Jangan Mainkan Semua Peran

By  : Ibu Elly Risman
(Senior Psikolog dan Konsultan, UI)

Kita tidak pernah tahu, anak kita akan terlempar ke bagian bumi Allah yang mana nanti, maka izinkanlah dia belajar menyelesaikan masalahnya sendiri .

Jangan memainkan semua peran,
ya jadi ibu,
ya jadi koki,
ya jadi tukang cuci.

ya jadi ayah,
ya jadi supir,
ya jadi tukang ledeng,

Anda bukan anggota tim SAR!
Anak anda tidak dalam keadaan bahaya.
Tidak ada sinyal S.O.S!
Jangan selalu memaksa untuk membantu dan memperbaiki semuanya.

#Anak mengeluh karena mainan puzzlenya tidak bisa nyambung menjadi satu, “Sini…Ayah bantu!”.

#Tutup botol minum sedikit susah dibuka, “Sini…Mama saja”.

#Tali sepatu sulit diikat, “Sini…Ayah ikatkan”.

#Kecipratan sedikit minyak
“Sudah sini, Mama aja yang masak”.

Kapan anaknya bisa?

Continue reading Jangan Mainkan Semua Peran

Sulitnya Membenarkan Kebenaran (Kritik Halus untuk Pelata Proyek Densus)

Kritik yg halus nan tajam kepada kelompok yg membela Densus 88:

Ia, Terberani dari Kokohnya Gunung

Tidak ada yang meragukan kecintaan Khalifah al-Ma’mun Abu Ja’far bin Harun ar-Rasyid pada ilmu pengetahuan. Di eranya berkuasalah terlahir Bayt al-Hikmah yang tersohor itu. Sebuah institusi prestisius yang disebut oleh Firas Alkhateeb (peneliti sejarah Islam di Universal School Illinois)  tempat universitas, perpustakaan, badan penerjemahan, dan lab penelitian ada dalam satu kampus.

Kabarnya, tulis Alkhateeb dalam Lost Islamic History (2014), jika seorang cendekiawan menerjemahkan buku apa pun dari bahasa asli ke bahasa Arab, ia akan mendapat emas seberat buku itu. Cendekiawan terkenal, Muslim dan non-Muslim, dari seluruh dunia berkumpul di Baghdad sebagai bagian dari proyek al-Ma’mun.

Kecintaan sang Khalifah pada pengetahuan Yunani mendorongnya sebagai pemimpin yang akrab dengan filsafat. Sudah tentu, filsafat identik dan lekat dengan penggunaan rasio. Karya Aristoteles seperti Categories, Hermeneutica dan Rhetorica mampu bertahan dan dikaji oleh generasi kita sekarang, tidak terlepas dari andil al-Ma’mun dengan proyek penerjemahan tadi.

Dengan keluasan alam berpikir tersebut sang Khalifah diandaikan mudah menenggang ragam pendapat di kalangan cendekiawan ataupun ulama. Sayangnya, yang ada malah paradoks bahkan tragedi keilmuan. Continue reading Sulitnya Membenarkan Kebenaran (Kritik Halus untuk Pelata Proyek Densus)

Hijrah

Hijrah tidak hanya sebuah kejadian dilakukan Rasulullah Saw yang peristiwanya telah berakhir dan hanya ‘membekas’ dalam buku-buku. Akan tetapi hijrah adalah peristiwa sejarah, sekaligus sebuah pemahaman yang sarat makna di balik peristiwa itu. Artinya, hijrah harus tetap berlangsung dilakukan kaum muslimin hingga saat ini. Hijrah ke mana dan seperti apa dalam konteks sekarang? Seperti dijelaskan dalam sebuah hadis, “Hijrah belum berakhir sehingga berakhirnya taubat, dan taubat tidak akan berakhir sehingga matahari terbit dari sebelah barat.” (HR Ahmad).

Sebagai sebuah konsep, hijrah maksudnya perpindahan perbuatan dari keburukan menuju kebaikan. Dari kekalahan menuju kemenangan.

Continue reading Hijrah

HAJI: MANUSIA BERBAHAYA

“..kabar-kabar tentang Paduka telah sampai pada kami bersinar bagai permata. Tetapkanlah hati. Paduka akan beruntung jika Paduka bekerja semata karena takwa pada Allah. Janganlah takut akan kemalangan dan jauhilah segala perbuatan jahat. Jika orang melakukan yang demikian, akan dia temukan surga tanpa awan dan bumi tanpa kotoran..”

