Untuk Para Calon Pendidik dan Pemimpin Masa Depan

halaqah-sang-murabbiTARBIYAH RABBUN – Inilah salah satu makna tertinggi tauhid yg bahkan iblis pun tak bisa mengingkarinya, yakni Allah sebagai RABB yang memiliki empat dimensi
  1. Pencipta,
  2. Pemelihara,
  3. Pendidikdan
  4. Pengatur.

Empat dimensi itu pula yg harus dimiliki oleh kita sebagai khalifah (wakil Allah utk menyelenggarakan hukum Allah di bumi). Tentunya utk definisi ‘pencipta’ di sisi kita adalah berbeda konteks dengan definisi kata ‘pencipta’ di sisi Allah.

Kembali ke Iblis, ya.. ia hanya mengingkari Allah secara tauhid Uluhiyyah (di atasnya rabb). Karenanya kadang kala jika kita dalam keadaan futur iman, dan buruk perilaku, sikap, etika, adab..  Maka mulailah berhati2..ayo nyalakan alarm diri..  bisa jadi Iblis lebih beriman daripada kita.. na’udzubillaah.. 

Buku ini adalah #NTMS (note to my self) , yg dulunya pernah sebagai aktifis LDK tarbiyah (view PKS yg halaqoh dan liqo2an).. sangat baik utk sekedar tadzkir, (mengingatkan kembali.. ) shg menumbuhkan dzauq ilahiyyah dalam kelas2 yang teman2 didik nanti.. apakah sebagai guru SD SMP SMA Dosen, atau Guru Ngaji bahkan mungkin Guru ngajinya para pejabat / dewan penasihat. Di manapun.

Sharing jg dari ana, sebagai pembelajar di Universitas Kehidupan, Universitas yg memiliki dosen terbanyak sepanjang sejarah, murid terbanyak sepanjang sejarah, matakuliah, jam pelajaran, praktik-praktik bahkah kelas2 pendidikan yg terbanyak sepanjang masa. Berikut :

Sungguh, tidak ada sesuatu yang lebih baik di dunia ini, ketika ilmu dan pemahaman yg benar itu datang kepada seseorang, melainkan dia mampu memperbaiki tujuan, cita2, orientasi hidupnya dg memilih secara priority atas apa yg sedang diperjuangkannya.

Hadist Rosul saw,

 من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

“Barangsiapa yang dikehendaki baik oleh Allah ta’ala maka dia akan dipahamkan dalam urusan agamanya”. Mutafaq ‘alayh.

Ibn Qayyim Al Jauziyah menyebutkan, bahwa salah satu nikmat terbesar dari orang beriman adalah pemahaman yang lurus tentang agamanya.*

Umar ra. Bahwa nikmat yang terbesar dari seorang muslim setelah iman, adalah saudaranya yang shalih shalihat. Maka jika kau menemukannya, genggam erat dia dan jangan pernah kau lepaskan.*\

Insan2 terbaik, di sini, semua memiliki peran terbaik dg passionnya masing2. Kesempurnaan roda hidup ini justru terletak pada ketidaksempurnaan setiap sisinya itu. Karenanya kita diciptakan utk saling melengkapi. Ada yang nanti menjadi khalifah di bidang teknologi, ada yang psikologi, ada pula yang organisasi dan bidang2 diplomasi. Dan wallaahu’alam, mungkin juga akan ada yang menjadi pemimpin negeri ini. Apapun itu nanti, yuk dzauq ilahi selalu diinspirasikan ke dalam diri.

Nah, berhubungan dengan terbiyah, ini ada buku yg bagus menurut ana. ini bukan promosi buku ya, tapi pointer2 per halamannya keren untuk diambil hikmahnya memotivasi diri.🙂

*mohon dibetulkan bila salah ya.

Judul : SUPER MURABBI
Penulis : ustadz; Solikhin Abu Izzuddin

Bab 1: Perkenankan
Pembahasan pada bab pertama yaitu mengenai bagaimana profil murabbi yang sebenarnya. Apakah hanya sekadar mengisi materi tanpa kesan yang berbekas. Yang sering terjadi di lapangan. Ataukah mengasyikkan, dirindu dan menjadi sebuah kebutuhan ruhaniyah nantinya bagi mutarabbi. Karenanya pada pembahasan ini murabbi diharapkan untuk lebih produktif dalam mengisi halaqahnya. Sehingga halaqah benar-benar hidup. Dan dengan begitu jadilah kita murabbi produktif. Saudaraku, kita tidak harus lebih pintar dari yang lain, namun kita harus lebih disiplin dari yang lain. Sedikit saja di atas rata-rata orang lain. Kita lebih tahu di mana diri kita dengan menyaksamai cara kita mengisi hari-hari kita. Di balik kelemahan, ada anugerah untuk disyukuri. (Hal. 23)

Super Murabbi lahir dari kegagalan. Ditempa oleh kesulitan. Digembleng oleh keterpurukan. Didewasakan oleh problem. Gagal membina, introspeksi cari cara paling tepat. Gagal menyeleksi, hati-hati lebih teliti. Gagal merekrut, nggak usah merengut. Gagal berbisnis, tetap optimis dan tersenyum manis. Gagal menikah, kerenkan diri lagi lah. (Hal. 27)

Menjadi murabbi berarti generasi rabbani Qur’ani. Menjadi pembelajar saat mengajarkan. Menambah ilmu saat menyampaikan. Mendidik diri saat menasihatkan, karena telinga kita lebih dekat mendengar kata-kata kita daripada orang lain. (Hal. 57)

