sujud

Setan Pun Berdoa

Kawan saya berkata, “Kita kalau berdoa itu mesti mengharapkan keberkahannya juga, jangan hanya mengharapkan agar dikabulkan. Sebab dulu Setan berdoa (meminta) kepada Allah agar diberikan umur panjang sampai hari kiamat untuk mengganggu anak cucu Adam, dan dikabulkan oleh Allah. Tapi dengan itu Allah melaknat mereka.”

*deg

Benar juga! Kalau di cerita-cerita fiksi, ada saja tokoh yang dulunya miskin lalu berdoa agar dilimpahi harta. Namun setelah Allah kabulkan maka tokoh ini menjadi kufur terhadap nikmat dan menjadi orang yang zhalim terhadap sesama.

Atau dalam kisah tentang seorang miskin ahli ibadah yang berdoa agar Allah mengkaruniakan harta berlimpah dengan niat agar harta tersebut bisa digunakan untuk berinfak dan sedekah. Lalu Allah berikan rizki ternak yang gemuk dan subur-subur. Semakin banyak, beranak-pinak. Hingga dia disibukkan oleh urusan dunianya tersebut. Dan kehilangan waktu-waktu yang dulu dihabiskan untuk beribadah kepada Allah. Niatnya pun sedikit demi sedikit bergeser. Disorientasi. Hingga Allah dengan kasih sayang-Nya menegur hamba-Nya yang khilaf tersebut.

Lihat lah. Ternyata permintaan kita yang terlihat baik belum tentu berakhir baik. Makanya jangan cuma mengharapkan Allah mengabulkan doa kita. Tapi harapkan juga agar keberkahan dan hidayah Allah senantiasa menaungi diri kita. Agar doa yang terkabul itu tak menjadi hal yang menggelincirkan kita.

Berkaitan hal tersebut, saya teringat arti dari doa Istikharah.

duaa-istikhaara
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan [yang tepat] kepada Engkau dengan ilmu [yang ada pada]-Mu, dan aku memohon kekuasaan-Mu [untuk menyelesaikan urusanku] dengan kodrat-Mu.

Dan aku memohon kepada-Mu sebagian karunia-Mu yang agung, karena sesungguhnya Engkau Mahakuasa sedangkan aku tidak berkuasa, dan Engkau Mahatahu sedangkan aku tidak tahu, dan Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib.

Ya Allah, sekiranya Engkau tahu bahwa urusan ini lebih baik untuk diriku, agamaku, dan kehidupanku, serta [lebih baik pula] akibatnya [di dunia dan akhirat], maka takdirkanlah dan mudahkanlah urusan ini bagiku, kemudian berkahilah aku dalam urusan ini.

Dan sekiranya Engkau tahu bahwa urusan ini lebih buruk untuk diriku, agamaku, dan kehidupanku, serta [lebih buruk pula] akibatnya [di dunia dan akhirat], maka jauhkanlah urusan ini dariku, dan jauhkanlah aku dari urusan ini, dan takdirkanlah kebaikan untukku di mana pun, kemudian jadikanlah aku ridha menerimanya.

Doa Istikharah ini mengajarkan kita agar selalu membawa dimensi akhirat ke dalam segala keputusan-keputusan hidup. Agar tak hanya selamat di dunia, tapi juga di akhirat.

Oleh : Hermawan S

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s