Lima Babak Umat Islam Di Dunia (2) | Mulkan Adhdhan & Mulkan Jabariyyan

“Periode  an-Nubuwwah (kenabian) akan berlangsung pada kalian dalam beberapa tahun, kemudian Allah SWT mengangkatnya, setelah itu datang periode  khilafatun ‘ala minhaj an-Nubuwwah (kekhalifahan atas manhaj kenabian), selama beberapa masa hingga Allah SWT ta’aala mengangkatnya, kemudian datang periode mulkan aadhdhon (penguasa-penguasa yang menggigit) selama beberapa masa, selanjutnya datang periode mulkan jabbriyyan (penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak/masa keburukan) dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah SWT ta’aala, setelah itu akan terulang kembali periode khilafatun ‘ala minhaj an-Nubuwwah. Kemudian Nabi Muhammad saw diam,” (HR Ahmad 17680).

Babak III: Periode Mulkan Aadhdhon Kepemimpinan Raja-Raja Yang Menggigit

Periode ini adalah periode masa di mana ummat Islam dipimpin dengan pola kerajaan selama masa yang cukup lama yaitu sejak tahun 40 H hingga tahun 1342 H atau sekitar 13 abad, tepatnya selama 1302 tahun. Babak ini terutama ditandai dengan berdirinya tiga kerajaan Islam besar:

  1. Daulah Bani Umayyah
  2. Daulah Bani Abbasiyyah
  3. Kesultanan Utsmani Turki yang di dalam berbagai kitab sejarah dunia (Barat) lebih dikenal dengan The Ottoman Empire.

Hingga pada tanggal 3 Maret 1924 M (28 Rajab 1342 H), orang-orang pengkhianat Islam atas nama kebebasan yang dipimpin oleh Mustafa Kamal Attaturk berhasil menjagal Khilafah The Ottoman. Majelis Nasional Agung yang berada di Turki menyetujui tiga buah undang-undang yaitu:

  1. Menghapuskan kekhalifahan,
  2. Menurunkan khalifah dan
  3. Mengasingkannya bersama-sama dengan keluarganya.

Penyebab utama runtuhnya The Ottoman Empire adalah karena jauhnya masyarakat juga sistem pemerintahan dari Al Quran, sehingga mudah dilemahkan dan dikalahkan. Setelah runtuhnya sistem pemerintahan Islam, maka selanjutnya ummat Islam mulai menjalani kehidupan dengan mengekor kepada pola kehidupan bermasyarakat dan bernegara ala Barat.

Dari sisi lain,  periode Mulkan Adhdhan ini dulu dimulai dengan pembunuhan kaum muslimin oleh kaum khawarij seperti pembunuhan Khalifah Ali bin Abi Thalib, pembantaian putra beliau sekaligus cucu Rasulullah Sayyidina Husein, dan pembantaian-pembantaian lainnya. Kemudian dilanjutkan pada masa-masa Khilafah Islamiyah Dinasti Umayyah, Dinasti Abbasiyyah, dan Dinasti Turki Usmaniyah. Mereka hanya menggigit Al Qur’an dan Sunnah sehingga di beberapa tempat muncul dakhanun, yaitu “mensunnahkan selain sunnahku dan memberi petunjuk dengan selain petunjukku”. Salah satu contohnya adalah pergantian pemimpin yang selalu diwariskan kepada putra/pangeran mahkota, yang ini adalah bukan tuntunan Rasul saw.

Babak IV : Periode Mulkan Jabbriyyan

Masa ini diawali dengan takluknya kekhalifahan islam terakhir Turki Utsmani di awal abad 20. Periode ini adalah masa sekarang ini. Pada masa keburukan (mulkan jabbriyyan) ini, negeri Islam yang terpecah-belah menjadi negara-negara kecil dengan ciri memerintah secara otoriter (memaksakan kehendak). Negara-negara islam terpecah belah dari ujung barat Maroko sampai ujung timur Indonesia. Dan kini, negeri Hijaz dikuasai oleh Saudi Arabia. Negeri-negeri muslim didirikan di atasnya berbagai nation-state (negara bedasarkankesatuan bangsa). Padahal sebelumnya semenjak Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjadi kepala negara Daulah Islamiyyah (Negara Islam) pertama di Madinah, ummat Islam hidup dalam sistem aqidah-state (negara berdasarkan kesatuan aqidah) selama ribuan tahun.

