Tabarruk itu Ciri Orang Beriman

Mustajabahnya do’a ada yang berkait tempat, ada yang berkait dengan waktu-waktu tertentu, ada juga yang berkait dengan tindakan kita. Berdo’a di Multazam (bagian dari Ka’bah yang berdekatan dengan Hajar Aswad) atau di dalam Ka’bah (Hijr Ismail sebenarnya bagian dari Ka’bah, tetapi sekarang berada di luarnya dan ditandai setengah lingkaran) merupakan contoh tempat yang sangat mustajabah untuk berdo’a. Itu sebabnya, jangan sia-siakan saat berkesempatan melakukan umrah atau haji.

Waktu yang mustajab untuk berdo’a misalnya sepertiga malam terakhir, bulan Ramadhan atau saat turun hujan. Adapun mustajabahnya do’a berkait dengan tindakan kita, misalnya do’a saat kita sedang bersujud, berpuasa atau tatkala sedang meminum air zam-zam. Yang terakhir ini merupakan kekhususan air zam-zam yang bersifat ta’abbudi, yakni keutamaan itu semata-mata karena dalilnya dan melakukan itu merupakan ketaatan serta kecintaan. Bukan berarti air zam-zam memiliki kandungan khusus yang menjadikan kita lebih berilmu, tapi khusyuknya berdo’a memohon kepada Allah Ta’ala saat meminum itulah yang paling penting.

Rasulullah Muhammad shallaLlahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ

“Air zam-zam sesuai keinginan ketika meminumnya.” (HR. Ibnu Majah).

Do’a apa yang kita mohonkan? Do’a apa saja. Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, ketika meminum air zam-zam, beliau berdo’a:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْماً ناَفِعاً ، وَرِزْقاً وَاسِعاً وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ

Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqan waasi’an wa syifa-an min kulli daa-in.

“Ya Allah, kami memohon kepada-Mu, ilmu yang bermanfaat, rizqi yang melimpah, dan kesembuhan dari setiap penyakit.”

Do’a ini termaktub dalam At-Targhib wat Tarhib. Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa riwayat tersebut dha’if. Tetapi makna do’a tersebut bersesuaian dengan sabda Nabi shallaLlahu ‘alaihi wa sallam:

مَاءُ زَمْزَمَ لمِاَ شُرِبَ لَهُ إِنْ شَرِبْتَهُ تَسْتَشْفِي شَفاَكَ الله ُوَإِنْ شَرِبْتَهُ لِشَبْعِكَ أَشْبَعَكَ الله ُوَإِنْ شَرِبْتَهُ لِقَطْعِ ظَمْئِكَ قَطَعَهُ اللهُ وَهِيَ هَزْمَةُ جِبْرَائِيلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ وَسُقْيَا اللهِ إسْمَاعِيْلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ

Air Zam-Zam sesuai dengan niat ketika meminumnya. Bila engkau meminumnya untuk obat, semoga Allah menyembuhkanmu. Bila engkau meminumnya untuk menghilangkan dahaga, semoga Allah menghilangkannya. Air Zam-Zam adalah galian Jibril, dan curahan minum dari Allah kepada Ismail.” (HR. Ad-Daruquthni & Al-Hakim).

Tabarruk (mengambil barakah) menggunakan air zam-zam termasuk hal yang dibolehkan sejauh yang kita lakukan tersebut tidak bertentangan dengan tuntunan. Berbanyak minum air zam-zam dan berdo’a dengan sungguh-sungguh setiap kali meminumnya merupakan cara tabarruk yang dibolehkan, dan bagi yang demam dapat diusapkan ke badan seraya berdo’a kepada Allah Ta’ala. Tetap ingat bahwa kepada Allah Ta’ala kita meminta dan dari-Nya segala pertolongan.

Berkenaan dengan barakahnya air zam-zam, Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّهَا مُبَارَكَةٌ إِنَّهَا طَعَامُ طُعْمٍ

“Sesungguhnya air zam-zam itu dibarakahi. Ia makanan yang mengenyangkan.” (HR. Muslim).

Inilah pegangan kita. Berbanyak minum karena meyakini sunnah merupakan kebaikan. Ia juga menjadi sebab barakah. Meminumnya dengan berdo’a dengan sungguh-sungguh karena memuliakan tuntunan Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam merupakan kemuliaan dan salah satu tanda kebaikan iman seseorang.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ آيَةً مَابَيْنَنَا وَبَيْنَ الْمُنَافِقِيْنَ أَنَّهُمْ لاَ يَتَضَلَّعُوْنَ مِنْ زَمْزَمَ

“Sesungguhnya tanda antara kita dengan orang-orang munafik adalah bahwasanya mereka tidak memperbanyak minum air zamzam.” (HR. Ibnu Majah, Ad-Daruquthni & Al-Hakim).

Boleh jadi seseorang merasa kurang dapat menikmati air zam-zam karena rasa. Tetapi jika ia benar-benar memuliakan sunnah, membenarkannya dan meyakini sepenuh hati, niscaya tak ada halangan baginya untuk berbanyak meminum air zam-zam dan berdo’a sepenuh kesungguhan saat meminumnya.

Semoga catatan sederhana ini bermanfaat dan barakah, terutama bagi yang sedang umrah atau bersiap berangkat umrah.
Oleh: Muhammad Faudhil Adzim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s