. Dan orang yang smart tidak akan merugikan orang lain untuk keuntungan pribadi.

Selalu sabar dalam ujian dan sadar dalam perjuangan

Hidup ini tak luput dari yang namanya ujian, bahkan ada yang mengatakan hidup itu sendiri adalah ujian dan juga perjuangan. Orang yang smart tidak akan berputus asa ketika berbagai ujian datang mendera. Orang yang smart tidak akan berkeluh kesah ketika hidup harus dijalaninya dengan penuh perjuangan. Orang yang smart akan senantiasa sabar dalam setiap kesempatan dan keadaan. Orang yang smart akan selalu sadar dalam memperjuangkan apa yang dicita-citakan. Orang yang smart tidak akan mengambil jalan pintas untuk sebuah keberhasilan.

Mengakui bahwa kita adalah makhluk sempurna yang tiada sempurna

Dibanding makhluk lainnya, manusia diberikan banyak kelebihan, namun demikian ia juga mempunyai kekurangan. Orang yang smart senantiasa mensyukuri apa yang menjadi kelebihannya, dan menjadikan kekurangan sebagai pengingat bahwa di atas langit masih ada langit, kita bisa merasa satu-satunya tapi tak boleh merasa segala-galanya. Orang yang smart mengakui bahwa masih ada orang lain yang lebih dari kita, dan meyakini bahwa di atas semuanya ada yang Maha Segala-galanya

***

Orang yang cerdas adalah orang yang tahu persis tujuan hidupnya. Kemudian mempersiapkan diri sebaik-baiknya demi tujuan tersebut. Maka, jika akhir kesempatan bagi manusia untuk beramal adalah kematian, mengapa orang-orang yang cerdas tidak mempersiapkannya?

Ibnu Umar radhiyallaahu ‘anhuma berkata, “Suatu hari aku duduk bersama Rasulullahshallallaahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seorang lelaki dari kalangan Anshar, kemudian ia mengucapkan salam kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling utama?’ Rasulullah menjawab, ‘Yang paling baik akhlaqnya’. Kemudian ia bertanya lagi, ‘Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?’. Beliau menjawab, ‘Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas.’ (HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy. Syaikh Al Albaniy dalam Shahih Ibnu Majah 2/419 berkata : hadits hasan)[2]

Disadur dari tulisan Abi Sabila dengan sedikit penambahan tanpa mengubah pesan-pesan.

Ibu, Aku Tak Mau Jadi Pahlawan

Sebuah sekolah yang di sana aku menitipkan pendidikan Indah anakku, untuk persiapan masa depannya. Aku hanya seorang ibu rumah tangga biasa yang selalu ingin menjadi yang terbaik untuknya.

Di sekolahannya, teman sekelasnya ada 50 orang murid. Setiap kenaikan kelas, anak perempuanku ini selalu mendapat ranking ke-23. Lambat laun ia dijuluki dengan panggilan nomor ini. Sebagai orang tua, kami merasa panggilan ini kurang enak didengar, namun anehnya anak kami tidak merasa keberatan dengan panggilan ini.

Pada sebuah acara keluarga besar, kami berkumpul bersama di sebuah restoran. Topik pembicaraan semua orang adalah tentang jagoan mereka masing-masing. Anak-anak ditanya apa cita-cita mereka kalau sudah besar? Ada yang menjawab jadi dokter, pilot, arsitek bahkan presiden. Semua orang pun bertepuk tangan. Anak perempuan kami terlihat sangat sibuk membantu anak kecil lainnya makan. Semua orang mendadak teringat kalau hanya dia yang belum mengutarakan cita-citanya. Didesak orang banyak, akhirnya anak kami menjawab:

“Saat aku dewasa, cita-citaku yang pertama adalah menjadi seorang guru”.

“TK, memandu anak-anak menyanyi, menari lalu bermain-main”.

