Smart itu …

Seorang sahabat pernah bertanya, apa arti smart menurutmu? Pintar, cerdas. Barangkali kita semua sepakat dan sependapat jika smart diartikan demikian. Tapi mengenai kriteria, mungkin saja masing – masing kita berbeda. Ada yang mengatakan smart itu begini begitu, ada juga yang menyebutkan smart jika ini dan itu, tapi bagiku smart itu…

Bisa menjaga keseimbangan hak dan kewajiban

Seorang yang smart akan menempatkan hak dan kewajiban secara seimbang, tidak hanya menuntut hak tapi melalaikan kewajiban, tidak juga melaksanakan kewajiban tetapi yang menjadi hak justru diabaikan. Ada kalanya memang kewajiban harus didahulukan, diutamakan, tapi ketika hak yang lebih dulu didapat tidak lantas membuat lalai akan kewajiban. Seorang yang smart mengerti bahwa setelah melaksanakan kewajiban, ada hak yang akan dia dapatkan. Seorang yang smart memahami bahwa setelah hak didapat, ada kewajiban yang harus dijalankan.

Bisa membedakan keinginan dan kebutuhan

Keinginan dan kebutuhan sekilas memang sama, tapi sejatinya berbeda. Tidak semua yang diinginkan adalah termasuk kebutuhan, tapi biasanya apa yang dibutuhkan secara otomatis menjadi keinginan. Seorang yang smart dapat membedakan mana yang termasuk kebutuhan dan mana yang sekadar keinginan. Seorang yang smart tidak akan terjebak pada budaya konsumtif yang kebablasan, selalu memenuhi apa yang diinginkan, walau sebenarnya tidak terlalu atau bahkan sama sekali tak dibutuhkan. Ia akan mengutamakan pemenuhan kebutuhan dibanding keinginan.

Sebagai contoh, di era globalisasi seperti sekarang ini, tingginya tingkat kebutuhan masyarakat akan alat komunikasi mendorong para produsen untuk berlomba mendapatkan konsumen sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara, salah satunya dengan menambahkan berbagai fitur dan fasilitas yang canggih pada gadget produksi mereka. Tapi orang yang smart akan teliti dalam memilih, jeli sebelum membeli. Orang yang smart tidak akan menghambur-hamburkan uang untuk membeli gadget hanya karena gengsi. Orang yang smart akan memilah gadget yang ia inginkan dan memilih sesuai yang ia butuhkan.

Bisa memilah dan memilih yang penting dan genting

Masih berkaitan dengan kemampuan membedakan keinginan dan kebutuhan, orang yang smart juga sanggup menetapkan pilihan penting di antara yang penting. Menggunakan skala prioritas, orang yang smart akan memilah-milah di antara yang penting, memilih yang genting dan harus diprioritaskan.

Bisa berdamai dengan keadaan dan juga kenyataan

Tidak selamanya apa yang kita inginkan, kita upayakan akan sesuai dengan kenyataan. Orang yang smart senantiasa mampu berdamai dengan keadaan, dan juga kenyataan. Ia tahu bahwa yang terbaik baginya adalah menikmati keadaan, mensyukuri kenyataan, mengupayakan keduanya untuk sesuatu yang positif dan bernilai lebih.

Selalu mencari kawan dan menghindari lawan

Selain makhluk pribadi, kita adalah makhluk sosial yang butuh berinteraksi. Ibarat ikan-ikan di lautan, tingginya kadar garam tak serta merta membuat tubuhnya menjadi asin, maka orang yang smart mampu membawa dan menjaga diri dalam bersosialisasi. Selalu mencari kawan dan persahabatan, menghindari lawan dan permusuhan adalah prinsip orang yang smart. Perbedaan dalam beberapa hal adalah sebuah keniscayaan, tidak selalu salah juga tidak perlu dipermasalahkan. Orang yang smart akan berusaha untuk menjadi yang terbaik di antara yang terbaik, termasuk dalam hal pergaulan. Kepada orang lain ia akan berupaya untuk dekat, seperti sahabat, dan hangat layaknya kerabat.

Selalu berpikir positif dan berimajinasi kreatif

Orang yang smart tidak akan memenuhi pikirannya dengan hal-hal yang negatif. Orang yang smart selalu aktif dan kreatif, mengupayakan kebaikan dan juga perbaikan baik bagi diri pribadi, keluarga maupun lingkungannya. Orang yang smart tidak akan menginjak orang lain untuk menaikkan dirinya. Orang yang smart tidak akan berperilaku primitif untuk meraih cita-citanya. Orang yang smart tidak merendahkan orang lain untuk membuatnya tinggi. Dan orang yang smart tidak akan merugikan orang lain untuk keuntungan pribadi.

Selalu sabar dalam ujian dan sadar dalam perjuangan

Hidup ini tak luput dari yang namanya ujian, bahkan ada yang mengatakan hidup itu sendiri adalah ujian dan juga perjuangan. Orang yang smart tidak akan berputus asa ketika berbagai ujian datang mendera. Orang yang smart tidak akan berkeluh kesah ketika hidup harus dijalaninya dengan penuh perjuangan. Orang yang smart akan senantiasa sabar dalam setiap kesempatan dan keadaan. Orang yang smart akan selalu sadar dalam memperjuangkan apa yang dicita-citakan. Orang yang smart tidak akan mengambil jalan pintas untuk sebuah keberhasilan.

Mengakui bahwa kita adalah makhluk sempurna yang tiada sempurna

Dibanding makhluk lainnya, manusia diberikan banyak kelebihan, namun demikian ia juga mempunyai kekurangan. Orang yang smart senantiasa mensyukuri apa yang menjadi kelebihannya, dan menjadikan kekurangan sebagai pengingat bahwa di atas langit masih ada langit, kita bisa merasa satu-satunya tapi tak boleh merasa segala-galanya. Orang yang smart mengakui bahwa masih ada orang lain yang lebih dari kita, dan meyakini bahwa di atas semuanya ada yang Maha Segala-galanya

***

Orang yang cerdas adalah orang yang tahu persis tujuan hidupnya. Kemudian mempersiapkan diri sebaik-baiknya demi tujuan tersebut. Maka, jika akhir kesempatan bagi manusia untuk beramal adalah kematian, mengapa orang-orang yang cerdas tidak mempersiapkannya?

Ibnu Umar radhiyallaahu ‘anhuma berkata, “Suatu hari aku duduk bersama Rasulullahshallallaahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seorang lelaki dari kalangan Anshar, kemudian ia mengucapkan salam kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling utama?’ Rasulullah menjawab, ‘Yang paling baik akhlaqnya’. Kemudian ia bertanya lagi, ‘Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?’. Beliau menjawab, ‘Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas.’ (HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy. Syaikh Al Albaniy dalam Shahih Ibnu Majah 2/419 berkata : hadits hasan)[2]

Disadur dari tulisan Abi Sabila dengan sedikit penambahan tanpa mengubah pesan-pesan.

One thought on “Smart itu …”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s