Archive

Archive for April, 2010

Hikmah yang Terpilih

Friday, April 30, 2010 Leave a comment

Begitu banyak kejadian menyimpan arti. Tapi kebanyakan kita tidak memahami. Jika dihitung, berapa banyak perubahan yang terjadi dihadapan kita.

Waktu tidak pernah berhenti berputar. Satu kejadian yang terjadi, ia tidak pernah terputus dalam satu titik. Tapi terkadang kita berhenti pada titik tersebut. Lalu kita pun menyimpulkan sesuatu pada titik tersebut, mengiranya sudah selesai. Padahal belum.
Read more…

Categories: Catatan ku

Membangun Radio Online (audio streaming) dg ShoutCast

Friday, April 30, 2010 Leave a comment

nah, mungkn tidak terlalu nge-ren di dunia IT, tapi ada beberapa pengetahuan yang dapat kita ambil dan mungki saja dapat bermanfaaat untuk siapa saja yang ingin membangun radio online. mulai..

Membangun Radio Online tidaklah serumit membangun Radio Offline. Karena dalam membangun Radio Online hanya dibutuhkan Software. Banyak sekali software yang bisa digunakan untuk ini. Dalam artikel ini saya menggunakan Shoutcast sebagai aplikasi utamanya. Persyaratan utama yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur Radio Online adalah bahwa kita membutuhkan komputer dan koneksi internet, serta aplikasi Winamp, Shoutcast DNAS, dan Shoutcast DSP Plugin. Ketiga software tersebut dapat didownload secara gratis di Internet (freeware)
Read more…

Categories: Informatika

Ruh Amal itu adalah Ikhlas

Thursday, April 29, 2010 2 comments

“Ada beraneka ragam jenis amal menurut situasi dan kondisi yang masuk kedalam hati manusia. Namun, dari semua itu, kerangkanya adalah perbuatan yang jelas, sedangkan ruhnya adalah ikhlas.”

Tanda dari semua kemakrifatan dan sifat al ihsan kepada Allah tidak lain adalah tekun dan rajin beribadah. Itu semua dilaksanakan menurut kehendak dan niat tiap hamba. Memperbanyak amal ibadah juga menurut kemauan dan kemampuan hamba itu sendiri-sendiri. Ada yang bagus sholatnya, ada yang bagus puasanya, ada yang bagus wiridnya, adapula yang bagus sedekah dan infaknya. Disamping itu ada pula yang tekun mempelajari ilmunya.
Read more…

Categories: Catatan ku

Senandung Rindu

Wednesday, April 28, 2010 2 comments

Sebenarnya, telah kutuliskan catatan ini kemarin, 27 April ketika aku terbangun dan selesai kupanjatkan doa dan sholat padaNya.. udara pagi itu sangatlah bersahabat, awan yang cerah dan mentari yang mulai mengitip di ufuk timur, siap untuk memulai harinya. Aku pun ingin mengiringinya, mentari yang bersenandung di pagi ini, untuk mencoba mengingat bahwa pagi ini, 27 April, adalah pagi miliknya…
Read more…

Categories: Catatan ku

Kabaikan yang Mengintip

Wednesday, April 28, 2010 Leave a comment

mempercayai yang terbaik dalam diri seseorang
akan menarik keluar yang terbaik dari mereka

berbagi senyum kecil dan pujian sederhana
mungkin saja mengalirkan ruh baru pada jiwa yang nyaris putus asa
atau membuat sekeping hati kembali percaya
bahwa dia berhak dan layak untuk berbuat baik

***

Lelaki itu menyipitkan mata diterjang terik. Kakinya tersaruk seok dalam sengatan pasir. Dia datang dari jauh memikul beban hati yang memayahkan. Perjalanannya melelahkan. Tapi biara yang ditujunya tak jauh lagi. Jalan agak mendaki kini, tapi sekuncup harap telah bersemi di hati.
Read more…

Categories: Tentang Hikmah

Lima prinsip hidup dalam sebuah pensil

Wednesday, April 28, 2010 1 comment

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.

“Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentangku?”

Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya.

“Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai.

“Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti” ujar sinenek lagi. Mendengar jawaban ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.
Read more…

Categories: Tentang Hikmah

Katakan “iya” pada perihal yang tepat

Monday, April 26, 2010 1 comment

Pada kiat produktivitas terakhir, saya sampaikan bahwa kemampuan kita berkata “Tidak” pada perihal yang tepat adalah penentu produktivitas kita. Nah, implikasi dari itu sebenarnya adalah kita sebaiknya berkemampuan untuk bekata “Iya” pada perihal yang tepat. Terlihat sama, namun tidak. Orang yang pintar berkata “Tidak” tidaklah lantas berkemampuan untuk memilih aktivitas atau perihal yang tepat (bukan sekedar baik) bagi dirinya.
Read more…

Surat dari seorang kristiani untuk wanita islam

Sunday, April 25, 2010 Leave a comment

Surat dari Seorang Kristiani untuk Wanita Muslim
Oleh: Joanna Francis © 2006 (Penulis, Jurnalis USA)
note: versi bahasa inggris bisa dilihat di sini.

Selama serangan Israel ke Lebanon dan “perang melawan teror” Zionis, dunia Islam menjadi pusat perhatian di setiap rumah warga Amerika. Saya melihat pembunuhan, kematian dan kehancuran yang menimpa Lebanon, tapi saya juga melihat sesuatu yang lain: Saya melihat Anda. Saya tidak bisa menolong, tapi yang menjadi perhatian bahwa setiap perempuan yang saya lihat selalu menggendong bayi atau anak-anak disekelilingnya. Meskipun mereka berpakaian sederhana, kecantikan mereka tetap bersinar. Tapi bukan sekedar kecantikan lahiriah. Saya juga merasakan keanehan dalam diri saya: saya merasa iri. Saya merasa tidak senang atas kejadian mengerikan dan kejahatan perang yang rakyat Lebanon derita dan menjadi target oleh musuh kita bersama. Tapi saya hanya bisa mengagumi kekuatan, kecantikan, kesederhanaan, dan lebih dari itu, kebahagiaan kalian.
Read more…

Categories: Catatan ku

Resi Agastya

Saturday, April 24, 2010 4 comments

hmm, tiada salahnya kan, membaca dan menjadi pengetahuan kita, ku coba menuliskan tentang apa yang kudapatkan siang ini. sejujurnya setiap kali saya buka browser, selalu melakukan langkah ini : tekan tabulasi lalu ketik keywords “agastya”. hal ini sekedar ingin ngetes aja apakah inetnya nyala apa tidak. klo nyala ya berarti keluar hasil search engine itu. nah siang ini pun saya melakukan hal yang sama. namun, baru kali ini saya memperhatikan satu persatu hasil search engine tersebut. nah.. selanjutnya saya ingin bagikan pada pembaca.. semoga bermanfaat.. :)

Resi agastya, adalah seorang Resi yang sangat disegani, kesaktiannya tak diragukan lagi dan atas laku tapa bratanya ia berhasil memperoleh kesaktian hidup. Tak tanggung-tanggung namanya terangkum dalam dua roman epik kuno nan sangat terkenal. Mahabharata dan Ramayana. Kesamaan dikedua roman ini adalah menyebutkan seorang Resi Agastya sebagai resi yang masyur dan tak diragukan lagi kehebatannya.

Pengaruh seorang Resi Agastya tak hanya mendominasi India sebagai saksi lahirnya kitab sastra kuno Mahabharata dan Ramayana. Tapi Resi Agastya berhasil menjamah tanah Jawa. Bukan hanya ia tampil sebagai tokoh pewayangan, tapi ia berhasil merasuk masuk dalam seni kehidupan masyarakat Jawa dan seluruh masyarakat Hindu dimanapun berada. Bukan hanya dalam jangak hitungan satu dua tahun, tapi melintasi lingkaran abad.

