Waktu yang Menggunting – Dialog dengan Nailah

Sejak 2 hari yang lalu, entah kenapa selalu ada waktu untuk memberikan cerita menarik dalam blog ini, salah satunya adalah dialogku dengan Nailah, sahabat penaku. Dalam malamnya, dia menuliskan sesuatu yang ingin juga ku sampaikan pada mu teman..ini dia..

ku berlindung di bawah pohon rindang
membuat pikiran ini melayang
pada amanah yang menghadang

hei! sadarlah!
waktumu itu tak lama
knapa masih saja sibuk berleha-leha

waktu sudah menggunting
setiap bagian yang tak penting
menyisakan sesal dan titik bening
tapi tetap saja tak bergeming

mereka sudah memanggilmu hai nailah
“cepat kemari, kejarlah kami, yang penuh dengan segudang prestasi”
sedangkan aku? tak sujung kuku pun mendapatkan yang mereka raih

malu pada ombak di pantai
yang tak pernah lelah terus menerus saling berlomba mengejar mimpi
menuju daratan yang penuh biji kecapi

tapi semua kan indah pada waktunya
walau waktu terus menggunting
tapi azzam kan slalu membara
membawa diri menuju langit yang kuning

**nailah, di ujung malamnya.

mereka mau berkata apa
sedang diri mereka pun tak pernah mereka kenali sepenuhnya
bagaimana mereka bisa kenal diri ini?
tak usahlah malu pada cacing yang sedang makan daun
biar bagaimana pun semuanya sudah diatur

maunya sih naik kuda
tapi gajah dengan permadani di punggungnya sudah menanti
yah, mau bagaimana lagi
ambil sajalah rizki ini
bukannya gajah lebih baik daripada kuda?
di kepala penuh dengan capung dengan sayap ungunya
geli geli gimana.. gitu
tapi kunikmati saja
nanti juga musim semi akan mengantar aku dan capung2 itu menuju hamparan hijau penuh bunga tulip
duuh, indahnya..

Lantaran berharap memberi hikmah, catatannya ku tanggapi seperti ini..

entah mengapa, selalu ada kata “nanti dulu” dalam kamus hidup manusia..
tapi entahlah dg nailah, adakah kata itu?

waktu ini manggunting..
prestasi dariNya hanya untuk mereka yg mau menjadi asing….

asing krn tidak melakukan hal yang kebanyakan org lakukan..
asing krn MAU untuk lebih berkorban ..

hey nailah..
adakah kehampaan setelah tahu bahwa sll ada Dia diantara nafasmu?
adakah keterhimpitan stelah ada kata ikhlas?
adakah kunci kebahagiaan selain rasa syukur?

ya, semua akan indah pada waktunya..
semua sudah serasi pada tempatnya..
bukanlah kuda yang kau dapat,
bukan pula musim semi..
tapi ya, memang..
biasanya klo senyuman dalam ujian itu, harus dimulai dg ksabaran krn Allah..

Seakan belum usai, Nailah pun menjawab..

menjadi asing bukanlah pilihan favorit
walaupun kebanyakan orang ingin menjadi unik
tapi entah, keduanya cuma beda tipis
… See More
dalam kamus hidup nailah, tentu pernah tertulis kalimat “nanti dulu” atau “besok saja” atau “tunda sebentar” atau “minggu depan saja” atau.. yah, berbagai kalimat penundaan lainnya.

but live must goon
sabar, ikhlas dan syukur

kita bisa berpindah dari takdir Allah yang satu ke takdir allah yang lain, tentunya dengan takdir Allah juga..
jadi jalani saja!

4 thoughts on “Waktu yang Menggunting – Dialog dengan Nailah”

  1. sungguh, siapa engkau dan nailah sebenarnya ? namun untaian kata dari aqli yang cemerlang, itulah kalian yang hingga kini syukurq kuhaturkan masih selalu dalam genggamann-Nya. salam kenal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s