Hari Guru Nasional : Jadilah Pribadi Berilmu

Hari ini banyak diskusi di bb group, WA group, line, dan broadcast message, mengingatkan kita untuk mengucapkan selamat salam hormat kepada guru-guru kita. Ya, hari ini adalah hari guru nasional.

Berikut ini adalah salah satu contoh broadcast message yang saya dapatkan.

“Satu dari mereka kelak akan menarik tanganmu menuju surge. Selamat berjuang wahai guru. Kebahagiaanmu adalah saat menyadari muridmu adalah butiran tasbih pengabdian kepadaNya. Selamat hari guru. Ketulusan pengabdianmu adalah cahaya yang tak pernah redup sepanjang masa. Sejatinya seorang guru tidak memberitahu apa yang harus dilakukan muridnya, tapi dia memberi pengetahuan yang dapat memutuskan apa yang terbaik untuk muridnya lakukan. Bukan secerdas apa sang murid, tapi bagaimana sang murid menjadi cerdas”
Mensyukuri nikmat berguru, karena agar kita memahami bahwa kita telah “menjadi” karena wasilah para guru yang ikhlas.
Berterimakasihlah kepada sang guru.

Sungguh ucapan yang menyanjung. Setiap guru yang memiliki murid yang tahu rasa hormat dan terima kasih kepadanya, tentu sangat bersyukur. Guru merasa puas dan berhasil mendidik, sehingga murid-muridnya memiliki “akhlak” yang mulia dibuktikan dengan hormat dan santunnya ucapan perilaku sang murid kepadanya.

Esensi Pendidikan

Memaknai sebuah kata guru, berasal dari bahasa jawa yaitu konsonan “GU” dan “RU” yang di”GUGU” dan di”TIRU”. Apanya? Yaitu setiap apa yang dia ajarkan, yang ia didikkan, yang ia ucapkan, dan yang ia perbuatkan. Semua menjadi bahan “DOKTRIN” (baca: didik) kepada sang murid, bahan data informasi yang direkam sang murid untuk di”gugu” (dimengerti) dan di”tiru”(dicontoh) praktik-praktiknya. Murid akan melakukan seperti yang guru-guru mereka teladankan.

Itulah kenapa beban moral dan amanah guru sungguh besar dan mulia sekaligus berat. Karena nilai-nilai yang dia teladankan, ajarkan, didikkan, akan membentuk karakter generasi-generasi bangsa (baca: murid) calon pemimpin masa depan. Bagaimana baiknya seseorang, tak jauh mari kita lihat bagaimana guru dari seseorang tersebut.

Betapa besar jasa mereka (guru) yang tak ternilai dengan materi. Kemuliaan guru adalah karena ilmu yang dia miliki yang ia didikkan kepada generasi-generasi berikutnya. Pendidikan dikatakan berhasil pun apabila anak didik telah menjadi seperti yang seharusnya pemilik ilmu didikkan. Siapakah pemilik Ilmu? Allah!

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

Terjemahan : “Bacalah, dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan” (QS. 96:1)

Dengan output pendidikan adalah “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.”(QS.68:4)

Hal ini dikuatkan dengan hadist sebagaimana rasulullah shalallaahu ‘alayhi wasallam diperintahkan Innama buitsu liutammima makarimal akhlak, “Sesungguhnya aku diutus ke bumi ini untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak”.

Maka secara sederhana esensi keberhasilan pendidikan menurut penulis di sini ada 2, yaitu ilmu yang semakin membuat kita dekat dengan Allah dan membuahkan akhlak yang mulia.

*

Esensi Guru

Dari sudut pandang lain, telah menjadi rahasia umum bahwa menuntut ilmu tidak harus di sekolah formal. Makna guru pun akhirnya bisa kita fahami dengan lebih luas, tidak terkhusus mereka yang bertitel guru dan mengajar di sebuah sekolah formal atau universitas.

Guru adalah setiap individu yang beriman, inilah sikap orang berilmu. Karena diterangkan dalam sebuah hadist. “Bergaullah dengan orang yang apabila engkau memandangnya, dia akan mengingatkanmu kepada Allah, sedangkan perkataannya dapat menambah ilmumu, dan perbuatannya akan membantumu cenderung beramal untuk akhirat.” (Hadits)

Dari hadist tersebut, maka jelas bahwa setiap individu sejatinya adalah guru. Individu yang beriman yang dengan imannya ia melandasi setiap ilmunya, setiap perkataan, dan setiap perilakunya. Kita akan bisa menjadi pribadi yang mempresepsikan setiap individu adalah guru apabila hati kita senantiasa ingin belajar, jernih memandang hidup untuk mengambil setiap hikmahnya. Dan perlu kita fahami, bahwa hikmah ilahiyyah hanya akan datang karena ilmu dan iman. 

Apa itu hikmah ilahiyyah? adalah hikmah yang mengantarkan diri kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah.

Mencari ilmu dan mendapatkan hikmah pun akhirnya tidak hanya bisa kita dapatkan di dalam bangku sekolah formal saja, tapi juga bisa kita dapatkan melalui pribadi-pribadi sederhana di sekitar kita. Bisa jadi kakak kita yang bandel, adik kita yang polos, pengemis, tukang sapu jalanan, teman-teman, ustad-ustad di pengajian dan lain-lain. Dari pribadi-pribadi yang ada disekitar lingkungan kitalah, kita “menjadi” seseorang seperti sekarang ini.

Ucapkan, sampaikan salam hormat takzim kepada mereka, siapa saja yang beriman, yang mampu membuatmu menjadi semakin dekat dengan Allah dan semakin memperbaiki akhlak diri.

 

Metode Pendidik dalam mendidik

Tugas secara umum guru adalah memberi ilmu. Metodenya sebagaimana diterangkan oleh Allah dalam firmanNya :

كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًا مِّنكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُم مَّا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ

Terjemahannya : “Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.” (QS. 2 : 151)

“Seorang pendidik bukan hanya sekedar mengajarkan teori, namun ia harus mampu mendidik anak didiknya agar menjadi orang yang beriman dan bertakwa”. (Dr. Adian Husaini)

“Seorang guru bukan hanya Pengajar, tapi ia harus menjadi pendidik dan pengajar” (bunda Rahmah El-Yunusiyyah, Pendiri Diniyyah Puteri School Padang Panjang).

Tadabbur ayat-ayat dan hadist-hadist tentang pendidikan, ilmu dan kedalaman hikmah, kita bahas di next kesempatan ya🙂

Selamat hari guru. Jadilah individu berilmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s