buku

Tadabbur Q.s Al-Maidah : 51

Tadabbur Al-Ma`idah 48 – 52

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله الكريم الرحمن علم القرآن خلق الإنسان علمه البيان.
أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا رسول الله.
اللهم فصل وسلِّم وبارك على نبينا وحبيبنا وشفيعنا وقائدنا ومولانا محمد صلى الله عليه وسلم وعلى آله وصحبه وسلم.
ياأيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأتنم مسلمون.
Sidang Jum’ah rahimakumullah
Keberhasilan kita dalam forum jum’atan ini diukur dari tingkat ketakwaan kita setelah ini. Kalau tambah ketaatan kita kepada Allah, maka berhasillah shalat Jumat kita dan insyaallah satu Jumat kita akan berbahagia. Tapi jika prosentasi ketakwaan kita tidak bertambah kepada Allah subhanahu wataala dalam keseharian kita, maka sengsaralah kita. Sengsara tanpa panduan ayat-ayat Allah subhanahu wataala.
Khutbah Jumat pada hari ini adalah memahami kembali tentang Surah Al-Ma`idah, khususnya Al-Ma`idah ayat 51 yang tadinya menjadi perbincangan yang hangat, dan bahkan bisa mengarah kepada perubahan arah kalau kita tidak sungguh-sungguh memahami ayat dan peristiwa ini secara baik. Nanti setelah ini para jamaah shalat Jumat silakan membaca dari Surah Al-Ma`idah ayat 48 yang akan saya bacakan secara jelas- sampai ayat 52 minimal. 

Kenapa ini perlu saya tekankan latar belakang khutbah ini, tentu sama-sama kita ketahui, dan saya baru kembali dari beberapa kota di Medan, panglima-panglima lapangan yang resah mengikuti banyak jamaah dan simpul-simpul tokoh ini bisa menggerakkan cara yang destruktif secara sosial.
Sesungguhnya umat Islam adalah umat yang menginginkan kedamaian. Umat Islam di Indonesia ini adalah umat yang berkemajuan dan insyaallah ke depan akan menjadi model kemajuan bagi bangsa-bangsa lain yang ada Islam di bawahnya.

Selanjutnya, latar belakang ini, perlu Anda ketahui ada yang menabuh genderang yang berbahaya. Berbicara masalah Al-Ma`idah ayat 51, kalau ingin baca dari ayat 48, ini mau tidak mau akan terjadi persimpangan yang sangat tajam, baik di kalangan orang Islam sendiri, maupun non-muslim, khususnya ahlul kitab. Ini akan menjadi titik pembeda, siapa yang fasiq, munafiq dan siapa mu`min. Jika kita tidak berpandukan al-Qur`an, ini bisa rusuh nantinya.
Karena latar belakang ini, dalam khutbah ini saya berkepentingan dan mudah-mudahan khutbah Jumat ini nanti disebar untuk menjadi panduan bagi umat Islam dalam menyikapi persoalan ini agar bukan cuma agama yang kita pikir tapi bertambah keimanan dan bertambah pula kemajuan peradaban umat Islam di Indonesia.
Tapi jika salah, ini akan bermasalah sampai ke tingkat bukan cuma RT/RW sekarang yang mendeteksi masalah keamanan yang mulai resah tapi sampai ke tingkat rumah tangga.

***
Baik, saya ingin cerita sedikit tentang Madinah di mana diturunkannya ayat ini, yang menjadi latar belakang turunnya ayat ini.