Menjadi murabbi berarti menerima aliran pahala yang terus-menerus meski kita sudah meninggal dunia nantinya. Di antaranya adalah kabar gembira dari Nabi, “Barangsiapa yang mengajarkan kebaikan, ia akan mendapatkan pahala, selama orang yang diajarkan mengamalkan ajarannya.” (Hal. 58)

Murabbi adalah guru yang dirindu. Keteladanannya menjadi cermin. Datangnya dirindukan. Senyumnya didambakan. Nasihatnya dinanti-nantikan. Sentuhan ruhiyahnya menjadi kekuatan. Menjadi guru tanpa menggurui. Menyentuh hati tanpa mendikte. Menjadi soko guru, tempat bersandar umat dari kelelahan dan kelemahan. Teman curhat yang tepat dan aman. Oase yang segar dan menegarkan. (Hal. 63)

Bab 2: Road to Jannah
Visi dan obsesi seorang murabbi. Inilah pembahasan selanjutnya yang terangkum dalam bab Road to Jannah.

Sebenarnya kita sudah paham bahwa dalam setiap aktivitas apapun, kedua hal tersebut; visi dan obsesi haruslah ada agar yang kita lakukan terarah dan jelas tujuannya. Begitu pun halnya menjadi seorang murabbi.

Saat melatih kader dengan New Quantum Tarbiyah Training di Liwa, Lampung Barat, seorang akhwat bertanya: “Pak, kami kan sudah berkali-kali berjuang, berkali-kali pula kami gagal. Ketika ada keberhasilan kami tidak bisa menikmati. Lalu kapan kami akan merasakan bahagia?” Lalu apa jawab saya? “Saudariku, kita bahagia saat kita berlelah-lelah bekerja, di tengah kesulitan, di tengah kesusahan, di tengah aktivitas, saat kita bekerja untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Kita menikmatinya. Kita mensyukurinya. Kita bahagia saat kita bekerja. Kalau harus menunggu nanti saat kita berhasil, kelamaan.” (Hal. 80)

Dengan ilmu, dakwah menjadi lebih mudah. Dengan semangat, dakwah menjadi lebih menggugah. Dengan seni, dakwah menjadi lebih indah. Dengan tarbiyah, dakwah menjadi lebih terarah. Dengan ukhuwah, kader dakwah menjadi lebih betah. (Hal. 97)

Allah Ta’ala hanya akan memberikan balasan kepada orang-orang yang beramal. Jazaa’an bimaa kaanuu ya’maluun, balasan sesuai dengan yang kamu kerjakan. Bukan jazaa’an bimaa kaanuu ya’lamuun, memberikan balasan dengan yang kamu ketahui. (Hal. 111)

Bab 3: Peran Asasi Murabbi
Tak sekadar mengisi. Tapi ia adalah guru yang dirindu. Inspirator yang tak pernah kendor. Komandan teladan, terdepan dalam kebaikan. Sahabat yang erat. Tempat curhat yang tepat. Ayah bunda yang tak suka mencela. Teman terpercaya dalam perjalanan. Ya, inilah beberapa peran asasi murabbi yang dibahas lengkap pada bab ini.

Bab 4: Surga Peran Murabbi
Bagian terakhir dari buku ini membahas tentang motivasi mengisi halaqah. Agar setiap cara dan langkah mengisi materi yang dilakukan oleh seorang murabbi menjadi lebih bermakna. Dan halaqah pun menjadi lebih hidup.

Setiap amal kebaikan sekecil apapun pasti ada balasannya. Tersebab hal itu maka pertemuan yang ikhlas, perhatian yang diberikan, perkataan yang diucapkan, perbuatan baik yang terealisasikan, pergaulan yang syar’i, pertanyaan yang menginspirasi dari murabbi ke mutarabbi. Tiada lain ketika semua hal tersebut di amalkan maka pahala dari Allah lah ganjarannya. Dan setiap pahala pasti dibalas dengan surgaNya.

Kita bahagia karena kitalah yang menciptakan kebahagiaan di hati kita tanpa menunggu faktor dari orang-orang di luar kita. Kita bahagia karena meyakini di sisi Allah ada balasan terindah berupa jannah. Jannah di dunia ini berupa majelis tarbiyah penuh hikmah. Jannah di akhirat nanti dengan bidadariNya yang spesial hanya buat kita masing-masing, asli, belum terjamah oleh siapa pun. Asli dipersiapkan untuk kita para murabbi. Adapun para murabbiyah, yakinlah engkaulah komandan para bidadari itu. Sebagaimana seorang muslimah yang menjadi komandan, ratu rumah tangga yang mendesain bahagia dalam setiap langkah. Menginspirasi suami untuk bersinergi dalam tarbiyah. (Hal. 200)

Kelebihan buku ini terletak pada pembahasannya yang sangat luas. Yang merupakan buah pemikiran serta pengalaman pribadi dari si penulis dengan menyaksamai kondisi riil hari ini di medan tarbiyah. Dan ditambah dengan kerennya cover buku serta layout isinya.

Untuk kekurangan buku ini menurut saya hanya terletak pada gaya bahasanya. Yang terkadang kekurangan ruh sastranya.

Untuk Anda para murabbi dan kader tarbiyah. Tunggu apalagi! Segera miliki dan baca buku ini! Dijamin Anda akan menemukan semangat baru untuk membina. Dan menjadi Super Murabbi; murabbi produktif bukanlah hal yang sulit kalau kita mau belajar dengan tekun dan sabar dalam tarbiyah ini.
Selamat membaca!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s