Memang Begitulah Abu Al Hasan (Ali bin Abu Thalib)

Semua tahu, Ali Ra dan Muawiyah Ra terlibat perselisihan berkepanjangan. Perang Shiffin, Tahkim, dan sejumlah peristiwa lainnya menjadi saksi pilu gejolak hubungan keduanya.

Apapun alasan dan kondisi yang melatari perselisihan tersebut, Muawiyah tidak pernah berhenti mengagumi dan menaruh hormat sangat mendalam kepada sosok Ali bin Abu Thalib.

Beberapa saat setelah Ali syahid dibunuh Khawarij, Muawiyah kedatangan seorang tamu penting. Dia adalah Dhirar bin Dhamrah al-Kinani, salah seorang terdekat sekaligus pengikut setia Ali.

Sesaat kemudian Muawiyah berkata, “Jelaskan padaku, bagaimana sosok Ali menurutmu?!” Dhirar menjawab, “Kalau Amirul Mu’minin sudi, maafkan aku untuk tidak menjawabnya.” Muawiyah membalas singkat, “Tidak bisa!”

Dhirar berkata lirih, “Jika memang harus, maka baiklah, aku akan jelaskan, ‘Demi Allah, Ali adalah seorang yang berpandangan jauh, pendiriannya teguh, kata-katanya ringkas dan jelas, kebijakannya adil, ilmunya memancar dari sekujur tubuh, hikmahnya mengalir dari segala sisi.

Dia sangat menjaga jarak dari dunia dan keindahannya, tapi begitu merindukan malam dan kesunyiannya.

Demi Allah, derai air mata Ali kerap mengalir, pikirannya tenggelam dalam perenungan panjang. Ia selalu mengevaluasi diri dan berbicara dengan hatinya sendiri. Ia begitu suka berpakaian sederhana dan makan apa adanya.

Demi Allah, Ali selalu menempatkan dirinya sama seperti kami. Dia meminta kami duduk begitu dekat dengannya, apabila kami mengunjungi. Dia selalu menjawab, bila kami bertanya.

Akan tetapi, meski begitu dekat, kami jerih berbalas kata dengannya, karena wibawanya yang begitu hebat.

Senyuman Ali ibarat untaian mutiara yang indah tersusun. Dia sangat menghargai orang yang taat beragama dan begitu menyayangi orang-orang miskin. Orang kuat tidak dapat berharap akan kebatilannya. Sedang orang lemah tidak mungkin kehilangan harapan akan keadilannya.

Aku bersaksi atas nama Allah, aku pernah melihat langsung apa yang dilakukannya. Kala itu, malam sudah begitu larut dan bintang-bintang di langit pun hanya sesekali tampak berkedip.

Aku melihat sosok tubuh Ali bergerak ke kanan dan ke kiri di tempat shalatnya, sembari tangannya menggenggam janggut. Ia tampak terguncang seperti orang kesakitan karena  terkena sengatan binatang berbisa. Dia menangis tersedu-sedu selayaknya orang menahan pilu. Aku pun seakan-akan saat ini masih mendengar suaranya berucap, ‘Ya Rabb, ya Rabb…,’ ia mengadu kepada-Nya.

Selang beberapa saat kemudian, dia berkata, seolah-olah berdialog dengan dunia, ‘Wahai dunia, apakah engkau mau menipuku, atau engkau ingin aku jatuh dalam pelukanmu? Itu mustahil, itu mustahil. Goda saja orang lain, jangan aku, karena aku telah menceraikanmu dengan talak tiga. Dunia! Umurmu terlalu pendek, keindahanmu terlalu hina, dan kebesaranmu terlalu rendah. Ah, betapa sedikitnya bekal yang kumiliki, padahal perjalananku begitu jauh dan jalan pun teramat terjal.'”

Mendengar penjelasan Dhirar yang begitu mengharu biru, Muawiyah pun tak kuasa menahan emosi. Ia menangis sangat hebat, hingga air matanya bercucuran membasahi janggutnya. Muawiyah terus berusaha menyeka air matanya dengan ujung kainnya sendiri, lalu berkata:

“Memang begitulah Abu al-Hasan (Ali), semoga Allah mengasihinya. ”

Muawiyah lalu berkata lagi kepada Dhirar, “Lantas, seperti apa perasaanmu kepadanya saat ini, wahai Dhirar?”

Dhirar menjawab lirih, “Seperti perasaan seorang ibu yang menyaksikan anak semata wayangnya dibunuh di atas pangkuannya sendiri. Air matanya tidak mungkin berhenti mengalir dan kesedihannya pun tak akan pernah pupus.”

(Ibn Qudamah, ar-Riqqah wa al-Buka’, 197-198)

Siroh Club Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s