Di Jam Nol nol – Dialog dengan Nailah

Dan diantara tanda-tanda kekuasaannya, adalah dijadikan terhadapmu malam, sebagai selimut dan perasaan kedamaian.. Lalu, ku tengok jendela si Nailah, hmm.. rupanya dia telah menulis sesuatu..dan aku, mulai membacanya..

tepat di jam nol.nol
ada angin lembut yang menyusup di kalbu
membawa sehantaran rasa hangat, rasa semangat, rasa lembut dan rasa sesak

hangat: karena itu membuatku nyaman, jadi lupa akan gundah gulana yang sedari sore menggelayut dalam relung jiwa

semangat: karena itu mengingatkanku kembali akan misi yang sudah hampir memudar dalam memori hamba yang banyak alpa

lembut: karena itu tak menyakitiku sama sekali. hembusannya perlahan tapi dalam-menancap

sesak: karena itu membuatku teringat pada rindu yang beberapa saat lalu hampir kutinggal di meja belakang. sesakk, saat perjumpaan tak kunjung terjadi, saat suasana tak lekas memulih, karena yang dulu tak sampai kembali.. hingga saat ini. namun ku harap, itu, esok kan terjadi

ada yang lain. tapi tak sama. sungguh berbeda.
ku harap manfaat darinya, demikian juga dia padaku
tapi aku tak sanggup.
atau menolak untuk sanggup.

ku berusaha mengerti posisinya. tapi harusnya dia juga mengerti
semua bisa jadi kesempatan
tapi justru dibuat jadi ancaman
yang tadinya kekuatan
tak ayal bergeser jadi kelemahan

lalu sekarang mau apa??
mau terus-terusan menyesali?
meratapi?
mombohongi diri sendiri?
lantas lari?

jangan.

tapi ingatlah.
walau antar kehendak kita sering bertolakkan
tapi kita selalu bersama. setidaknya dalam sebait doa.

Sejenak berfikir, aku pun ingin sedikit melengkapi tulisannya..meski Nailah sedang tak ada di rumah, insya Allah ngga akan apa-apa, klo mau nulis, nulis aja..๐Ÿ™‚

hidup itu memilih..
memilih untuk mengerti atau acuh..
memilih untuk memahami atau angkuh..

ya ya ya,,…
setiap pilihan, tentu ada jalan..
tiap jalan, tentu ada rintangan..

janganlah berkaca sperti pengantin kata nailah..
yg ingin sll berlama-lama memandang..
tapi lakukan sperti pak supir,,
meski sebentar, kewaspadaan sll ada padanya..

berat memang ingin mengatakannya..
tapi tak apalah, dari pada ngga kesampaian..
ini dipetik dari perjalanan hidupku..

hey nailah,
biarlah kenangan itu hidup,
tapi janganlah kau hidup dalam kenangan..
hmm, tahu ga?
klo siap memilih, juga harus siap melangkah..
jika kenyataan tidak seperti harapan..
mau bagaimana lagi?
kecerdasan emosi-lah yang bicara..

bukan begitu? (Quote : Catatan Hati Seorang Ikhwan)

Ku rasa sudah usai, aku pergi sejenak untuk mengambil minum ke dapur. Lalu ku lanjutkan lagi untuk memeriksa jendela itu.. hmm?? dasar Nailah, nggak mau diam..^^ begini katanya..

benar akhii..

berani hidup berani mati
takut mati jangan hidup
takut hidup mati saja…

setiap penggal hidup adalah upgrading dr Allah
yang kuat dia naik kelas
yang lemah dia tinggal kelas

kita tinggal pilih mau ada di posisi yang mana

sekali lagi
jazakallah akhi.
.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s