12295_113845321961387_100000077582915_270407_675741_n

Menukar Dosa

Karena jiwa manusia itu diciptakan dengan ciptaan yang sebaik-baiknya, maka Islam melarang umat Islam mengotori jiwa dengan perbuatan dosa sekecil apapun dan memerintahkan kita untuk berbuat kebajikan. (Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi Ketua Miumi Pusat )

“Kebajikan adalah akhlaq yang bagus (untuk Allah dan untuk manusia), sedangkan dosa adalah sesuatu yang menggelisahkan jiwa seseorang ketika melakukannya dan yang bersangkutan tidak suka diketahui orang lain” (penjelasan dari HR.Muslim 4633).

Iya.. sekecil apapun, dosa adalah yang menggelisahkan.. ia membuat titik noda seperti noda tinta hitam pada kertas. Jika lah yang kecil saja menoda, bagaimana yang besar?

Benar kata Ibn Mas’ud. Sesungguhnya seorang mukmin memandang dosa-dosanya seakan-akan ia sedang duduk di bawah gunung dan ia takut gunung tersebut jatuh menimpanya. Dan seorang fajir memandang dosa-dosanya seperti seekor lalat yang lewat di hidungnya lalu ia berkata demikian (mengipaskan tangannya di atas hidungnya) untuk mengusir lalat.

Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya,mudah-mudahan tuhan kamu akan menghapuskan kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam syurga-syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai”….(QS. At-Tahrim : 8 )

Sesungguhnya Allah telah mengurniakan suatu penangguhan kepada hambanya dari ditulis dosa yang telah dibuatnya oleh Malaikat Kiramul Kaatibiin supaya dia sempat bertaubat kepada tuhanya,maka telah berkatanya rasulullah sallallahu alaihi wassalam :

إن صاحب الشمال ليرفع القلم ست ساعات عن العبد المسلم المخطئ، فإن ندم واستغفر الله منها ألقاها، وإلا كتبت واحدة

Sesungguhnya malaikat yang disebelah kiri akan mengangkat penanya selama enam jam (tidak menulis lagi dosa tersebut) terhadap hamba muslim yang berbuat kesalahan,jika dia menyesal dan meminta ampun kepada Allah dari dosa tersebut maka akan dilemparkan sahaja dosa tersebut,jika dia tidak berbuat demikian,maka akan ditulis sebagai satu dosa » (HR. At-Thobrani dari Abu Umamah di dalam Al-Kabir)

Maka, janganlah kita coba-coba mempermainkan agama dengan menganggap setiap perbuatan yang berdosa itu sebagai perkara remeh temeh.

**

“Dari Abu Bakar radiallahu anhu berkata : Aku telah mendengar rasulullah sallallahu alaihi wassalam bersabda : Tidaklah seorang lelaki itu yang melakukan dosa kemudianya bangun dan membersihkan diri (berwudhuk) kemudian bersolat (solat taubat dua rakaat) kemudianya meminta ampun kepada Allah dengan beristighfar melainkan akan diampunkan Allah baginya ,kemudian beliau membaca ayat ini :

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri (segera) mengingati Allah ,lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah?? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu sedang mereka mengetahui”(Ali-Imran : 135) (HR. At-Tirmizi dan Abu Daud)

Dan perbanyakkanlah beristighfar (meminta keampunan kepada Allah) sebagaimana yang dilakukan oleh baginda :

قال أبو هريرة : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: والله إني لأستغفر الله وأتوب إليه في اليوم أكثر من سبعين مرة

Diterjemahkan : “Demi Allah! Sesungguhnya aku meminta ampun kepada Allah dan bertaubat kepadaNya setiap hari lebih daripada 70 kali (HR.Bukhari no:6307)

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم يا أيها الناس! توبوا إلى الله. فإني أتوب، في اليوم، إليه مائة مرة

Diterjemahkan : Wahai manusia! Bertaubatlah kepada Allah,sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah setiap hari sebanyak 100 kali (HR.Muslim)

“Sesungguhnya perumpamaan orang yang melakukan kejahatan-kejahatan kemudianya melakukan kebaikkan-kebaikkan seperti seorang lelaki yang memakai baju perang besi yang sempit,sehingga mencekiknya,kemudianya apabila dia membuat amalan kebaikkan maka terbukalah suatu lubang,kemudian dia melakukan kebaikkan yang lain dan terbukalah lubang yang lain sehinggalah terbuka kesemuanya dan jatuh ke atas tanah” (HR. at-Thobrani di dalam Al-Kabir )

“Dan laksanakanlah solat pada kedua hujung siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan malam, perbuatan-perbuatan baik itu menghapuskan kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingati Allah” (Hud :114)

*ntms

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s