Bidadari itu….
Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “seandainya bidadari dari surga menampakkan dirinya kepada penduduk dunia, cahaya tubuhnya akan berpendaran meliputi ruang antara langit dan bumi, dan kerudung rambutnya lebih elok daripada dunia dan segala isinya..
Tentang para bidadari itu..
aku mengenal mereka,dahulu
mereka yang wajahnya terlihat amat teduh walau hanya berlapiskan cairan wudhu
meraka yang dalam keanggunan tutur bahasanya tetap menyiratkan ketegasan
mereka yang dalam senyum diamnya sanggup membiaskan ketulusan
mereka yang dalam diamnya aku ambil hikmah
mereka yang dengan perkataannya aku ambil sebagai hujjah
mereka,
para bidadari dunia yang pernah aku jumpai..
walaupun memakai pakaian gelap, ternyata tak menutupi pesona surgawinya
walaupun tak bersolek, ternyata tak mengurangi aura keshalihannya
walaupun tak bergaya tetapi tetap mampu memberikan inspirasi
Rindu pada kalian semua..
yg jadikan Allah satu-satunya tujuan
yg jadikan Rasulullah sebagai panutan
yg jadikan AL-Qur’an sebagai pedoman
yg jadikan para shahabiyah sebagai qudwah
yg tempatkan akhirat di hatinya dan dunia di genggamannya..
Dimanakah mereka saat ini?
Karena,
Menjadi bidadari itu bukan hadiah..
butuh kesabaran diiringi tadhiyah
perlu usaha dan juga lelah
karena memang tak mudah untuk (sekedar) menjaga izzah
Menjadi bidadari itu bukan didapatkan dengan angan..
ada perjuangan
harus senantiasa teguh dalam ketaatan
menjauhkan diri dari segala yang melemahkan
utamanya, mampu menjawab kesulitan dengan senyuman penuh keikhlasan
bidadari itu
bukan pajangan
atau hiasan pemanis ruangan
Ia harus punya kontribusi pemikiran
apalagi kalau bukan untuk kemajuan peradaban
Ia bukan dilihat dari wajah rupawan
Bukan juga dari sekadar menariknya penampilan
tapi dari bagaimana baiknya tutur lisan
santunnya kelakuan
dan juga ketegasan kala diperlukan
bidadari itu tak seharusnya ragu
yang jelas, jangan sampai hati terkotori karena ucapan merayu
pandangan sendu
apalagi
kalau dirimu diminta menunggu dengan embel-embel ini itu
dan
Kalau meraka tercekat dengan merahnya cinta,
maka untukmu wahai para penghulu bidadari di dunia
azzamkan untuk terus teguh demi hijaunya surga
buat saudariku,
tetaplah menjadi para pemuda kahfi
“terasing” demi kebenaran hakiki
yang berbeda dari yang ‘biasa’
jika demi keridhaan-Nya
mengapa tidak diperjuangkan?

SubhanAllah ka, baca tulisan2mu… baarakAllahufiik ^_^
buat tulisan di atas, semoga aku termasuk ke dlam penghulu bidadari syurga di dunia..aamiin
semoga km menjadi bidadari itu.. aamiin..
Aamiin, Insya Allah… ^^, ajari buat blog yang bagus dunk ka, dan inspirasi2 serta motivasi2 mu untuk menulis…
SubhanaAllah …………..sunguh tulisan yang sangat indah dan memebawa jutaan inspirasi. Jazakumullah k.
alhamdulillah..
smoga bermanfaat.. ^^
subhanallah, semoga bisa sepertinya dan bisa menjaga apa yg menjadi marwahnya
Subhanallah, begitu indah kata” di setiap baris tulisannya..
sungguh membuat takjub setiap orang yg membacanya, terutama akhwat…
Ka, jazakumullah atas motivasi yg kaka selipkan dlm tulisan kaka…
sungguh tulisan ini membuatku begitu termotivasi, untuk menjadi seorang muslimah yg kaffah….
walaupun menjadi muslimah yg kaffah itu tdk mudah..
alhamdulillah.. semoga bisa menjadi yang diharapkan.. aamiin.. =)
terima kasih atas kunjungannya.. smga bermanfaat… ^^
Tentang Bidadari itu… kemana ya mereka sekarang?
Apakah mereka mendengar jeritan para saudarinya yang berada di tepi jurang kejahilan. Yang kini sedang diseret oleh iblis – iblis dalam bentuk manusia ke neraka jahannam.
Apakah sang bidadari itu menyaksikan bagaimana kini, para saudrinya telah melepaskan pakaian keislamannya.
Tidakkah mereka melihat kini, para saudarinya telah direnggut kehormatan citra dirinya hingga tak ada lagi rasa malu dalam hatinya?
Oh… engkau yang mengaku bidadari. Engkau yang mengaku mujahidah sejati.
Tolonglah, para saudarimu. Tolonglah saudarimu yang berada di tepi jurang jahannam. genggamlah tangannya, rangkulah ia dalam barisanmu. Jangan abaikan ia. Jangan!
Meskipun mereka terlihat bangga dengan keadaannya kini, tapi sungguh setitik keimanan yang ada di hatinya membuat jiwanya menjerit.
Dimana putri – putri sang pejuang,
Dimana putri – putri sang penyabar,
Dimana putri – putri sang penyayang
Dimana putri – putri sang pemberani
Hajar, Asiyah, Khadijah, Khansa…
Dimana jejak – jejak mutiara muslimah Rabbani
Wahai pena… kabarkan pada mereka,
saudarinya tak mungkin menunggu terlalu lama…
(–Mala–)
menjadilah salah satu darinya yaa ukhtiy… =)
(hihihih
) Insya Allah…