Surakarta, 1772.

Tiga surat berbahasa Arab beserta bendera bertulis “La ilaha illallah” yang diserahkan Patih Kasunanan, Raden Adipati Sasradiningrat itu menggemparkan kediaman Residen F.C. Van Straalendorff. Salinan terjemah dari salah satu nawala yang kemudian dikirim ke Batavia bahkan membuat Gubernur Jenderal VOC, Petrus Albertus van der Parra (1761-1775) sukar tidur, meski Sasradiningrat bersumpah bahwa tak seorang Jawapun yang telah membaca surat itu selain dia dan carik (sekretaris)-nya.

Continue reading HAJI: MANUSIA BERBAHAYA

Doa Empat Ribu Tahun

“Ya RasulaLlah”, begitu suatu hari para sahabat bertabik saat mereka menatap wajah beliau yang purnama, “Ceritakanlah tentang dirimu.”

Dalam riwayat Ibn Ishaq sebagaimana direkam Ibn Hisyam di Kitab Sirah-nya; kala itu Sang Nabi ShallaLlahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab dengan beberapa kalimat. Pembukanya adalah senyum, yang disusul senarai kerendahan hati, “Aku hanyasanya doa yang dimunajatkan Ibrahim, ‘Alaihissalam..”

Doa itu, doa yang berumur 4000 tahun. Ia melintas mengarungi zaman, dari sejak lembah Makkah yang sunyi  hanya dihuni Isma’il dan Ibundanya hingga saat 360 berhala telah menyesaki Ka’bah di seluruh kelilingnya. Doa itu, adalah ketulusan seorang moyang untuk anak-cucu. Di dalamnya terkandung cinta agar orang-orang yang berhimpun bersama keturunannya di dekat rumah Allah itu terhubung dan terbimbing dari langit oleh cahayaNya.

Continue reading Doa Empat Ribu Tahun

Surat Untuk Presiden: SIKLUS PACEKLIK DAN CELAH-CELAH BERKAH

Kepada Yang Terhormat,
Presiden Republik Indonesia

Keselamatan, kasih sayang Allah, dan kebaikan yang tiada henti bertambah semoga dilimpahkan ke atas Ayahanda Presiden,

Sungguh benar bahwa cara terbaik menasehati pemimpin adalah dengan menjumpainya empat mata, menggandeng tangannya, duduk mesra, dan membisikkan ketulusan itu hingga merasuk ke dalam jiwa.

Tapi tulisan ini barangkali tak layak disebut nasehat. Yang teranggit ini hanya uraian kecil yang semoga menguatkan diri kami sendiri sebagai bagian dari bangsa ini untuk menghela badan ke masa depan yang temaram.

Mengapa ia di-kepada-kan untuk Ayahanda; harapannya adalah agar huruf-huruf ini kelak menjadi saksi di hadapan Allah dan semesta akan cinta kami kepada Indonesia. Syukur-syukur jika ia mengilhami para pemimpin yang berwenang-berdaulat, untuk melakukan langkah-langkah yang perlu bagi kemaslahatan kami. Dan bermurah hatilah mendoakan kami Ayahanda, agar jikapun kami hanya rumput yang kisut, ia tetap dapat teguh lembut dan tak luruh dipukul ribut bahkan ketika karang pelindung kami rubuh lalu hanyut. Continue reading Surat Untuk Presiden: SIKLUS PACEKLIK DAN CELAH-CELAH BERKAH

26 habits of Highly Successful Leaders

By Richard Feloni
Aug 31 2015

The idea of being “successful” is ultimately a matter of personal judgment. But regardless of personality, industry, or point in history, there are timeless truths about what it takes to achieve one’s potential.
Self-made industrialist Andrew Carnegie was the wealthiest man on the planet in the early 20th century and was a student of what it takes to achieve greatness. In 1908, he met with the journalist Napoleon Hill and decided that Hill would be the vehicle for sharing his strategies with the world.

Their conversations and Hill’s research on hundreds of self-made millionaires became the basis of the 1937 book “Think and Grow Rich,” which remains one of the bestselling books of all time. In 1954, Hill held a series of lectures in Chicago that expanded on the principles explored in his book.

These lectures are now collected for the first time in print in “Your Right to Be Rich.” Below, we’ve collected his observations on what it takes to be exceptionally successful from the sixth speech in the series, on personal initiative.