Demi menunjukkan kesopanan, semua orang tetap memberikan pujian, kemudian menanyakan apa cita-citanya yang kedua. Diapun menjawab:

“Saya ingin menjadi seorang ibu, mengenakan kain celemek bergambar Doraemon dan memasak di dapur, kemudian membacakan cerita untuk anak-anakku dan membawa mereka ke teras rumah untuk melihat bintang”.

Semua sanak keluarga saling pandang tanpa tahu harus berkata apa. Raut muka suamiku menjadi canggung sekali. Sepulangnya kami kembali ke rumah, suamiku mengeluhkan ke padaku, apakah aku akan membiarkan anak perempuan kami kelak hanya menjadi seorang guru TK? Anak kami sangat penurut, dia tidak lagi membaca komik, tidak lagi membuat origami, tidak lagi banyak bermain. Bagai seekor burung kecil yang kelelahan, dia ikut les belajar sambung menyambung, buku pelajaran dan buku latihan dikerjakan terus tanpa henti. Sampai akhirnya tubuh kecilnya tidak bisa bertahan lagi terserang flu berat dan radang paru-paru. Akan tetapi hasil ujian semesternya membuat kami tidak tahu mau tertawa atau menangis, tetap saja rangking 23. Kami memang sangat sayang pada anak kami ini, namun kami sungguh tidak memahami akan nilai sekolahnya.

Pada suatu minggu, teman-teman sekantor mengajak pergi rekreasi bersama. Semua orang membawa serta keluarga mereka. Sepanjang perjalanan penuh dengan tawa, ada anak yang bernyanyi, ada juga yang memperagakan kebolehannya. Anak kami tidak punya keahlian khusus, hanya terus bertepuk tangan dengan sangat gembira. Dia sering kali lari ke belakang untuk mengawasi bahan makanan. Merapikan kembali kotak makanan yang terlihat sedikit miring, mengetatkan tutup botol yang longgar atau mengelap wadah sayuran yang meluap ke luar. Dia sibuk sekali bagaikan seorang pengurus rumah tangga cilik.

Ketika makan, ada satu kejadian tak terduga. Dua orang anak lelaki teman kami, satunya si jenius matematika, satunya lagi ahli bahasa Inggris berebut sebuah kue. Tiada seorang pun yang mau melepaskannya, juga tidak mau saling membaginya. Para orang tua membujuk mereka, namun tak berhasil. Terakhir anak kamilah yang berhasil melerainya dengan merayu mereka untuk berdamai. Ketika pulang, jalanan macet. Anak-anak mulai terlihat gelisah. Anakku membuat guyonan dan terus membuat orang-orang semobil tertawa tanpa henti. Tangannya juga tidak pernah berhenti, dia mengguntingkan berbagai bentuk binatang kecil dari kotak bekas tempat makanan. Sampai ketika turun dari mobil bus, setiap orang mendapatkan guntingan kertas hewan shio-nya masing-masing. Mereka terlihat begitu gembira.

Selepas ujian semester, aku menerima telpon dari wali kelas anakku. Pertama-tama mendapatkan kabar kalau rangking sekolah anakku tetap 23. Namun dia mengatakan ada satu hal aneh yang terjadi. Hal yang pertama kali ditemukannya selama lebih dari 30 tahun mengajar. Dalam ujian bahasa ada sebuah soal tambahan, yaitu:

SIAPA TEMAN SEKELAS YANG PALING KAMU KAGUMI & APA ALASANNYA.

Semua teman sekelasnya menuliskan nama : Indah! (ANAKKU!)

Mereka bilang karena anakku sangat senang membantu orang, selalu memberi semangat, selalu menghibur, selalu enak diajak berteman, dan banyak lagi. Wali kelas memberi pujian: “Anak ibu ini kalau bertingkah laku terhadap orang, benar-benar nomor satu”.

