Sederhana yang Tidak Sederhana

Melihat judul tersebut, tentunya pembaca agak mengeryitkan alis, apakah gerangan yang hendak disampaikan oleh penulis dalam judul yang cukup aneh. Sederhana yang tidak sederhana.

Semua orang mengetahui bahwa perbuatan pamrih itu tidak baik, bahkan orang kafir pun mendapati dan sebagian mampu mengamalkan hikmah ini. Mereka tak segan-segan menolong dan tanpa mengharap jasa. “no, never mind, its okey”. Itulah sedikit cupilkan perkataan mereka kepadaku semasa aku beberapa kali kesempatan bekerjasama dan ditolong turis juga orang kafir.

Dalam kehidupan umum, perbuatan tanpa pamrih ini bisa menimbulkan kecintaan dan perasaan suka yang mendalam bagi si penerima bantuan, dan memberikan kesan ketenangan bagi si pemberi bantuan. Hal ini disebabkan karena, dalam hati mereka tidaklah ada yang diharapkannya, kecuali inginnya diri bermanfaat membantu dan minimal membuat orang lain tersenyum bahagia. Kebahagiaannya adalah karena membahagiakan orang lain. Inilah hati yang bersih, bening.

Dalam Islam, perbuatan tanpa pamrih itu diqiyaskan kepada suatu pokok bahasan yaitu ikhlas. Ikhlas itu dari kata khalasha, artinya murni, jernih, tak bercampur. Begitu pentingnya keikhlasan, sehingga inilah yang menjadi indikator kesempurnaan iman. Sukses tidaknya kita dalam kehidupan dunia dan akhirat bergantung pada hal sederhana ini, keikhlasan. Lawan dari ikhlas tentunya adalah riya, mengharapkan pujian/pamrih dari orang lain atas perbuatannya. Dalam tinjauan Islam yang lebih dalam lagi, lawan dari sifat ikhlas ini akan berujung pada sifat nifaq, menjadi orang yang munafik yang penyakit ini justru sangat berbahaya kawan. (kita akan bahas di artikel lain nanti).

Jelas sudah kenapa keikhlasan menjadi komponen utama diterimanya amalan ikhtiar kita dihadapan Allah dan menjadi ciri kesempurnaan iman. Karena, setiap detik kehidupan kita adalah memang berisi dengan aktifitas-aktifitas (amalan) yang saling berkesinambungan. Kalau tidak ada ikhlas, apalah arti amalan ikhtiar dalam kehidupan selama ini. Ya.. Ikhlas, inilah inti berislam.

Baik. Sampai di sini, yuk kita tinjau dalam implementasi Ikhlas. Antara Ikhtiar Insani dengan Tawakkal Ilahi.

Dalam barisan dakwah, tentunya banyak sekali agen yang berlomba-lomba melakukan yang terbaik dalam kontribusinya untuk mensukseskan pergerakan dakwahnya. Tak jarang ada yang sampai lembur-lembur di hari kerjanya sepulang kerja kantor, ada yang kadang absen di kelas kuliahnya, ada yang meninggalkan keluarga di hari sabtu ahad, semua demi panggilan dakwah.

Namun, sahabat dakwah, ada nasihat yang begitu sederhana dari Ibnu Qayyim Al Jauziyah.

” Silahkan anda melakukan sebab apapun yg terbaik, tetapi kosongkan selalu hatimu dari semua sebab itu agar tetap terarah kepada Allah.”

Nasihat sederhana itu memiliki makna dan akibat yang tidak sederhana. Iya, sehebat apapun ikhtiar manusia dalam perjalanannya memperjuangkan barisan dakwah, namun ia harus tahu dan faham untuk tetap mengantungkan hatinya kepada Allah. Bukankah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah tersihir, padahal beliau adalah orang yang paling berdzikir??

Peristiwa yang pernah beliau alami memberikan pelajaran penting kpd kita semua bahwa setiap hamba harus menyadari dan menyakini, setinggi apapun ilmunya & sehebat apapun amalannya, adalah boleh saja atau bahkan wajib adanya untuk berikhtiar sebaik mungkin .. tapi ketahuilah wahai sahabat, hasil akhir, tetap Allah jualah yg menentukan. Jika sesuai dengan harapan, Alhamdulillah, jika belum, syukrillaah.. Ini menunjukkan betapa Maha Kuasa Allah itu. Dialah Al Jabbar, Al Fattah, yang juga maha memaksa dan memutuskan terhadap sesuatu yang dia kehendaki.

“Faidza azamta fatawakkaltu ‘alallaah”

Manusia hanya berikhtiar, tetapi hati harus tetap tertuju hanya kepada Allah, dengan keyakinan bahwa Dia pasti akan memberikan hasil yang terbaik kepada hambaNya.

Ya Allah jadikanlah kami sebagai hamba-Mu yang selalu berserah diri kepadaMu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s