Pertama kali yang tinggal di Madinah bukanlah orang Arab, tapi Yahudi dan Nashrani yang berada di daerah-daerah strategis sebelum ada orang Arab di Madinah.
Sistem sosial yang berlaku di Madinah sebelum datang orang Arab adalah sistem Yahudi baru kemudian datang orang Arab, terutama pasca runtuhnya bendungan Marib. Bendungan yang membuat orang Arab sejahtera.
Jadi kalau berjalan dari Yaman ke Syam selama 40 hari 40 malam, orang-orang yang melakukan perjalanan panjang ini tidak perlu takut lapar karena bendungan ini menjadi pengairan yang menyuburkan tanah. Jadi kalau ada istilah: Suburnya Mesir dan Sudan adalah hadiahnya sungai Nil sebagaimana pepatah bahasa Arab- maka suburnya Yaman sampai Syam adalah karena bendungan Marib yang kemudian runtuh.
Bendungan Marib ini runtuh, ini saya ceritakan karena terkati dengan kondisi Indonesia. Runtuhnya bendungan Marib yang merupakan sumber daripada ekonomi masyarakat Yaman sampai Syam ini digerogoti pondasinya oleh tikus. Sehingga orang dari Yaman sampai Syam itu bermasalah ekonominya karena tikus yang menggerogoti pondasi pada bendungan ini akibat kesombongan mereka dan mereka sudah jauh dari Allah subhanahu wata’ala.

Pondasi ekonomi Indonesia tentu ada tikusnya tersendiri yang bergerak destruktif. Indonesia akan kehilangan keberkahannya. Ini kasus yang ada di Indonesia.

Kemudian lanjutan dari kisah tadi- datanglah orang Arab ke Madinah. Di Madinah mereka tinggal sebagai pendatang di daerah-daerah yang tidak strategis dan mereka tunduk pada sistem Yahudi yang saat itu tingkat kelicikannya sangat tinggi. Seperti kita dengar pertikaian antara suku Aus dan Khazraj. Orang Yahudi ada Bani Nadhir, Quraidhah, dan Qainuqa yang sering memperalat Arab ini.
Kemudian, datanglah Islam ke Madinah. Tercerahkan (penduduknya). Sampai kemudian, eksislah Islam di Madinah dan Yahudi mulai cemburu. Sifat mereka yang licikpun terus dikembangkan. Rasul kemudian membuat Piagam Madinah sebagai perjanjian Islam yang rahmatan lil alamin. Tapi tetap saja Yahudi adalah Yahudi.
Apa yang terjadi? Perang Uhud. Dari seribu pasukan Uhud, ada 300 orang yang mangkir karena terprovokasi oleh Yahudi ini.
Perang Uhud terjadi, banyak nyawa hilang. Syuhada Uhud ada 70 orang. Perang Uhud ini motifnya sebetulnya karena desakan orang-orang muda yang ingin offensif karena tidak ikut di perang Badar dan menginkan syahid.
Mereka mendesak Rasul jangan mengambil posisi bertahan. Orang muda ingin posisinya offensif akhirnya ketemu di tengah setelah didemo usai shalat Jumat. Jadi demonstrasi juga pernah terjadi di zaman Rasul ketika anak-anak muda ini ingin agar rasul tidak menggunakan strategi defensif.
Rasul akhirnya berkata, Oke kita ambil di tengah. Di perbatasan Madinah, persis di gunung Uhud. Biasanya Rasulullah dalam peperangan selalu mencari posisi strategisnya itu dari dua sisi: 1. Menguasai perbukitan. 2. Menguasai air sebagai sumber logistiknya.
Dalam perang Uhud akhirnya kalah, dalam pengertian awalnya, akhirnya menang tentunya. Di mana sisi kalahnya? Karena 50 pemanah yang diamanahkan jangan turun, tergiur ghanimah (harta rampasan perang).
Inilah yang terjadi pada sebagian umat di Indonesia saat ini. Kira-kira begitu. Ingin mendapat ghanimah. Sehingga tidak berposisi sebagai muslim nasionalis yang berdaulat di negerinya sendiri. Dia jual negeri ini untuk dapat uang dengan semua embel-embel agamanya. Sebenarnya kebanyakan orang kita itu imannya setipis uang kertas (meminjam puisinya Gus Mus). Ini yang terjadi. Karena umat kehilangan harta, nyawa, dan luka-luka belum kering, pasukan murni kafir sudah siap di luar Madinah di daerah Hamra namanya, ada perang lanjutan sebetulnya.

