Keadilan yang penuh hikmah

Tadabbur pada kamis malam, 22 Desember 2011 dimulai pada pukul 20.00 wib. Materi pertemuan ini adalah lanjutan dari materi pertemuan kamis malam minggu lalu, yaitu tentang cerita nenek moyang kita, Adam as dan Hawa yg tercantum dalam surat 2 : 36.

Namun pembukaan dimulai dengan sebuah pertanyaan out of topic, yang rasanya Ustad Bachtiar Nasir (UBN) memang ingin menyampaikan hikmah pada setiap insan yang haus akan ilmu malam hari ini.

Baik, untuk para ikhwan, UBN memberikan pertanyaan berikut,

“di mana letak keadilan Allah? Makanan kucing adalah ikan, sedangkan kucing takut dengan air? Bagaimana bisa?”.

Untuk para akhwat, diberikan pertanyaan,

“di mana letak keadilan Allah? Pada cicak yang makanannya adalah nyamuk, sedangkan cicak nggak punya sayap?”.

Dari ke dua pertanyaan tersebut, beliau rasanya hendak memberikan stimulus otak kita agar pola berfikirnya mampu melihat lebih dalam dengan mentadabburi fenomena alam.. UBN menyebutnya dengan Tadabbur Alam. Saya pun tersenyum, karena metode tadabbur alam ini juga pernah saya dapatkan semasa saya masih aktif di Forum Silaturahim Santri Lamongan dulu. Tadabbur memang kunci untuk mendalami ilmu Allah.

Lalu, bagaimana kelanjutan dari 2 pertanyaan di atas? Inilah beberapa point hasil diskusi antara UBN dengan peserta kajian, antara lain :

  1. Kucing – ikan. Allah memberikan hikmah bahwa, dalam sebuah proses, ada pihak ketiga yang menjadi perantara. Kasus kucing memakan ikan, adalah bentuk contoh simpel di mana ada peran manusia atau yg lainnya sebagai perantara kucing menjemput/mendapatkan rizkinya dari Allah. contoh lain adalah seperti pembuahan tumbuhan, ada yang dibantu oleh lebah, ada yang dibantu oleh angin.. inilah proses, alam, kesimbangan ekosistem dalam populasi kehidupan …
  2. Cicak – nyamuk. Ternyata Allah memberikan hikmah kepada manusia (keilmuan sains) bahwa, ada ekosistem yang di dalamnya terdapat sebuah rantai makanan antara cicak dan nyamuk, di sanalah tercipta keseimbangan alam jagad raya ini karena sudah Allah tempatkan segala sesuatunya (penciptaan) pada tempatnya (‘adl), dan..
  3. Allah tidak akan menciptakan sesuatu makhluk pun kecuali Dia telah menetapkan rizki atasnya, Allah telah jamin rizkinya.

Hikmah lain, salah satu peserta menyebutkan, kalau cicak punya sayap, nyamuk bisa pada habis, sehingga pabrik baygon tutup, dan banyak pekerja kehilangan pekerjaannya.. haha =D, lumayan menggelitik cara pandang ini, namun tentunya ini tak salah, tak ada yang meleset. Hikmah-hikmah lain pun masih bisa untuk kita petik, seperti dari sisi kesehatan, nyamuk yang penyebab sakit, sehingga bisa diteliti obatnya, lalu dari sana diketahui berbagai macam virus dangue penyebab-penyebab sakit, dan masih banyak lagi.. inilah hikmah, begitu luas, saling terkait, dan telah Allah tempatkan pada tempatnya (‘adl) hingga Allah sendiri mengutarakan dalam QS. 31 : 26 – 27 :

“Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi. Sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah[1183]. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Subhanallaah,  Allahuakbar..

Memaknai adil memang sesuai pada tempatnya.. bukan pada cara pandang tiap2 orang yang amat terbatas ilmunya, tapi pada cara pandang ilmu Allah.. =)

semoga bermanfaat..

One thought on “Keadilan yang penuh hikmah”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s