Resi Agastya

hmm, tiada salahnya kan, membaca dan menjadi pengetahuan kita, ku coba menuliskan tentang apa yang kudapatkan siang ini. sejujurnya setiap kali saya buka browser, selalu melakukan langkah ini : tekan tabulasi lalu ketik keywords “agastya”. hal ini sekedar ingin ngetes aja apakah inetnya nyala apa tidak. klo nyala ya berarti keluar hasil search engine itu. nah siang ini pun saya melakukan hal yang sama. namun, baru kali ini saya memperhatikan satu persatu hasil search engine tersebut. nah.. selanjutnya saya ingin bagikan pada pembaca.. semoga bermanfaat..๐Ÿ™‚

Resi agastya, adalah seorang Resi yang sangat disegani, kesaktiannya tak diragukan lagi dan atas laku tapa bratanya ia berhasil memperoleh kesaktian hidup. Tak tanggung-tanggung namanya terangkum dalam dua roman epik kuno nan sangat terkenal. Mahabharata dan Ramayana. Kesamaan dikedua roman ini adalah menyebutkan seorang Resi Agastya sebagai resi yang masyur dan tak diragukan lagi kehebatannya.

Pengaruh seorang Resi Agastya tak hanya mendominasi India sebagai saksi lahirnya kitab sastra kuno Mahabharata dan Ramayana. Tapi Resi Agastya berhasil menjamah tanah Jawa. Bukan hanya ia tampil sebagai tokoh pewayangan, tapi ia berhasil merasuk masuk dalam seni kehidupan masyarakat Jawa dan seluruh masyarakat Hindu dimanapun berada. Bukan hanya dalam jangak hitungan satu dua tahun, tapi melintasi lingkaran abad.

Lihatlah sebuah candi. Pasti disisi selatan candi diletakkan arca Resi Agastya sementara di sebelah Utara adalah arca Dewi Parvati istri Syiwa. Tokoh Ramayana atau Mahabharata mana yang ada dicandi selain Resi Agastya ? Tidak ada, hanya dirinya. Dan dari inilah kita bisa simpulkan bahwa dirinya disejajarkan dengan Mahadewa selevel Syiwa.

Dedikasinya memang tak sembarangan. Dari kisah Mahabharata diceritakan juga para Pandawa dan sahabat sempat minta berkat pada Resi ini sebelum perang. Sedangkan dalam Ramayana disinggung juga Rama begitu mengikuti ajaran seorang Resi Agastya untuk memperolah kemenangan dan kemuliaan hidup.

Sedangkan di tanah Jawa sendiri, Resi Agastya dikenal sebagai sosok cedekia yang bijak. Ia menjadi contoh tindak tanduk dalam masyarakat dan memberi pengajaran tantang dharma (kebenaran).

Kekaguman terutama terletak pada seorang Resi Agastya yang berhasil membentuk pola pikir pengikutnya untuk berlaku dharma. Ajaran yang ia sampaikan bertahan hingga saat ini tercatat sejak berabad-abad lalu. Memang ia masih kalah tinggat dibanding dengan Mahadewa seperti Parvati atau Ganesha. Tapi justru itulah yang memberinya keunikan, ia seorang manusia yang disejajarkan dengan mereka para Mahadewa. Memang inilah yang belum terungkap, tapi yang pasti dedikasinya sangat besar hingga siapapun yang mengunjungi candi peninggalan Hindu pasti ia lihat arca Resi Agastya berdiri gagah menghadap selatan. Mungkin karena arca-arca dirinya inilah yang juga mendorong namanya tetap abadi hingga saat ini.

Ajaran dharma bisa terus belangsung. Tapi apakah hanya dengan kisah kepahlawan ? memang tak menutup kemungkinan. Tapi peran Resi Agastya adalah memberi bentuk lain dan memberi bukti bahwa manusia biasa sepertinya bisa memperoleh kemuliaan hidup dengan menghikuti dharma. Jadi secara tidak seronok Resi Agastya mengkritik bahwa dharma bukan hanya milik kaum ksatria, bukan hanya milik pahalawan atau raja-raja dan para pangerannya, tapi milik semua dan semua bisa mempelajari.

nah, itulah akhir kutipan artikel tentang resi agastya. saya ingin memetik hikmah dari kalimat pada paragraf terakhir, bahwa dalam dunia pewayangan atau dunia “hindu”, resi agastya bilang “bahwa manusia biasa sepertinya bisa memperoleh kemuliaan hidup dengan menghikuti dharma”. nah, sebagai hamba Allah, tentunya tiadalah yang bisa dijadikan tolok ukur sebuah kemuliaan selain dari muslim yang paling bertaqwa.

Dalam ajaran syariat islam, Allah swt sama sekali tidak membedakan derajat manusia berdasarkan suku, bangsa, bahasa, dan budaya, akan tetapi Allah swt membedakan perbedaan antara seseorang dengan yang lainnya dengan taqwanya, barang siapa yang paling bertaqwa, maka dialah yang derajatnya paling mulia di sisi Allah swt.

โ€œSesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS. 49:13).

5 thoughts on “Resi Agastya”

  1. tq sharenya, pandangan anda yang sangat universal. agastya adalah seorang bhagawan dalam kontek kekinian mungkin setara dengan Guru Besar dibidang kerohanian.
    bagi pandangan orang-orang beragama Hindhu Dharma, tokoh2 seperti Sidharta Gautama (bhuda), Agastya, Byasa, Ciwa, dan yang lain-lainnya adalah Guru yang ajarannya masuk ke sbuah kitab pengetahuan (weda dalam bahasa sansekerta). umat sedharma sangat menghormati beliau-beliau sebagai cipataan dari tuhan yang maha esa, yang diberikan kelebihan sebagai Guru untuk menuntun umat manusia (bukan sekedar uamat beragama tertentu)memiliki bhudi pakerti.

    1. yap… nama ini adalah amanah serta doa utk menjadi pribadi sesuai dengan namanya.. semoga mampu berdharma kepada siapapun dengan budi yg luhur, rahmatan lil’alamiin.. aamiin…

      terima kasih ya Kak Mahadi, sudah berkunjung.. semoga bisa bersilaturahim lagi.. =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s