Lihatlah sebuah candi. Pasti disisi selatan candi diletakkan arca Resi Agastya sementara di sebelah Utara adalah arca Dewi Parvati istri Syiwa. Tokoh Ramayana atau Mahabharata mana yang ada dicandi selain Resi Agastya ? Tidak ada, hanya dirinya. Dan dari inilah kita bisa simpulkan bahwa dirinya disejajarkan dengan Mahadewa selevel Syiwa.

Dedikasinya memang tak sembarangan. Dari kisah Mahabharata diceritakan juga para Pandawa dan sahabat sempat minta berkat pada Resi ini sebelum perang. Sedangkan dalam Ramayana disinggung juga Rama begitu mengikuti ajaran seorang Resi Agastya untuk memperolah kemenangan dan kemuliaan hidup.

Sedangkan di tanah Jawa sendiri, Resi Agastya dikenal sebagai sosok cedekia yang bijak. Ia menjadi contoh tindak tanduk dalam masyarakat dan memberi pengajaran tantang dharma (kebenaran).

Kekaguman terutama terletak pada seorang Resi Agastya yang berhasil membentuk pola pikir pengikutnya untuk berlaku dharma. Ajaran yang ia sampaikan bertahan hingga saat ini tercatat sejak berabad-abad lalu. Memang ia masih kalah tinggat dibanding dengan Mahadewa seperti Parvati atau Ganesha. Tapi justru itulah yang memberinya keunikan, ia seorang manusia yang disejajarkan dengan mereka para Mahadewa. Memang inilah yang belum terungkap, tapi yang pasti dedikasinya sangat besar hingga siapapun yang mengunjungi candi peninggalan Hindu pasti ia lihat arca Resi Agastya berdiri gagah menghadap selatan. Mungkin karena arca-arca dirinya inilah yang juga mendorong namanya tetap abadi hingga saat ini.

Ajaran dharma bisa terus belangsung. Tapi apakah hanya dengan kisah kepahlawan ? memang tak menutup kemungkinan. Tapi peran Resi Agastya adalah memberi bentuk lain dan memberi bukti bahwa manusia biasa sepertinya bisa memperoleh kemuliaan hidup dengan menghikuti dharma. Jadi secara tidak seronok Resi Agastya mengkritik bahwa dharma bukan hanya milik kaum ksatria, bukan hanya milik pahalawan atau raja-raja dan para pangerannya, tapi milik semua dan semua bisa mempelajari.

nah, itulah akhir kutipan artikel tentang resi agastya. saya ingin memetik hikmah dari kalimat pada paragraf terakhir, bahwa dalam dunia pewayangan atau dunia “hindu”, resi agastya bilang “bahwa manusia biasa sepertinya bisa memperoleh kemuliaan hidup dengan menghikuti dharma”. nah, sebagai hamba Allah, tentunya tiadalah yang bisa dijadikan tolok ukur sebuah kemuliaan selain dari muslim yang paling bertaqwa.

Dalam ajaran syariat islam, Allah swt sama sekali tidak membedakan derajat manusia berdasarkan suku, bangsa, bahasa, dan budaya, akan tetapi Allah swt membedakan perbedaan antara seseorang dengan yang lainnya dengan taqwanya, barang siapa yang paling bertaqwa, maka dialah yang derajatnya paling mulia di sisi Allah swt.

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS. 49:13).
Categories: Pengetahuan Umum

Menejeman Konflik (ringkas)

Saturday, April 24, 2010 Leave a comment

Kalau kita mau bicara jujur sama diri kita, siapa sih yang mau mencari-cari konflik. Rasanya malas dan kerajinan saja cari-cari konflik. Namun dalam realitanya, siapakah di dunia ini orang yang tidak pernah merasakan berkonflik.

Konflik itu pasti ada dan akan selalu ada. Tinggal masing-masing orang mengambil sikapnya masing-masing. Ada orang yang ketika mengalami konflik dia kabur, dia lari,atau berlagak tidak tahu. ada juga yang dengan gagah berani menciptakan konflik dan dia sendiri mati akibat konflik itu. Ada juga yang bersikap hati-hati dengan konflik, dan berusaha mencari jalan tengah. Tiap-tiap orang tentunya memiliki keyakinan yang berbeda-beda.
Read more…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 115 other followers