Saya lantas bercanda pada anakku, “Suatu saat kamu akan jadi pahlawan, nak”. Anakku yang sedang merajut selendang leher tiba2 menjawab:

“Bu guru pernah mengatakan sebuah pepatah, ketika pahlawan lewat, harus ada orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.”

Dengan senyum yang teduh nan manis, anakku melanjutkan perkataannya, “Ibu, Aku tidak mau jadi pahlawan, aku mau jadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.”

Aku terkejut mendengarnya. Dalam hatiku pun terasa hangat seketika. Seketika hatiku tergugah oleh anak perempuanku. Di dunia ini banyak orang yang bercita-cita ingin menjadi seorang pahlawan. Namun Anakku memilih untuk menjadi orang yang tidak terlihat. Seperti akar sebuah tanaman, tidak terlihat, tapi ialah yang mengokohkan.

Jika ia bisa sehat, jika ia bisa hidup dengan bahagia, jika tidak ada rasa bersalah dalam hatinya,

Mengapa anak-anak kita tidak boleh menjadi seorang biasa yang berhati baik dan jujur?

(Disadur dari sharing peer group Madrasah Peradaban dengna beberapa penyesuaian tanpa mengurangi pesan yang ingin disampaikan)

Nak, Ibu Ingin Bicara soal Memilih Perempuan

Allaahu yaa Rahmaan, yaa rahiim. Dia lah sumber inspirasi kasih sayang tiada batas dan tanpa menuntut balas. Dalam terminolgi asmaus sifat, 2 asma Allah tersebut tadi bersumber dari 1 kata sifat yakni Rahmah.. Yang secara sederhana berarti kasih sayang yang (memberi walau tak diminta, memberi melebihi yang diminta, dan memberi tanpa mengharap imbalan).

Berikut ini adalah Surat dari seorang ibu, untuk anaknya. Sang Ibu bukan seorang muslim, tapi fitrahnya sebagai manusia makhluk ciptaan Allah yaa rahmaan yaa rahiim, menuntun hatinya menuturkan nasihat untuk anaknya. Mari ambil yang baik, nilai-nilai universal yang sesuai dengan agama kita, dan tinggalkan yang kurang berkenan. Ditulis oleh Ellen Maringka pada kompasiana muda, yuk simak.

Nak,

Rasanya hampir tidak dapat dipercaya sekarang ibu menulis soal ini kepada dua anak laki-laki yang sangat membanggakan hati. Ibu tidak bisa lebih bersyukur atau meminta kepada Tuhan memperoleh putra yang lebih baik daripada kalian.  Kalian bertiga adalah anugerah terbesar dan terindah yang Tuhan berikan kepada ibu.  I could never ask for more…

Membesarkan kalian adalah masa masa terindah dalam hidupku, sekalipun itu harus ditukar dengan prospek perkembangan karir, ibu bahagia memilih menjadi ibu rumah tangga dan menyaksikan kalian tumbuh.

Pada akhirnya ibu harus bicara soal jodoh, mengingat saat ini  kalian sudah cukup pusing dikejar kejar cewek yang tentu saja mengagumi kualitas yang ada dalam diri kalian. You were brought up with lots of love and values  from your parents. Never forget that.

Rasanya ibu tidak harus  panjang lebar mengulang kembali bagaimana menjadi laki laki sejati . Satu kalimat sederhana mampu mengungkapkan petuah panjang soal itu  :Contohilah ayahmu.

Soal cewek, ibu dapat memahami rasa heran maupun kebingungan kalian. Wanita memang tidak mudah dipahami. Sampai detik ini juga ibu kadang sukar memahami diri sendiri. Itu bagian misteri perempuan yang justru menambah keindahannya. Satu pemahaman umum sederhana adalah wanita ingin disayangi dan dilindungi.