Jadi ancaman orang Islam usai perang Uhud itu masih ada lagi satu peristiwa. Sehingga orang-orang munafiq 300 yang tidak ikut perang dan dia berislam itu melihat orang-orang Islam pulang dalam keadaan terpecah walau masih berlangsung situasinya merasa dirinya di atas angin. Kemunafikannya bertambah.
Kenapa bertambah kemunafikannya? Karena melihat orang 300 ini eksis, bersatu, kuat ekonomi, melihat umat Islam terpecah belah, susah, kehilangan nyawa dan harta, maka berpihaklah kepada Yahudi. Itu situasinya. Turunlah Surah Al-Maidah ayat 51:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ ٱلۡيَهُودَ وَٱلنَّصَٰرَىٰٓ أَوۡلِيَآءَۘ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٖۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمۡ فَإِنَّهُۥ مِنۡهُمۡۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّٰلِمِينَ ٥١
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS. Al-Ma`idah: 51).
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ ٱلۡيَهُودَ وَٱلنَّصَٰرَىٰٓ أَوۡلِيَآءَۘ
“Hai orang-orang yang beriman janganlah kau jadikan Yahudi dan Nashrani sebagai auliya!” Pendefinisian tentang auliya di Indonesia ini terjadi kontroversi. Ributlah masing-masing pihak. Orang mukmin punya definisi sendiri; yang fasiq punya definisi; yang munafiq juga masih abu-abu, dia akan membuat tafsir sendiri setelah ini. Ini menunjukkan ada persimpangan berbahaya mulai dari dasar ideologi tentang auliyā ini.

بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٖۚ
“Sebagian mereka menjadi pemimpin sebagian yang lain.” Jadi demikian, Allah yang mau, kita ini memang sudah dibagi. Kalau Allah berkehendak, dijadikanlah kamu umat yang bersatu. Tapi Allah tidak mau itu. Allah mau Yahudi dan Nashrani ada sebelum kalian dengan segenap kondisi porak-porandanya kemudian kamu datang dan kamu harus memimpin dirimu sendiri. Jangan menjadikan mereka sebagai pemimpin karena mereka sudah berasal dari sesuatu yang berbeda.
Kalau tidak percaya, Anda jalan ke Eropa atau Amerika bagaimana cara mereka memandang Anda. Anda adalah orang yang beragama keturunan budak yang bernama Hajar. Budaknya Sarah. Dari awal sudah seperti itu cara pandangnya. Suka atau tidak suka, kalian ini umat Islam adalah orang-orang yang beragama keturunan budak. Dan Anda bagi orang Yahudi adalah dalam doktrin protokol mereka menzinahi ghayyim (orang Yahudi laki-laki menzinahi muslimah) itu dapat pahala. Ghayyim ini kafir dalam bahasa mereka.
بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٖۚ
“Masing-masing sudah ada pemimpinnya.”

Dalam sejarah, Nabi Musa alaihis salam menikah dengan putri Syuaib alaihis salam. Musa dari keturunan Bani Israil, sedangkan Syuaib alaihiss salam dari keturunan Arab. Jadi, Arab dengan Israel, dulu pada zaman Nabi Syuaib alaihissalam sudah damai sebetulnya. Jadi kehidupan itu sudah berlangsung. Setelah zionis datang pasca perang dunia kesatu, dan dunia diporak-porandakan lagi karena superioritas dan kesombongan yang mereka lakukan.
Indonesia damai. Jakarta Utara sewaktu saya kecil damai. Kenapa kemudian situasi menjadi seperti ini? Ini adalah ujian bagi umat Islam di Indonesia dan ini adalah persimpangan yang tidak mudah umat Islam melewatinya kecuali dengan izin dan pertolongan Allah subhanahu wata’ala.

