Senandung Rindu

Sebenarnya, telah kutuliskan catatan ini kemarin, 27 April ketika aku terbangun dan selesai kupanjatkan doa dan sholat padaNya.. udara pagi itu sangatlah bersahabat, awan yang cerah dan mentari yang mulai mengitip di ufuk timur, siap untuk memulai harinya. Aku pun ingin mengiringinya, mentari yang bersenandung di pagi ini, untuk mencoba mengingat bahwa pagi ini, 27 April, adalah pagi miliknya…

Ya, 21 tahun yang lalu, ada sebuah keluarga kecil yang sedang mengalami sebuah kecemasan yang sangat.. pukul 06.30 WIB waktu itu.. berharap cemas akan datangnya suatu kabar, yang dimulai dengan tendangan manis si kecil dalam kholqon akhor (rahim), pertanda sebuah kelahiran anak manusia akan terjadi. Setelah berikhtiar selama kurang lebih 3 jam, akhirnya seorang bayi mungil nan cantik terlahir ke dunia, dengan membawa rahmat serta kebahagiaan yang tiada tara bagi keluarga kecil tersebut. Si kecil pun menangis mengucapkan rasa syukurnya telah terlahir dengan sangat baik, seluruh keluarga pun tak kalah meneteskan air mata bahagia, menyambut kelahirannya. Senyuman seorang ayah pun segera merekah, lalu .. peluk dan dekapan ibu yang lembut segera menenangkannya. Kerinduan akan hadirnya seorang buah hati pun terobati sudah.

Kini, di pagi hari yang sama, beberapa hati sedang mengingatnya, dia menjadi gadis sholehah yang cerdas dan dibanggakan keluarga. namun, dia yang terlahir 21 tahun yang lalu tersebut belum lama ini telah berpulang, dengan senyuman bahagia, diringi tangis orang-orang yang menyayanginya.

Kerinduan dalam mengingatnya, mengingat akan keshalihah-annya, mengingat akan kebaktiannya  pada orang tua, mengingat akan ketaatannya pada Allah dan Rosulnya, membuat hati-hati orang yang mengasihinya selalu ingin tersenyum, dan sesekali melelehkan air mata. Tidak sedikit penyesalan hati orang-orang yang mengasihinya terucapkan. Semua berharap sesuatu yang semestinya bisa diharapkan, tentang kebahagiaan masa depan untuknya, tentang kesempurnaan dalam ibadah dan agamanya. Jalan masih begitu panjang menurut mereka, namun Allah memberikan rencana yang berbeda. insya Allah inilah yang terbaik.

Hamba yang khusyu adalah hamba yang hatinya dipenuhi olehNya..
Hatinya penuh akan asmaul husna, asma Allah  yang sempurna. .
Hamba yang syukur adalah hamba yang selalu ridlo atas takdir terhadapnya, dan  takdir terhadap semesta..
Hamba yang berfikir adalah hamba yang mampu memenuhi hidupnya dengan ikhtiar tanpa henti menggapai takwa diri kepadaNya. .
Hamba yang hanif adalah hamba yang mampu memilih..
memilih untuk melihat lebih dekat atas kerinduan dan penyesalan ..
berbuah dzikir dan ketaatan padaNya..

Perlahan, ku tulis sedikit catatan kecil, yang  akan menjadi hikmah, dan pembelajaran dalam mengarungi hidup yang terbatas, untuk bekal menikmati hidup nanti yang tiada batas.

Yaa rabb, izinkan kerinduan ini berbuah taqwa padaMu…
Izinkan  kami tetap merindunya..
Karena, hanya dalam ruang rindulah, hati ini bisa menemuinya..

Yaa rabb..
Berikan tempat terindah untuknya..
Karena aku menjadi saksi atas ketaatannya padaMu dan RosulMu..
Pertemukanlah kami kelak di sana..
Dalam jama’ah orang-orang yang bersyukur dan berserah diri..

Ya Rahmaan..
Ku tuliskan dalam bait-bait syukur dan doa padaMu..
Membawa pada ikatan ruh yang tinggi..
Menggali hikmah menggapai ridloMu..
Dan sesungguhnya kerinduan ini adalah milikMu..
aamiin..

sebagai penutup, kita lantunkan senandung lagu dari Opick, Allah yang Maha Melihat,
insya Allah melengkapi senandung rindu ini..

Seiring waktu berlalu
Tangis tawa dinafasku
Hitam putih dihidupku
Jalani takdirku

Tiada satu tersembunyi
Tiada satu yang terlupa
Segala apa yang terjadi
Engkaulah saksinya

Reff:

Kau Yang Maha Mendengar
Kau Yang Maha Melihat
Kau Yang Maha Pemaaf
Pada-Mu hati bertobat

Kau Yang Maha Pengasih
Kau Yang Maha Penyayang
Kau Yang Maha Pelindung
Pada-Mu semua bergantung

Yang dicinta ‘kan pergi
Yang didamba ‘kan hilang
Hidup ‘kan terus berjalan
Meski penuh dengan tangisan

Andai bisa ku mengulang
Waktu hilang dan terbuang
Andai bisa ku kembali
Hapus semua pedih

Andai mungkin aku bisa
Kembali tulus segalanya
Tapi hidup takkan bisa
Meski derai air mata

2 thoughts on “Senandung Rindu”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s