Archive

Archive for the ‘Pengetahuan Umum’ Category

Mengenali Karakter Manusia

Friday, October 8, 2010 3 comments

Sering kali kita berbicara dengan beberapa orang, lalu merasa perbedaan cara bicara, dalam menghadapi masalah juga, seringkali kita menemui orang-orang yang berbeda dalam menyikapi masalah yang sama. “karakter”, ya.. itulah karakter manusia, yang menjadikan manusia itu unik, dan sangat menarik untuk dipelajari.

Dalam ilmu psikologi, karakter manusia dibagi menjadi 4 katagori karakter secara general, antara lain adalah Sangunis (yang populer), Koleris (yang kuat), Melankolis (yang sempurna), dan Plegmatis (yang damai). berikut ini adalah rincian dari nilai positif dan negatif dari masing-masing karakter. Read more…

Categories: Pengetahuan Umum

Resi Agastya

Saturday, April 24, 2010 4 comments

hmm, tiada salahnya kan, membaca dan menjadi pengetahuan kita, ku coba menuliskan tentang apa yang kudapatkan siang ini. sejujurnya setiap kali saya buka browser, selalu melakukan langkah ini : tekan tabulasi lalu ketik keywords “agastya”. hal ini sekedar ingin ngetes aja apakah inetnya nyala apa tidak. klo nyala ya berarti keluar hasil search engine itu. nah siang ini pun saya melakukan hal yang sama. namun, baru kali ini saya memperhatikan satu persatu hasil search engine tersebut. nah.. selanjutnya saya ingin bagikan pada pembaca.. semoga bermanfaat.. :)

Resi agastya, adalah seorang Resi yang sangat disegani, kesaktiannya tak diragukan lagi dan atas laku tapa bratanya ia berhasil memperoleh kesaktian hidup. Tak tanggung-tanggung namanya terangkum dalam dua roman epik kuno nan sangat terkenal. Mahabharata dan Ramayana. Kesamaan dikedua roman ini adalah menyebutkan seorang Resi Agastya sebagai resi yang masyur dan tak diragukan lagi kehebatannya.

Pengaruh seorang Resi Agastya tak hanya mendominasi India sebagai saksi lahirnya kitab sastra kuno Mahabharata dan Ramayana. Tapi Resi Agastya berhasil menjamah tanah Jawa. Bukan hanya ia tampil sebagai tokoh pewayangan, tapi ia berhasil merasuk masuk dalam seni kehidupan masyarakat Jawa dan seluruh masyarakat Hindu dimanapun berada. Bukan hanya dalam jangak hitungan satu dua tahun, tapi melintasi lingkaran abad.

Lihatlah sebuah candi. Pasti disisi selatan candi diletakkan arca Resi Agastya sementara di sebelah Utara adalah arca Dewi Parvati istri Syiwa. Tokoh Ramayana atau Mahabharata mana yang ada dicandi selain Resi Agastya ? Tidak ada, hanya dirinya. Dan dari inilah kita bisa simpulkan bahwa dirinya disejajarkan dengan Mahadewa selevel Syiwa.

Dedikasinya memang tak sembarangan. Dari kisah Mahabharata diceritakan juga para Pandawa dan sahabat sempat minta berkat pada Resi ini sebelum perang. Sedangkan dalam Ramayana disinggung juga Rama begitu mengikuti ajaran seorang Resi Agastya untuk memperolah kemenangan dan kemuliaan hidup.

Sedangkan di tanah Jawa sendiri, Resi Agastya dikenal sebagai sosok cedekia yang bijak. Ia menjadi contoh tindak tanduk dalam masyarakat dan memberi pengajaran tantang dharma (kebenaran).

Kekaguman terutama terletak pada seorang Resi Agastya yang berhasil membentuk pola pikir pengikutnya untuk berlaku dharma. Ajaran yang ia sampaikan bertahan hingga saat ini tercatat sejak berabad-abad lalu. Memang ia masih kalah tinggat dibanding dengan Mahadewa seperti Parvati atau Ganesha. Tapi justru itulah yang memberinya keunikan, ia seorang manusia yang disejajarkan dengan mereka para Mahadewa. Memang inilah yang belum terungkap, tapi yang pasti dedikasinya sangat besar hingga siapapun yang mengunjungi candi peninggalan Hindu pasti ia lihat arca Resi Agastya berdiri gagah menghadap selatan. Mungkin karena arca-arca dirinya inilah yang juga mendorong namanya tetap abadi hingga saat ini.

Ajaran dharma bisa terus belangsung. Tapi apakah hanya dengan kisah kepahlawan ? memang tak menutup kemungkinan. Tapi peran Resi Agastya adalah memberi bentuk lain dan memberi bukti bahwa manusia biasa sepertinya bisa memperoleh kemuliaan hidup dengan menghikuti dharma. Jadi secara tidak seronok Resi Agastya mengkritik bahwa dharma bukan hanya milik kaum ksatria, bukan hanya milik pahalawan atau raja-raja dan para pangerannya, tapi milik semua dan semua bisa mempelajari.

nah, itulah akhir kutipan artikel tentang resi agastya. saya ingin memetik hikmah dari kalimat pada paragraf terakhir, bahwa dalam dunia pewayangan atau dunia “hindu”, resi agastya bilang “bahwa manusia biasa sepertinya bisa memperoleh kemuliaan hidup dengan menghikuti dharma”. nah, sebagai hamba Allah, tentunya tiadalah yang bisa dijadikan tolok ukur sebuah kemuliaan selain dari muslim yang paling bertaqwa.

Dalam ajaran syariat islam, Allah swt sama sekali tidak membedakan derajat manusia berdasarkan suku, bangsa, bahasa, dan budaya, akan tetapi Allah swt membedakan perbedaan antara seseorang dengan yang lainnya dengan taqwanya, barang siapa yang paling bertaqwa, maka dialah yang derajatnya paling mulia di sisi Allah swt.

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS. 49:13).
Categories: Pengetahuan Umum
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 115 other followers