Soal selera secara fisik, ibu tidak perlu komen panjang lebar. Masing masing kalian memiliki selera berbeda, dan itu sah sah saja… Selera itu adalah hak prerogatif yang tidak bisa diganggu gugat. Yang pasti secara jujur ibu harus mengatakan bahwa inner beauty adalah hal terpenting, tapi inner beauty tanpa dibungkus dengan kulit luar yang apik akan menjadi kurang maksimal karena kalian sebagai laki laki sejati tidak mau merasa malu membawa istri dan mengenalkannya kepada orang lain, terutama sahabat dan keluarga. Kalian berdua sudah cukup dewasa untuk mengartikan ini…

Dari dulu ibu tidak pernah rewel soal berteman. Yang selalu ibu ingatkan adalah harus selalu baik dan sopan kepada orang lain. Berkawanlah sebanyak mungkin. Jangan memilih milih teman karena status sosialnya maupun dilihat dari uangnya. Tidak semua yang kaya itu baik, tidak semua yang miskin juga baik. Uang hanyalah sarana dan alat membeli sesuatu yang dibutuhkan dan diinginkan. Uang itu perlu, oleh karenanya aturlah uang dengan baik, dan jangan pernah membiarkan uang mengatur kalian, apalagi sampai bisa membeli hati nurani.

Entahlah kalau ibu ibu yang lain… tapi ketika menyangkut soal memilih jodoh, ibu harus minta maaf lebih dulu. Jujur ibu akan sanget bawel soal ini.  Ibu tidak pernah mungkin bisa benar benar objektif menilai wanita yang akan menjadi istri kalian, tapi sedapat mungkin ibu janji akan bersikap adil dan fair sebatas kemampuan ibu. You two know that I am a fair person. Ibu benci ketidak adilan.

Meskipun sejujurnya ibu sudah berulang kali mengatakan… rasanya tidak ada wanita yang cukup pantas mendapatkan kalian. Ini  adalah  ungkapan kebanggaan seorang ibu kepada anak laki lakinya. Overdosis ? mungkin memang kedengaran berlebihan…but I can’t help it. Kelak istri kalian juga akan merasakan hal yang sama jika kalian memiliki anak laki laki…

Memilih istri itu mungkin kurang lebih mirip dengan memilih mobil… Ada begitu banyak ragam jenis mobil dengan spesifikasi yang berbeda. Kenali diri kalian.. ketahui apa yang menjadi selera kalian.  Satu hal prinsip yang paling berbeda antara istri dan mobil adalah : Istri itu abadi. Tidak bisa ditukar tambah kapan saja kalian mau. When you get married, you married for life.

Jangan pernah menikah hanya karena merasa sudah umurnya harus menikah. Menikahlah karena kalian merasa pasti bahwa dengan dirinya kalian akan saling membahagiakan selamanya.

Ini yang bisa ibu katakan mengenai petunjuk umum secara garis besar ketika itu menyangkut calon istri…

Look for the right chemistry. Kalian akan tahu itu ketika bertemu dengan yang cocok. Kalian akan menyadari bahwa rasanya masuk akal kenapa selama ini yang lain kurang menarik, dan ada sesuatu yang rasanya kurang sebelum bertemu dengannya.

Ada pesona tersendiri yang dibawanya yang memang melekat dalam dirinya tanpa dibuat buat.  Ibu pikir dulu ayahmu jatuh cinta dengan ibu karena diantara teman teman calon dokternya yang lembut feminin, tiba tiba nongol seorang wanita yang lain dari yang lain. Yang bisa memanjat pohon dan berantem dengan sangat baik….  Rupanya pria kalem yang tenang itu tergeletak tak berdaya dengan seorang gadis blak blakanyang kalau makan tidak pernah malu malu, dan bisa menyatakan pendapatnya dengan jujur,  sekalipun harus berbeda… Siapa yang bisa menyangka ? Tanya ayahmu soal chemistry… ibu tidak pernah bosan mendengar cerita klasik bagaimana dia jatuh cinta dengan ibu…

- Nilai kebaikannya bukan semata dari cara dia memperlakukan kalian, tapi bagaimana dia memperlakukan orang lain, terutama mereka yang lebih tidak beruntung dari dirinya.