Diawali dengan pembunuhan terhadap sesamanya (kaum muslimin). Mari kita tadabburi hadist rasulullah berikut ini.

“Sungguh, menjelang terjadinya Kiamat ada masa-masa harj (kerusuhan / huru-hara).” Para sahabat bertanya : “Apakah hari itu ” Beliau bersabda : “Pembunuhan.” Mereka bertanya : “Apakah lebih banyak jumlahnya dari orang yang kita bunuh? Sesungguhnya kita dalam satu tahun membunuh lebih dari tujuh puluh ribu orang?” Beliau bersabda :“Bukan pembunuhan orang-orang musyrik oleh kalian itu, tetapipembunuhan dilakukan oleh sebagian kalian terhadap sesamanya (kaum muslimin) ” Mereka bertanya : “Apakah pada masa itu kami masih berakal?“ Beliau bersabda, “Akal kebanyakan manusia zaman itu dicabut, kemudian mereka dipimpin oleh orang-orang yang tak berakal, kebanyakan manusia menyangka para pemimpin itu mempunyai pegangan, padahal sama sekali tidak demikian,” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah. Hadits shahih.)

“Sesungguhnya Allah SWT Ta’ala telah menyatukan untukku dunia, lalu aku melihat timur dan baratnya dan sesungguhnya umatku akan sampai kekuasaannya seluas yang disatukan Allah SWT untukku dan aku diberi dua harta simpanan yaitu emas dan perak lalu aku memohon kepada Rabb-ku untuk umatku agar dia tidak menghancurkannya dengan kelaparan yang menyeluruh, dan menguasakan atas mereka musuh-musuhnya dari selain mereka sendiri lalu menghancurkan seluruh jama’ah mereka, dan Rabb-ku berkata : “Wahai Muhammad, sesungguhnya Aku jika telah memutuskan satu qadha’ maka tidak dapat ditolak, dan Aku telah memberikan kepadamu untuk umatmu bahwa Aku tidak akan menghancurkan mereka dengan kelaparan yang menyeluruh dan tidak akan menguasakan atas mereka musuh-musuh dari selain mereka yang menghancurkan seluruh jama’ahnya walaupun mereka telah berkumpul dari segala penjuru – atau mengatakan- : Orang yang ada di antara penjuru dunia- sampai sebagian mereka membunuh dan menjadikan rampasan perang sebagian yang lainnya,” (Hadits Shahih Riwayat Muslim (2889).

Sebagian kaum muslimin membunuh dan menjadikan rampasan perang kepada sebagian kaum muslimin lainnya. Simak sejarah kaum penguasa Hijaz saat ini dari awal. Ketika kaum ini memasuki Hijaz dan membantai kaum Muslimin dengan alasan bahwa mereka telah syirik, sehingga berlaku hukum rampasan perang bagi merekaPada masa (keburukan) ini pula, muncul da’i – da’i muda yang berdakwah dengan sebaik-baik ucapan, namun mereka sesat dan menyesatkan.

“Akan keluar pada akhir zaman suatu kaum, umurnya masih muda, sedikit ilmunya, mereka mengatakan dari sebaik-baik manusia. Membaca Al-Qur’an tidak melebihi kerongkongannya. Terlepas dari agama seperti terlepasnya anak panah dari busurnya”. [HR Bukhari & Muslim]

Sayidina Ali bin Abi Thalib menyatakan bahwasanya dia mendengar Rasulullah saw bersabda: ”Pada akhir zaman nanti akan muncul kaum berusia muda (ahdasul asnan) berpikiran pendek (sufahaul ahlam), mereka memperkatakan sebaik-baik ucapan kebaikan, mereka membaca Al-Quran tetapi bacaan mereka itu tidak melebihi (melampui) kerongkongan mereka, mereka keluar dari agama sebagaimana keluarnya anak panah dari busurnya maka di manapun kamu menjumpainya maka perangilah mereka sebab dalam memerangi mereka terdapat pahala disisi Allah SWT pada hari kiamat kelak. ” (Sahih Bukhari/6930, Sahih Muslim/2462, Sunan Abu Daud/4767, Sunan Nasai/4107 Sunan Ibnu Majah/168 , Sunan Ahmad/616 ).

BERSAMBUNG

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s