Indahnya Keluarga Tanpa Sherina Munaf

Melihat judulnya saja tentu kita yang belum mengikuti berita terkini akan bingung. Lho ada apa dengan Sherina? aktor fav pemirsa Indonesia dahulu yang sukses dengan film Petualangan Sherina dengan nyanyian-nyanyiannya kok ditajuk menjadi “indahnya keluarga tanpa sherina”?

Berikut ini tulisan menarik dari @opiniym untuk mengetengahkan duduk persoalan tentang Sherina, keluarga dan isu yang sedang ia bawa. Menarik ulasannya.

SEORANG rekan semasa kuliahnya begitu menyukai Sherina Munaf. Kala itu, nama penyanyi ini tengah melambung seusai membintangi filmPetualangan Sherina. Rekan saya ini mengagumi kualitas vokal berikut pelbagai bakat seni yang melekat pada sang bintang cilik.

Saya tidak tahu apakah dia menggemari sang bintang hingga berangan kelak anak-anaknya mengikuti jejak ataukah tidak. Kemampuan musikal teman saya memang memadai, termasuk kesungguhannya belajar biola. Sebuah keterampilan seni yang sepintas jarang diambil oleh para aktivis dakwah, apatah lagi kalangan Muslimah. Klik seni yang kuat, ditambah kecerdasan si bintang cilik, menguatkan asumsi saya bahwa dia bisa saja mengikuti segala perkembangan ‘idolanya’ semasa kuliah ini. Bukan buat dirinya, melainkan bagi buah hatinya.

 

sherina

Saya tidak pernah berkomunikasi lagi soal ini dengan rekan tadi. Pun belum meminta tanggapannya tentang perubahan sang ‘idolanya’ kala beranjak remaja beberapa tahun silam. Hanya saja, usai si eks bintang cilik itu meroket jadi penyanyi papan atas di negeri ini, sepertinya sang rekan tidak lagi intensif menyaksamai. Mungkin kesibukan sebagai dosen dan ibu, dia bisa lebih selektif dalam memilah idola bagi anaknya.

Saya tidak bisa membayangkan, sebagai ibu dia masih menerima kenyataan sang mantan idola ciliknya itu kini penyokong eksistensi ‘agama’ LGBT. Cerdas di satu sisi, saat yang sama mengikuti apa saja tren teranyar dari luar, sang bintang ini kian melekat sebagai sosok yang kurang ramah menjadi anutan.

Pelajaran berarti dari tulisan ini adalah: jangan pernah idolakan sosok selebritas mana pun yang masih cilik untuk anak-anak kita. Siapa tahu, di kemudian hari dia malah jerembabkan anak-anak kita. Ini muasalnya gara-gara kita yang dulu idam-idamkan bakat si seleb cilik. Atas nama kemampuan senilah atau olahragalah. Kita tidak pernah tahu bagaimana perjalanan mereka. Cukup kita kenal nama saja; bilapun tidak, tidak penting dan tidak ada kerugian apa pun.

Jalur seni memang menggiurkan banyak orangtua untuk menuruti dan memetik inspirasi. Dalam hati banyak orangtua Muslim, ada keinginan andai anak-anaknya seperti mereka yang mengorbit sebagai bintang cilik. Padahal, bintang cilik dalam seni acap kali hadirkan berita kepedihan. Betul, ada beberapa kasus sukses, tapi adakah yang pantas di antara alumnusnya itu yang cerminkan akhlak baik? Justru mantan bintang cilik yang beralih jalurlah yang memungkinkan adanya keteladanan baru.

Kebintangan sering kali diparameteri dengan popularitas. Sungguh kasihan orangtua yang menekankan hal ini. Sementara, prestasi akademis atau bahkan keimanan si anak, kurang jadi sorotan. Celakanya, mereka tergiur dengan tayangan media yang menyajikan ‘teladan’ sementara. Ya, bocah-bocah belum paham dosa itu jadi komoditas industri budaya kapitalis. Dan kita, umat Islam, banyak mengikuti sebagai makmum; setidaknya buat anak-anak kita di dalam benak dan sanubari. Sungguh celaka bila karena saking fanatik pada si bintang, apa saja yang diserukan diamini. Termasuk bintang dimaksud di awal tulisan ini, saat menyerukan dukungan pada ‘agama’ dan gaya hidup ala kaum Nabi Luth. Saya yakin, keluarga rekan saya tadi pun bakal lebih indah ketika tiadanya lagi poster, nyanyian, kicauan, dan segala pernak-pernik dari selebritas penghamba LGBT tersebut. []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s