Perempuan : Aktifitas dan Kepemimpinan

Dalam rangka hari kartini, sempat merangkum pidato ustad mukhtar pada acara yisc. sudah lama sih, tapi tiada salahnya ditulis di sini, ya kan..ini dia..

Perempuan : Aktifitas dan Kepemimpinan

Dzhennet Abdurakhmanova, nama seorang perempuan muslim checnya yang kini sedang ramai menjadi perhatian dunia. 40 orang lebih tewas akibat bom bunuh diri yang di lakukannya beserta teman-temannya. Kepalanya di temukan terpisah dari tumpukan tubuh- tubuh yang hancur dari dua kereta metro moskwa.. Dzhennet sendiri berusia hanya 17 tahun.

Di dalam acara yang akan di buka soal kepemimpinan dan berbagai aneka aktifitas perempuan, aktifitas dzhennet ini bukanlah sebuah aktifitas yang biasa lazim di pikirkan dan dilakukan oleh perempuan muda Indonesia .  Dzhennet adalah bagian dari para perempuan yang melakukan pemboman bunuh diri. Di Russia, para janda-janda gerilyawan Chechnya, di sebut sebagai Black Widow atau Janda Hitam yang salah satu kegiatannya melakukan pemboman bunuh diri. Dzhennet bukanlah orang pertama yang melakukan aktivitas ini. “Russian Black widow”yang pertama kali melakukan bom bunuh diri adalah Hawa Barayev, pejuang Chechnya . Aksi bom bunuh dirinya menewaskan 27 orang pasukan khusus Russia .

Fenomen aktivitas seperti ini tidak akan di temukan di Indonesia, atau belum sampai sejauh ini. Perempuan Indonesia masa kini, tidak di hantui pikiran untuk memberi kemederkaan bagi negaranya dari penjajahan. Perempuan Indonesia tidak memiliki hambatan untuk melaksanakan hukum-hukum Islam dalam beribadah.

Bahkan cenderung, perempuan muslim Indonesia dalam beraktifitas cenderung sangat sederhana yaitu meliputi belajar mengaji, ikut tarbiyah, kuliah yang rajin dan segera kawin. Siapa jodoh saya? Kapan dia datang?. Kalaupun mau jadi pejuang Islam, relatif aktivitasnya lebih gampang, yaitu pasang sticker atau pasang status di fesbuk. Jadi deh Perempuan Pejuang islam ala Indonesia ala masa kini. Ini berbeda dengan perempuan-perempuan Islam lainnya yang ada di libanon, checnya, palestina yang harus bergulat dengan beribu masalah agar mereka bisa hidup, beribadah, mengurus suami dan anak, dan juga memberi kontribusi dalam membebaskan bangsanya dalam cengkraman bangsa asing.

Aktifitas yang cenderung sederhana ini sebenarnya karena kurangnya kesadaran akan tantangan yang ada sekarang dan ke depan. Ada juga kurangnya rasa bersyukur. Harusnya karena hidup di Indonesia , begitu tenang dan kondusif, maka perempuan islam Indonesia harus 10 x lipat daya pikir, daya juang,produktifitasnya dan tingkat keimanannya dari perempuan-perempuan dari negara muslim seperti di Saudi, Dubai , palestina, Lebanon , Kirgiztan , Tajikistan , bahkan Chechnya .

Tantangan buat perempuan muslim Indonesia sebenarnya besar sekali. Indonesia di hadapkan pada rusaknya tatanan aqidah, akhlak dan orientasi. Berbicara soal gender, banyak juga laki-laki yang gagal menunjukkan integritasnya ketika mereka memangku jabatan sehingga tidak heran banyak penelitian menunjukkan ketiak sebuah jabatan di pangku perempuan, relatif lebih terjamin dan terpercaya itulah realita masa kini.