Here are the habits he found the most successful people have in common. Continue reading 26 habits of Highly Successful Leaders

Nasihat Orang-orang Shaleh

Apa Nasehat Emas Enam Perkara Dari Orang-Orang Sholeh

1. Umar bin Khattab Ra. berkata, Allah merahasiakan enam perkara di dalam enam perkara:

a. Merasahasiakan ridha di dalam ketaatan seorang muslim, sehingga ia akan mengerjakan setiap hal yang diperintahkan Allah.

b. Merahasiakan marah-nya di dalam perbuatan maksiat seseorang. Sehingga ia akan berusaha menjauh dari segala perbuatan maksiat.

c. Merahasiakan lailatul qadar didalam bulan ramadhan, supaya setiap orang selalu giat di dalam mencarinya.

d. Merahasiakan wali-Nya dari pandangan orang awam, supaya mereka tidak menghina dan merendahkan semua orang. Karena jika yang direndahkan itu sebenarnya wali Allah, tentu yang menghina akan mendapatkan ancaman yang menakutkan dari Allah.

e. Merahasiakan umur sesorang, agar setiap orang bersiap-siap untuk menghadapi kematian.

f. Merahasiakan shalat wustha, agar setiap orang berusaha mencarinya di dalam semua shalat lima waktu.

Continue reading Nasihat Orang-orang Shaleh

Islam itu Pengaruh dan Pengarah

Pagi ini sejenak sambil sarapan menu favorit kami di daerah Manggarai, +- 7-8 menit dari kediaman kami di Menteng (kapan2 jika berkenan akan saya traktir sahabat di rumah makan ini;), saya bercengkrama dengan istri tentang fenomena peradaban saat ini dan berusaha melukis bagaimana peradaban masa depan kami. Terkait generasi dan karakter. Kadang kami berkaca dan bahas pada diri kami masing-masing, banyak sekali kekurangan yang musti diperbaiki, banyak ilmu yang musti dipelajari.

Beberapa fase diskusi, pernah istri berkomentar mengapa saya begitu emosional jika berkaitan dengan dakwah dan islam. Juga berkaitan dengan izzah dan iffah (kemuliaan & kehormatan). Setahun dua tahun yang lalu juga sering saya obrolkan bab kemuliaan dan kehormatan ini bersama seorang sahabat. Dan selalunya… emosional. Di sini, emosional bermaksud yang melibatkan ghirah, suatu dzauq atau sense yang mayoritas umat islam kini kehilangannya.

Bagaimana contoh ghirah yang tertanam dalam karakter itu? Ini kisahnya. Saya kutip dari BC artikel oleh Ust Budi Azhari. Berjudul “UNTUK ANJING ROMAWI”

Continue reading Islam itu Pengaruh dan Pengarah

Agastya Bertemu Erdogan

erdogan

Kunjungan Erdogan ke Indonesia menjadi buah bibir tersendiri. Erdogan yang pernah dinobatkan menjadi orang paling berpengaruh di dunia tahun 2011 majalah TIME Newyork ini menjadi salah satu faktor daya tarik yang sangat kuat dan tak berlebihan jika seluruh umat Islam termasuk di negeri ini begitu antusias untuk mengikuti setiap agenda beliau di Jakarta, bahkan sangat ingin untuk bertemu dengan salah satu pemimpin dunia yang paling disegani dan berpengaruh di dunia ini.

Setelah memenuhi beberapa agenda silaturahim dengan para petinggi Negara seperti DPR, Presiden dan Wapres serta memberikan kuliah umum di Lemhanas, Erdogan sempat mengunjungi Taman Makam Pahlawan dan bersolat jumat di Istiqlal. Terakhir Erdogan bertemu dengan Bapak BJ. Habibie di Ritz Carlton, Jakarta.

Dalam kesempatan terakhir alhamdulillaah saya sempat bertemu dengan beliau, bersalaman, dan sedikit mendekap dan bercakap.. :’)

Benar kata YM, kharisma beliau membuat kita segan, hormat, nyaman. Gesturenya sangat menunjukkan karakternya yang kuat dan tegas. Barakallaah Erdogan.

Kami beruntung bisa bertemu sapa denganmu. dan..

Kami Indonesia merindukan pemimpin sepertimu. Doakan.🙂

erdogan---agast

berbagi hikmah, semangat dan keberkahan