Tentu saja wanita akan baik kepada pria yang dicintainya.  Kebaikan sejati itu dinilai dari bagaimana dia bersikap dan memperlakukan orang lain. Apakah dia adil dan jujur ? Apakah dia penuh belas kasih ?  Bagaimana dia menghormati orang tua dan memperlakukan teman temannya ? Dengan siapa dia bergaul ?. Bagaimana gaya hidupnya ? Apakah dia bisa tersenyum sama lebarnya ketika diajak makan di restaurant mahal  ataupun di warung Tegal yang murah meriah ?.

Perlu waktu untuk menilai ini semua. Tapi kalau soal jodoh, selalu ibu katakan, jangan merasa diburu buruTake your time… give time enough time.

- Pilihlah wanita yang mampu menertawakan dirinya sendiri. Ini kemampuan hebat yang sangat perlu. Hidup ini akan membawa kalian kepada banyak masalah dan lika liku… Tapi tidak ada yang lebih menyenangkan daripada  hidup bersama dengan wanita yang mampu membuat kalian tertawa.

Pilihlah wanita yang bisa tertawa ketika kalian mengatakan “kartu ATM-ku tertelan lagi….

Selera humor yang baik itu bukan menertawakan orang lain, tapi lebih kepada bagaimana dia bisa menertawakan dirinya sendiri dan melihat sisi lucu dan baik dari segala sesuatu.  Pada akhirnya cinta yang bergelora itu akan stabil… kupu kupu yang terbang tak tentu arah dalam perut kalian ketika pertama jatuh cinta, akan hinggap dengan tenang dan menetap, digantikan dengan rasa nyaman yang  menyenangkan…, tapi perekat cinta yang awet adalah tertawa bersama menjalani kehidupan rumah tangga kalian.

- Menikahlah dengan wanita yang memiliki prinsip hidup yang baik dan menghormati prinsip prinsipnya. Dia tidak harus selalu setuju dengan kalian. Buat apa menikah dengan orang yang selalu mengatakan ya ? When two person always agree, one is not necessary…

Pilihlah wanita yang mampu menyikapi perbedaan pendapat, mampu menghargai perbedaan selera dan berkompromi secara fair…

Menikahlah dengan wanita yang mampu bicara jujur demi kebaikan.

- Ini yang terakahir, tapi bukan berarti tidak penting…. Menikahlah dengan wanita yang menghormati kalian. Ibu akan menjadi orang yang paling naik pitam jika kalian dikasari. Terutama di depan umum. Never .. ever let a woman be rude to you.

Ibu bisa mengatakan ini karena ibu mendidik kalian untuk selalu menghormati dan menghargai wanita.  Cinta tanpa penghargaan bagaikan mobil tanpa setir, tidak berguna.

Well, you know your mother.. ini dulu yang bisa ibu katakan. Mudah mudahan tidak ada lagi yang perlu ibu tambahkan  kecuali bahwa I love you and will always be proud of you , my sons.

For Russell and Reinhart, with unlimited love from your Mum.)

Hmm.. Yap, nasihat ini penuh kejujuran hati seorang ibu. Siapapun ibu, pasti memiliki rasa yang sama terhadap anaknya. Semoga nilai-nilai baik mampu dipetik hikmahnya dengan penuh ketawadhu’an, penuh penghormatan. Dan yang sesuai dengan agama kita, kita ikuti penuh ketaatan, baik tentang etika adab menghormati Ibu (ortu), maupun dalam memilih calon ibu bagi anak-anak kita, semata-mata karena Allah SWT dan rasulNya saw telah tuntunkan. Barakallaah. *ntms

berbagi hikmah, semangat dan keberkahan

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,606 other followers