Kunci-kunci Langit : Sabar (1)

Selamat pagi sahabat. Adalah tepat pukul 2.05 WIB saat aku sedang menulis artikel ini. Baiklah, mari kita cek, apa yang menjadi makseud dari judul tulisan ini.

Dalam pergaulan sehari-hari dengan teman, baik di sekolah, tempat kuliah, pesantren, organisasi maupun di kantor, kita tak juga luput dari interaksi sosial. Ya karena manusia adalah makhluk sosial, dan secara keumuman, interaksi ini diciptakan untuk saling mengenal, menasihati dan menolong dalam hal yang baik. Tapi ada juga yang buruk, ini jauhi ya.

Nah, dalam lingkup kebaikan dan kebenaran, kehidupan sosial kita pastinya ada masalah yang silih berganti datangnya. Masalah yang kadang menguji hati, seberapa kuat menghadapinya, juga menguji implementasi ilmu yang telah dipelajarinya, apakah sudah laik untuk berlanjut pada keteladanan iplementatif, atau sekedar tahu saja, tanpa memahami iplementasinya. Sebegitu pentingnya ilmu dan ujian-ujiannya dalam iplementasinya,  sehingga ada pepatah arab, “ilmu tanpa amal bagai pohon tak berbuah”. Tentang ilmu dan amal akan kita bahas di next artikel ya. Sekarang kembali ke laptop!

Aku akan coba bantu, mengambil dari sudut pandang ‘datangnya masalah’. Ketika ditimpakan  sebuah masalah, maka sikap apa yang pertama kali dilakukan? Yap, sabar.

Definisi sabar kita coba langsung masuk pada cara quran memaknainya ya.

(Orang-orang yang sabar ialah)  mereka yang ketika ditimpa musibah, berkata; sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Nya. (Q.S 2 : 156)

Apa yang menjadi selama ini kita lakukan, biasanya memiliki perspektif yang sangat subyektif, termasuk sabar. Tak jarang terjadi hal seperti “yaa gw sih sabar ajee ngeliat tingkah lu yang kayak gitu..” . Atau contoh lain “iya gw sabar, tapi … “

Nah, ternyata memang sempit cara kita memandang sabar ini. Ilmu langit yang luasnya seluas langit itu sendiri, salah satunya adalah sabar. Ketika seorang muslim mendapati masalah, sabarnya cukup dengan bersikap “innalillaahi wa inna ilayhi raaji’uun..” (sesuai ayat di atas) dan akan lebih sempurna lagi jika tanpa diikuti kata ‘tapi’, seperti Ibrahim yang diuji dengan diperintahkannya masuk ke dalam api, menyembelih Ismail, juga meninggalkan Hajar dan Ismail kecil di padang Mekkah yang tandus. Ibrahim tidak cuma melaksanakan dengan kesabaran tapi juga menyempurnakan.

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.  (QS. ash-Shaffat: 102)

“Dan Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji.” (QS. an-Najm: 37)

Maka ujian siapakah yang lebih berat jika dibandingkan dengan kisah Ibrahim di atas. Karenanya, ketika ujian-ujian datang kepada kita, adalah wajib untuk menetapi kesabaran dalam menghadapinya. Amat sangat besar keutamaan kita jika bersabar.

“Kesabaran itu ada pada saat pertama kali tertimpa (musibah)” (H.R Turmidzi)

Dari Anas RA ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah  bersabda: “Sesungguhnya Allah  berfirman (hadist Qudsi) “Bila Aku memberi cobaan kepada hamba-Ku dgn kedua yg dicintainya (kedua matanya) & dia tetap sabar, maka Aku ganti kedua yg dicintainya (kedua matanya) dgn syurga.” (HR. Bukhari.) [diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :5653]

Nah jelas sudah, sabar adalah kunci langit yang dibocorkan oleh sang pemilik langit agar kita mampu menetapinya, maka sabar hendaknya berlaku pada setiap ujian yang terjadi.

“Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk ke dalam surga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam goncangan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang bersamanya : Bilakah datang pertolongan Allah? Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah amatlah dekat.” (QS. Al Baqarah : 214)

Kesabaran merupakan perkara yang amat dicintai oleh Allah dan sangat dibutuhkan seorang muslim dalam menghadapi ujian atau cobaan yang dialaminya. Sebagaimana dalam firman-Nya :  “…Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS. Al Imran : 146).

Wah, tak disangka ayat quran dan dalil-dalil pada bermunculan ya🙂 .. Tapi memang sabar adalah perintah Allah dan salah satu kunci utama datangnya pertolongan dari Ar Rahmaan. Dan artikel ini pun dalam rangka saling mengingatkan menasihati dalam menetapi kesabaran (QS. 103 : 3). Maka sahabat, mari belajar lagi dalam implementasi tentang sabar. Link bantu lainnya untuk sabar dalam pandanganku, di sini.

Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Q.S 2 : 153)

“….barangsiapa yang berlaku sabar maka akan dikarunia kesabaran oleh Allah. Tiada seorangpun yang dikaruniai suatu pemberian yang lebih baik serta lebih luas – kegunaannya – daripada karunia kesabaran itu.” (Muttafaq ‘alaih)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s