Tips dicintai Allah dan Rasulullah saw

“Barang siapa yang ingin disenangi oleh Allah dan RasulNya hendaknya berbicara jujur, menunaikan amanah, dan tidak mengganggu tentangganya” (HR. baihaqi)

Sungguh agung Islam ini. Semakin kita dalami, semakin kita bisa memaknai hidup dengan sebenar-benarnya. Dan kerennya, membuat ketagihan. Ya, Allah dan Rasul saw adalah sumber jalan keselamatan dan kebahagiaan di dunia – akhirat. Mengikuti jalanNya, dengan beritiba’ kepada rasulNya saw, adalah jaminan.

Dalam Al Quran surah Ali Imran ayat 31, Allah berfirman “Katakanlah (Muhammad): Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu”. Jadi bukti kita cinta, lalu jika kita ingin di cintai, oleh Allah dan RasulNya, ittiba’.

Mentadabburi hadist, tentang berkata jujur. Dalam atsarnya, Ali Ra juga menyebutkan bahwa barang siapa yang berkata jujur, ia akan mendapatkan 3 hal, yakni kepercayaan, cinta, dan rasa hormat. Ini juga memiliki makna bahwa, jika kita tidak berkata jujur, maka hilanglah 3 hal yang menjadi buah kejujuran. Ini sungguh kenyataan.

Kita ambil satu contoh ketika kita deal terhadap suatu project dengan sebuah client. Secara akad kesepakatan, sudah pasti  harus memenuhi beberapa hal seperti kapan dateline delivery project, kapan waktu payment, dan berapa jumlah uangnya. Jika salah satu pihak ini melanggar salah satu dari kesepakatan (akad transaksi), misal produk sudah delivery, tapi client belum membayar uangnya. Maka ketika itulah pula kepercayaan, rasa cinta, dan hormat developer kepada client berkurang. Semakin lama waktu penyelesaiannya, semakin hilang kepercayaan, cinta, dan rasa hormat.

Masih dalam pembahasan project di atas, dilihat dari sisi amanah, setiap point dari kesepakatan (akad) dalam jual beli (transaksi) adalah amanah yang harus ditunaikan. Melanggar kesepakatan, adalah sebuah kecacatan. Menciderai rasa kepercayaan, menghilangkan rasa hormat dan cinta.

Nah point terakhir yaitu menghayati makna “tidak mengganggu tetangganya”. Pernah saya mendengar dikisahkan, rosulullah saw menceritakan kepada sahabat-sahabatnya. Ada seorang perempuan yang rajin shalat tahajud, namun dia celaka nanti di akhirat. kenapa? penyebabnya adalah karena tetangganya sering tersakiti oleh lisannya.

Kita tentu tahu, bahwa manusia adalah makhluk sosial. Kita tak bisa hidup sendirian. Ada sanak saudara kandung dan kerabat. Dan ketahuilah bahwa saudara terdekat kita, bukan saudara kandung yang mungkin tinggal berbeda kota dengan kita. Saudara terdekat kita adalah tetanggap-tetangga yang ada di sekitar kita. Merekalah yang mengetahui keseharian kita, paling dekat (jarak)nya dengan kita. Sehingga jika kita membutuhkan pertolongan, merekalah yang paling cepat memberikannya.

Yap, terlebih bagi saya yang merantau jauh di kota, orang tua saya yang di kampung hanya memiliki tetangga-tetangga di sekitar rumah lah jika sedang membutuhkan pertolongan.

Hadist di atas, mari kita imani, dengan cara mengamalkannya. Yuk jalin silaturahim dengan tetangga, berlaku jujur dan menjaga amanah. Nah, jika sudah mengamalkannya, kita berhak dicintai Allah dan rasulNya, insya Allah keberkahan hidup akan turun dari langit dan bumiNya. Wallahu’alambswb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s