bumi1

Mengindera Tuhan

Kita tentu pernah merasa kagum dengan sesuatu. Apakah itu seseorang karena kebesaran (ilmu dan kharismanya), atau kagum terhadap sesuatu yang besar seperti megahnya gedung pencakar langit, gunung-gunung yang megah menjulang, luasnya samudera membentang, atau tanpa batasnya langit menyelimuti pandangan. Sungguh ini adalah nikmat yang begitu besar, diizinkannya kita menikmati kebesarannya melalui tanda-tanda yang ada di sekitar kita.

Lalu, kita pun tertuju pada siapa yang menciptakan ini semua? Ya, tentu Ia-lah Allah, Al Akbar, Al Aziizul Jabbar, Al Mutakabbir. Sesuatu yang mampu kita indera telah mengagumkan kita. Besar, perkasa, kuat. Bagaimana dengan Tuhan? sanggupkah kita menginderanya?

Mari kita coba mengindera makhluk-makhlukNya dulu. Mencoba untuk metadabburi ayat-ayatNya, melalui segala kebesaran ciptaanNya.

Perbandingan Bumi dengan planet-planet terdekat seperti Merkurius, Venus, Mars & Pluto? (Silahkan dilihat gambar dibawah), ternyata Bumi masih LEBIH BESAR dibandingkan planet-planet tersebut.

bumi1Lalu bagaimana dengan planet setelahnya? Mari kita cek.

bumi2

Masya Allah, bumi kita yang besar ternyata masih kalah besar. Bagaimana dengan perbandingannya dg matahari?

bumi3

Masya Allah. Inilah galaksi Bima Sakti. Matahari sebagai bintang pusat sekaligus sumber energi di bumi dan tata surya kita.

Mari kita melihat menuju bintang lain.

bumi4bumi5Allaahu Akbar. Ini baru ciptaanNya. Butiran planet, bintang, matahari, galaksi yang berada di dalam lingkup langit yang hingga kini terus mengembang. Kekuatan seperti apa yang mampu mengatur seluruh alam ini kecuali Allah?

Sedikit tadabbur hadist yang pernah saya pelajari. Semasa Muhammad saw bermi’raj bersama Jibril menuju sidrotul muntaha, dalam riwayat shahih bukhari menyebutkan bahwa tidak ada aku (Muhammad saw) temui dalam setiap jarak 3 buah jari, kecuali di sana ada malaikat yang bertasbih dan bersujud mengagungkanNya. Masya Allah. Artinya bermilyar bintang betebaran di langit, disertai jumlah malaikat yang tak terhitung.

“Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. dan pada hari itu delapan orang Malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.” (QS. Al-Haaqah: 17)

Lalu apakah ada yang lebih besar dari ini? ada! Mari kita lihat.

Dari Ibnu Masud radhiallahu anhu dia berkata,

بين السماء الدنيا والتي تليها خمسمائة عام وبين كل سماء خمسمائة عام ، وبين السماء السابعة والكرسي خمسمائة عام ، وبين الكرسي والماء  خمسمائة عام ، والعرش فوق الماء ، والله فوق العرش لا يخفى عليه شيء من أعمالكم (رواه ابن خزيمة في ” التوحيد ” )

“Antara langit dunia dengan langit berikutnya berjarak lima ratus tahun dan jarak antara masing-masing langit berjarak lima ratus tahun. Antara langit ketujuh dengan Kursy berjarak lima ratus tahun. Sedangkan jarak antara Kursy dengan air berjarak lima ratus tahun. Arasy berada di atas air, sedangkan Allah berada di atas Arasy. Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya amal-amal kalian.” (HR. Ibnu Khuzaimah dalam At-Tauhid, hal. 105, Baihaqi dalam ‘Al-Asma wa Ash-Shifat, hal. 401. Riwayat ini dishahihkan oleh Ibnu Qayim dalam ‘Ijtima Juyusy Islamiyah’, hal. 100 dan Az-Zahaby dalam ‘Al-Uluw’, hal. 64)

Dalam riwayat lain yang shahih, dijelaskan bahwa perbandingan antara langit pertama dengan langit ke dua adalah seperti sebuah koin yang dilempar di atas luasnya padang pasir. Bagaimana dengan langit ke tiga? adalah seperti langit pertama dan kedua dijadikan satu, seperti koin dilempar ke padang pasir. Begitulah seterusnya hingga langit ke tujuh. Seluruh langit dijadikan satu lalu seperti koin yang dilempar di atas hamparan pandang pasir jika dibandingkan dengan Kurys dan Air. Dan yang terbesar dan terluas dari semua ciptaan Allah adalah Arsy.

“{ وهو رب العرش العظيم }

“Dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung”. (QS. At-Taubah: 119)

Maksudnya adalah bahwa Dia adalah pemilik segala sesuatu yang Penciptanya. Karena Dia pemilik Arasy yang agung yang menungi seluruh makhluk. Seluruh makhluk di langit dan dibumi serta apa yang terdapat di dalamnya dan di antara keduanya berada di bawah Arasy dan berada di bawah kekuasaan Allah Ta’ala. Ilmu-Nya meliputi segala sesuatu, dan kekuasaan-Nya terlaksana terhadap segala sesuatu, Dia adalah pelindung atas segala sesuatu.”

(Tafsir Ibnu Katsir, 2/405)

Allah Ta’ala berfirman,

الذين يحملون العرش ومن حوله يسبحون بحمد ربهم ويستغفرون للذين آمنوا ربنا وسعت كل شيء رحمة وعلماً فاغفر للذين تابوا واتبعوا سبيلك وقهم عذاب الجحيم (سورة غافر: 7)

“(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan Malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): “Ya Tuhan Kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, Maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala.” (QS. Ghafir: 7)

Mereka adalah makhluk yang besar.

Dari Jabir bin Abdullah dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda,

” أُذِن لي أن أحدِّث عن ملَك من ملائكة الله من حملة العرش ، إنَّ ما بين شحمة أذنه إلى عاتقه مسيرة سبعمائة عام ” (رواه أبو داود، رقم 4727 )

“Aku telah diizinkan untuk menyampaikan tentang para malaikat Allah pembawa Arasy. Sesungguhnya antara daun telinga dan lehernya berjarak tujuh ratus tahun.” (HR. Abu Daud, no. 4727)

Hadits ini dinyatakan oleh Al-Hafiz Ibnu Hajar, sanadnya berdasarkan syarat yang shahih (Fathul Bari, 8/665)

Arasy di atas Kursy, bahkan di atas seluruh makhluk.

Ibnu Qayim rahimahullah berkata,

“Karena itu, ketika langit meliputi bumi, dia berada di atasnya. Ketika Kursy meliputi langit, maka dia berada di atasnya. Ketika Arasy meliputi Kursy, maka dia berada di atasnya.” (Ash-Shawaiqul Mursalah, 4/1308)

Dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas dalam firman Allah Ta’ala,

وسع كرسيه السموات والأرض

“Kursi Allah meliputi langit dan bumi.” (Qs. Al Baqarah)

Dia berkata, “Kursy adalah tempat dua kaki, sedangkan Arasy tidak ada yang dapat memperkirakan ukurannya kecuali Allah Ta’ala.”

Mengindera ciptaanNya membuat kita semakin yakin bahwa Allah yang menguasai dan memiliki semua ini tiada yang menyamaiNya. inilah makna Allah Maha Besar (Akbar). Al Aziiz Al Jabbar, Al Mutakabbir. Sebagai mukmin, kita wajib mengimaninya. Mengidera Tuhan, ideralah ciptaanNya. Begitulah iman.

wallahu’alam bshwab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s