Filosofi Pengendara Sepeda Motor

Melihat catatan Nailah, selalu mendapatkan hikmah.. kali ini tentang pengalamannya ketika bersepeda motor. Hmm, tapi ini juga bisa diresapi oleh para pengendara mobil juga lho.. nah, yuk kita relevansikan dengan kehidupan nyata.. coba kita breakdown satupersatu..

1. sebelum mengendarai motor lakukanlah persiapan terlebih dahulu, cek mesin, cek ban, cek surat-surat izin, cek rem, dsb.. ——– dalam hidup, sebelum melakukan sesuatu juga harus melakukan persiapan terlebih dahulu, sebelum ujian harus belajar dulu supaya mantap saat mengerjakan soal, sebelum menikah harus persiapkan jiwa raga materi dulu supaya mantap dalam berkeluarga, sebelum berdagang siapkan dulu modalnya supaya mantap penghasilannya, dsb..

2. ketika dalam perjalanan, sering-seringlah melirik kaca spion tapi jangan lama-lama karna yang utama kita harus tetap fokus pada jalan di depan ———- dalam hidup sering-seringlah belajar dan introspeksi diri dari pengalaman masa lalu supaya tidak jatuh dalam lubang yang sama, tapi jangan lama-lama because live must goon. masa depan sedang menunggu untuk dilukiskan sejarah yang cerah

3. kadang-kadang perlu juga tengok kiri – tengok kanan. siapa tau ada mobil yang mau belok. apalagi kalo lagi di perempatan yang ga ada lampu merahnya, tengok kiri – tengok kanan adalah suatu kemestian ——– dalam hidup sekali-sekali belajarlah dari pengalaman orang lain, karna di luar sana banyak orang-orang “besar” yang punya kisah inspiratif yang bisa kita ambil sepenggal kisah hidupnya untuk jaga-jaga, siapa tau kita suatu saat akan mengalami hal yang mereka alami

4. kalau lagi di tikungan aturlah kemiringan sepeda motor, bahaya kalau terlalu miring. nanti bisa jatuh. apalagi kalau beban sepeda motor itu besar ——– kalau sedang futur atau kualitas iman sedang menurun, hati-hatilah supaya jangan sampai terlalu turun. bisa bahaya kalau terlalu turun apalagi turun sampai dasar. nanti bisa kufur. na’udzubillah..

5. kadang-kadang kalau di jalan raya kita melanggar aturan, akan ada pak polisi yang menegur kita atau bahkan menyita surat-surat berharga dan sepeda motor kita. tapi tidak selalu begitu. karna adakalanya pak polisi longgar penjagaanya sehingga walaupun dia melihat kita melanggar aturan tapi diabaikan saja ——— adakalanya saat dalam hidup kita melanggar aturanNya maka Allah akan langsung menegur kita. bersyukurlah, karna berarti Allah sayang pada kita dan tak ingin kita terus-menerus melakukan kesalahan. tapi adakalanya saat kita melanggar aturanNya, Allah diam saja. inilah yang menyedihkan, karna saat itu kita lengah dan tak tahu bahwa kita telah salah.. Astaghfirullah..

6. kita berkendara tak hanya sendirian. di jalan raya banyak pengendara lainnya. di antara mereka ada yang hati-hati juga ada yang ugal-ugalan. maka waspadalah ———– di dunia ini kita juga tak hidup sendiri. bahkan di dunia ini, penuh dengan berbagai macam orang. dengan beberapa di antara mereka kita menjalin persahabatan. dan sebaik-baik sahabat adalah sahabat yang sholeh. dan di antara mereka juga ada orang-orang yang jahat. maka mintalah perlindungan dari Allah

7. kenapa mesti pengendara motor? karena pengendara motor punya resiko yang lebih tinggi ketimbang pengendara mobil (sebenernya karna sy ga pernah ngendarain mobil ;p) ——— dalam hidup hanya orang-orang yang berani mengambil resiko tinngi yang akan jadi pahlawa

*nailah, sehabis berkendara motor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s