inilah-presidenku-nanti

Inilah Presidenku Nanti

Indonesia adalah Negara yang amat luas, beragam etnic, agama, budaya dan masih banyak lagi. Kekayaan alam dan SDM ini membutuhkan intelektual yang cakap dalam pemanfaatannya secara maksimal untuk kesejahteraan rakyat. Kekayaan etnic dan ragam agama pun akhirnya membutuhkan kepemimpinan yang handal dalam harmonisasi kehidupan bermasyarakatnya. Selama ini, pemerintahlah yang mengatur dan memberdayakan semua yang berkaitan dengan pembangunan bangsa.

Tahun ini adalah tahun kepemimpinan. Pesta demokrasi 5 tahunan yang menghabiskan dana kurang lebih 170 Triliyun untuk memilih pemimpin-pemimpin yang mewakili aspirasi rakyat akan segera dihelat. Alangkah sayang jika dalam pemilu ini tidak menghasilkan pemimpin yang tepat. Oleh karena itu, izinkan saya memberikan gambaran kriteria pemimpin Indonesia nanti.

Pertama, Indonesia butuh sosok pemimpin yang mampu memahami kemajemukan (pluralistik) bangsa. Plural adalah keadaan di mana perbedaan secara prinsip tidak bisa dihindarkan, namun keharmonisan hidup wajib dihadirkan. Masyarakat plural membutuhkan pemimpin yang adil, bukan pemimpin yang plural.

Pemimpin yang adil konteks ini adalah yang menghormati pluralistik secara konsisten dengan cara yang konsisten. Maksudnya adalah bahwa masyarakat diberikan aturan sedemikian rupa sehingga saling menghargai prinsip masing-masing tanpa meminta untuk diikuti, membiarkan prinsip masing-masing tanpa ada motif secara paksa untuk mempengaruhi. Jika aturan tersebut dilanggar atas nama apapun, pemimpin harus tegas memberikan sanksi hukum yang menjerakan. Maka pemimpin yang seperti inilah yang dibutuhkan oleh Indonesia.

Selain itu, kriteria kedua yang harus dimiliki oleh calon pemimpin di Indonesia adalah yang memiliki determenasi sosial tinggi. Ia mampu membaca peta perubahan sosial Indonesia maupun dunia.

Yang ketiga, pemimpin Indonesia harus memiliki kapasitas membawa Indonesia menuju masyarakat yang terjamin pendidikan dan adabnya. Karena pendidikan tanpa adab hanya akan menghasilkan masyarakat yang tak bermoral. Ujung ujungnya menghasilkan pemimpin yang banyak gelar tapi miskin hikmah dan rendah moralnya.

Terakhir pemimpin Indonesia nanti harus memiliki kapasitas membangun Indonesia secara ekonomi dan geopolitik menuju Indonesia yang mandiri.

Dalam menjalankan semua amanah tersebut, harus dilandasi rasa cinta kepada bangsa, Negara dan agama. Dengan begitu, pemimpin Indonesia akan teguh menjaga kehormatan bangsa Negara dan agama, dan tidak mudah menggadaikan identitas ideologi hanya demi kucuran uang dana bantuan.

Sungguh negeri ini kaya dan berdaya jika dipimpin oleh pemimpin yang tangguh dan amanah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s