Kaidah Bermuamalah dengan Pemimpin

Islam adalah agama yang begitu mulia. Setiap syariat dan syarahnya memiliki kedalaman. Tak hanya ilmu, namun juga adab yang dari sanalah basis peradaban dibangun. Peradaban adalah satu kesatuan tatanan sosial yang berketuhanan dan berkeadilan, menempatkan segala sesuatu sesuai dengan tempat dan menempuh perjuangan, proses taqwa dan mujahadah sesuai dengan kaidahnya.

Banyak sekali amalan hidup di dunia ini. Islam mengatur dari sejak bangun pagi, bermuamalah, bersosial, beradministrasi, bertata kelola, bermasyarakat, berperang, berhukum, hingga berangkat tidur kembali.

Indonesia, adalah bangsa yang menempati urutan tertunggi tingkat kemajemukannya. Baik dari budaya, bahasa, ras, suku bahkan keyakinan. Meski bukan negara agama (kata mereka), setidaknya bangsa ini lahir karena semangat pengabdian yang tulus kepada Tuhan yang Maha Esa. Islam menjadi agama mayoritas yang berketuhanan (Allah) yang Maha Esa telah sekian lama mengharmonikan kehidupan di negeri zamrud khatulistiwa ini.

Namun, mayoritas tak menjadikan islam kokoh. Periodesasi kepemimpinan negeri ini pun masih mendapatkan ujian dari Allah. Ummat islam harus bersabar untuk memantaskan diri memimpin negeri ini, atau harus berjuang gigih mendudukinya. Selama kepemimpinan masih belum dipegang seorang mukmin yang alim, selama itu pula peluang kedzaliman besar terjadi.

Berikut ini nasihat kepada kita semua, dalam kaidah bertata-kelola masyarakat. Bagaimana menyikapi kepemimpinan. Ada 5, diantaranya adalah:

1. Sabar terhadap gangguan dan kezhaliman.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
“Barangsiapa yang melihat sesuatu yang dibenci dari pemimpinnya hendaklah ia bersabar” (HR. Muslim)

2. Tidak memberontak selama pemimpin tidak melakukan kekafiran yang jelas (nyata).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
“Sebaik-baik pemimpin kalian ialah yg kalian mencintai mereka dan mereka mencintai kalian, mereka mendoakan kalian & kalian mendoakan mereka. Dan seburuk-buruk pemimpin kalian ialah yang kalian membenci mereka dan mereka membenci kalian & kalian melaknat mereka dan mereka melaknat kalian.” Lalu dikatakan:”Wahai Rasulullah, tidakkah kami turunkan (lengserkan) mereka dengan pedang?” Maka beliau bersabda: “Tidak, selama mereka menegakkan shalat di tengah-tengah kalian.” (HR. Muslim)

3. Memberi nasihat scara sembunyi-sembunyi (tidak terang-terangan di hdapan umum).

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
“Barangsiapa yang ingin menasihati pemimpin, maka janganlah menampakkannya secara terang-terangan, namun hendaknya ia menyepi dengannya (untuk menasihatinya). Jika diterima itulah yang diharapkan, & jika tidak maka dia telah menunaikan kewajiban yang ditanggungnya.” (Dishahihkan oleh al-Albani dalam takhrij kitab as-Sunnah, 1097)

4. Tidak mencela dan menghina.

Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “Dahulu para (senior) dari kalangan shahabat Rasulullah, melarang kami mencela pemimpin.” (at-Tamhid, 21/287, Ibnu ‘Abdil Barr)

5. Mendoakan kebaikan.

Imam ath-Thahawi rahimahullah berkata, “Dan kami tidak berpandangan untuk memberontak para pemimpin kami dan pemerintah kami, sekalipun mereka zhalim, & kami tidak mendoakan keburukan atas mereka serta kami tidak melepaskan janji ketaatan dari mereka. Dan kami memandang bahwasanya taat kepada mereka adalah termasuk ketaatan kepada Allah Ta’ala, & (hukumnya adalah) wajib selama mereka tidak memerintahkan kemaksiatan. Dan kami mendoakan untuk kebaikan.

Mari kita semua, menyikapi dengan sikap terbaik terhadap pemimpin negeri ini. Ukurannya telah jelas rasulullaah shalallaahu alayhi wassallam paparkan. Jika dari semua ukuran tersebut di atas telah tiada, maka kita sebagai rakyat yang terdidik WAJIB menuntut hak, meminta pertanggungjawaban pemimpin dan menggantinya dengan yang lebih pantas. Karena bagi mukmin, kualitas dan kapasitas saja belum cukup. Harus beriman dan bertaqwa.

Wallahualam bshwb.

Akhukum fillaah, @agastyaharjuna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s