Tujuan Berilmu

Kajian IU Sabtu 22 Nov 2014
bersama Ust Farid Okbah.

Allah menurunkan Nabi dengan Ilmu bukan dengan harta. Surat an Nisa ayat 113. Ilmu ini adalah ilmu yang harus kita raih.

Apa yang diperoleh dari Allah dan RasulNya adalah absolute
Tidak mungkin dapat ilmu dari Allah itu diperoleh melainkan dari contoh Rasulullah SAW, seperti contohnya pada surat Al An’am 82 di mana para sahabat khawatir atas keamanan atas hidayah.

Diterangkan oleh Rasulullah dengan surat Luqman ayat 13. Para sahabat mempunyai pengertian dzalim yg dimengerti di ayat itu adalah dzalim kepada diri sendiri dimana pengertian sebenarnya dijelaskan dari Rasulullah adalah dzalim kepada Allah.

Itulah kenapa ilmu agama yg dijelaskan tanpa melalui Rasulullah shalallahu’alayhi wassalam pasti sesat.

Dzalim ada 3:
– Dzalim kepada Allah
– Dzalim kepada manusia
– Dzalim kepada diri sendiri

Contoh lain adalah ayat aqiimushshalat, dimana Nabi SAW menjelaskan dari awal s/d akhir. Contoh lain nya adalah ilmu waris.

Karena hanya Nabi SAW yg diberikan otoritas membawa petunjuk dan agama Allah, Al Qaf 9

Landasan agama harus al Qur’an dan Sunnah. Ilmu yang bersumber dari al Qur’an dan hadith2 Nabi yang merupakan wahyu dari Allah juga, tetapi disampaikan melalui ekspresi Nabi SAW

Sumber2 utama agama Islam:
– AL Qur’an
– Hadith Nabawiyah
– Hadith Qudsi -> Makna dari Allah, lafadznya dari Nabi SAW

Tujuan belajar ilmu, untuk menghindari dari kebodohan, Ilmu itu belajar tetapi berubah dan bermanfaat spt surat Ash Shura 52

Belajar ilmu ada tiga macam: (Ibnu Rajab al Hanbali)
1 Tidak pernah berubah sejak belajar ilmu, tidak ada realisasinya. Ini contoh dimana ilmunya akan menjadi ancaman.
2 Diawal tidak tahu dan ia belajar ilmu, sehingga ada perubahan di dirinya, namun masih batasan yang wajib-wajib. Disebut nya adalah Ashabul yamin
3 Diawal tidak mengerti dan belajar ilmu, sehingga ia bertotalitas untuk merubah dirinya dengan sami’na wa atho’na. Disebut dengan al Muqarrabun

Ulama ada tiga jenis:

1. Ulama yang memahami kebenaran ilmu al Qur’an dan Sunnah. Aalimun billah wa aalimun bi syariatillah. Dan ia berkomitmen menegakkan hal tersebut sekuat tenaganya
2. Ulama yang paham hubungan kepada Allah, tetapi tidak memahami syariat Allah. Aalimun billah.
3. Aalimun laa bisyariatillah. Ilmunya sebatas pemahaman namun tidak diaplikasikan

Ukuran Ulama, al Fatir 28, yaitu takut kepada Allah…

Mendalami ilmu agama adalah keharusan, untuk diri sendiri dan bermanfaat bagi orang lain….Surat Al Ashr…

Ilmu agama yang harus kita pegang, ada 8 point (Ilmu Al Qur’an & Sunnah):
1. Keyakinan bahwa Syariat Allah lah yang paling benar, yg diridhai oleh Allah sampai di hari kiamat.
2. Kesempurnaan Islam, yang tidak boleh ditambah maupun dikurangi.-> menerima Islam secara utuh, tidak perlu ditambah maupun dikurangin
3. Haram mengedepankan pikiran kita terhadap al Qur’an dan Sunnah
QS: Al Hujuraat: 1
4. Tunduk patuh secara totalitas. QS An Nisa 65
5. Wajib kembali al Qur’an dan Sunnah ketika terjadi perbedaan. QS An Nisa 59
6. Harus menolak segala ketentuan hukum yang bertentangan dengan Syariat.
7. Menutup segala pintu penambahan dalam Agama Islam
8. Amar ma’ruf Nahi Munkar

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya perumpaan hidayah dan ilmu yang Allah utusku dengannya adalah seperti hujan yang turun ke bumi, diantara bumi terdapat tanah yang baik, yang menyerap air lalu ia menumbuhkan padang gembala dan rerumputan yang tebal, diantara bumi terdapat tanah yang keras yang menampung air, maka dengannya Allah memberikan manfaat kepada manusia sehingga mereka bisa minum, memberi minum, dan bercocok tanam. Hujan itu juga turun diatas  tanah yang lain yang merupakan tanah tandus yang tidak menampung air dan tidak menumbuhkan padang gembala. Itulah perumpamaan orang yang memahmi Agama Allah, Allah memberinya manfaat dari apa yang Dia mengutusku dan perumpaan orang yang tidak sudi mengangkat kepala dengannya dan tidak menerima hidayah yang dengannya aku diutus.” (Muttafaqun ‘alaih)

Umat Manusia dalam menyikapi Islam:

Mu’min, berapa pun petunjuk yang diterima, ditampung dan dipraktekkan/dijalani/disampaikan. Ibarat tanah yang subur. QS Ibrahim 24-25. Pohon kurma, tidak pernah tumbang karena hujan, buahnya dapat dikonsumsi sepanjang tahun. Tanahnya adalah hatinya, akarnya adalah iman, buahnya adalah akhlak mulia.

*maaf ya hanya point2nya saja. Kurang naratif.. sedang belum sempat re-write.. :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s