Di fase kemerdekaan dahulu, banyak sekali pejuang-pejuang perempuan muslim Indonesia dalam rangka memerangi penjajahan asing. Tjoet Nya dhien, berumur 28 tahun sudah angkat senjata melawan penjajahan, dan berani membuat ketegasan, bahwa ia bersedia menikah kembali hanya dengan orang yang berani melawan penjajahan. Itu sebabnya ia menikah dengan Teuku Umar, ketika Teuku Umar gugur, Ia pun rela menjadi pemimpin Perang gerilya melawan penjajah pada waktu itu. Cut Mutia, mati ketika mengangkat pedang kedua kalinya melawan penjajah yang berusaha menangkap dia. Dia menolak menyerah bahkan setelah satu peluru menembus badannya dan tentunya masih banyak cerita-cerita lain yang bisa kita simpulkan bahwa perempuan-perempuan muslim tersebut ternyata siap memegang peranan berada di garda terdepan ketika sejarah memanggil mereka.

Oleh karena itu sekarang jangan pernah berbicara tentang aktifitas,kalau tidak mampu mengidefntifikasi dan mengenal apa tantangan yang ada sekarang dan 10 tahun ke depan. Bukan Cuma berorientasi di lingakungan sekitar, apalagi diri pribadi, namun juga harus mampu mengidentifikasi buat bangsa, negara dan umat Islam dunia pada umumnya. Setelah mampu mengidentifikasi, baru kembangkanlah aktifitas yang memang mampu menjawab tantangan-tantangan itu demi kejayaan umat dan bangsa.

Berbicara tentang Kepemimpinan, cukup satu kata saja Keteladanan. Berbagai krisis kita perhatikan di antara kita, bahkan salah seorang istri kandidat calon gubernur Jakarta di waktu lalu tiba-tiba saja dikaitkan dengan skandal  suap bank Indonesia . Seorang perempuan pengusaha juga terlibat kasus mengatur menyuap penjara tempat dia di tahan.  Belum skandal century, Skandal pajak, bahkan mantan menteri agama kita juga yang berpredikat muslim juga harus masuk ikut mencicipi penjara pula.

Oleh karena itu, para perempuan muslim indonesia harus juga mulai membangun keteladanan di mulai dari dalam diri mereka. dari hal-hal terkecil hingga yang terbesar. Pemimpin itu di tuntu untuk memiliki kompetensi dari technical skill, lalu naik ke jenjang yang lebih tinggi managerial skill, lalu naik lagi ke jenjang berikutnya yaitu conceptual skill. Di Australia dan di Amerika, bahkan universitas mereka sudah menjadikan leadership sebagai output dari pendidikan mereka. Mereka jelaskan ini kompetensinya. Ini karakter orangnya. Ini keunggulannya yang bertumpu kepada Mind set.

Leadership tidak cukup hanya di bicarakan, dan dalam tempo 2 jam, mendadak semua orang sudah menjadi leader atau bahkan dalam training tiga hari mendadak semua orang lulus dan menjadi Leader. Leadership anda “how to become a leader “ adalah sebuah proses panjang yang harus di latih, dari hari ke hari. Itu sebabnya saya mendorong dan menggagas penciptaan Al Azhar Youth Leader institute yang bermotto toward global leader agar muncul pemimpin-pemimpin dunia dari Al Azhar.

Di dalamnya khusus di tempa dengan materi-materi  bukan hanya untuk S1 tapi juga sarjana, di dalamnya di ajarkan model management modern seperti balance score card, six sigma, dan seterusnya, di pelajari secara praktek juga bagaimana berkomunikasi dari level terendah sampai bisa memiliki kemampuan retorika. Menghimpun dan mengendalikan massa . Mereka juga di tuntut untuk bukan hanya belajar satu sirah saja, tapi puluhan sirah dan mengkritisi dan menjadikan sirah itu sebagai pedoman mereka dalam berperilaku sebagai pemimpin. Menjadi pemimpin adalah Lifetime achievement, dan tak bisa hanya berbicara dan membahas saja

Sebagai penutup, selagi muda Kejarlah prestasi setinggi-tingginya. Beribadahlah sekuat-kuatnya. Jangan hanya berpikir sempit, berorientasi kepada siklus belajar dan mencari jodoh semata. Hidup hanya sekali, harus dimaknai sebaik-baiknya. Gunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu. Kurang lebihnya mohon maaf, Billahi taufiq walhidayah

by : sam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s