Saya setelah melihat ayat 48 sampai ayat 52 ini menjadi terus terang- worring jadi ngeri. Kalau umat Islam baca al-Quran baik-baik . Saya lanjutkan:

بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٖۚ
“Sebagian kalian menjadi pemimpin sebagian yang lain.”
وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمۡ فَإِنَّهُۥ مِنۡهُمۡۗ
“Barangsiapa menjadikan Nashrani dan Yahudi sebagai pemimpinnya, maka Allah menganggap dia bagian dari Yahudi atau Nashrani, mau atau tidak. Karena dia dipimpin, mau tidak mau harus mengikuti aturan si pemimpin, budaya si pemimpin. Undang-undang ditafsirkan berdasarkan persepsi dan ideologi si pemimpin. Misalnya, bagi dia (Ahok) daripada kamu takbiran malam-malam, bikin rusak dan kecelakaan, mendingan kamu mengadakan Jakarta Festival Night. Dia tidak melihat ini sebagai syiar tapi baginya ini adalah sebagai senang-senang. Beda persepsinya.

Di Indonesia umat Islam adalah umat yang paling toleran. Insyaallah sampai hari ini kita tetap toleran. Tapi nanti umat Islam tidak bisa mentoleransi intoleran. Ini yang harus dipahami. Umat Islam tidak akan mentoleransi orang-orang yang intoleran. Ini batasannya toleransi dalam Islam:
{لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ} [الكافرون: 6]
Batasan toleransi ideologisnya adalah tidak mentolerir intoleran.
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّٰلِمِينَ ٥١

“Sesungguhnya Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang dzalim.” Para ulama menafsirkan bahwa kenapa tidak boleh menjadikan Yahudi dan Nashrani sebagai pemimpin? Karena sejarahnya dari dulu sampai sekarang berkhianat. Bahkan di ayat lain dijelaskan:

{قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ} [آل عمران: 118]

“Apa yang disembunyikan dalam hatinya ini jauh lebih besar. Ini bukan Bachtiar Nasir yang berbicara. Ini adalah informasi dari Pencipta manusia; informasi dari Tuhan yang menciptakan orang Yahudi dan perasaan orang Nashrani. Mereka, Permusuhannya di permukaan kelihatan, yang disembunyikan dalam hatinya jauh lebih besar.

Sidang Jumah rahimakumullah
Saya mau balik ke sejarah yang melingkupinya dulu. Dari ayat 48 supaya kita kemudian aware (sadar) kemudian tahu apa yang akan dilakukan.

{وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ} [المائدة: 48]
“Dan Kami telah menurunkan al-Qur`an dengan membawa kebenaran, isinya benar, prosesnya benar, dan turun dari Yang Maha Benar al-Haq. Jadi al-Qur`an itu isinya benar.”

Hermeneutika adalah sebuh metode ilmiah yang berangkat dari curiga, cocok diterapkan di Bibel. Karena semua orang sudah sepakat termasuk Yahudi dan nashrani- bahwa sudah ada sisipan kata-kata manusia di dalam Bibel. Sehingga untuk menangkap pesan Tuhan yang asli, perlu pendekatan curiga terhadap ayat suci. Beda dengan al-Qur`an yang disebut la raiba fihi.

Kalau Anda sudah curiga pada al-Qur`an, maka tidak akan dapat apa-apa dari al-Qur`an karena tidak ada keraguan di dalamnya. Jadi, secara metodologi berbeda. Karenanya ada tadabbur, ahli tafsir metodologinya pun diajarkan, cara bacanya pun jangan terlalu cepat supaya Allah kumpulkan pemahamannya di dalam hati kamu dan dibacakan lagi supaya kamu gampang loading-nya. Ini sesuai dengan firman Allah:

{ لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ (16) إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ (17) } [القيامة]

Metode kedua, metodologi memahami al-Qur`an ketika membacanya juga dijelaskan

فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ (18) ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ (19)

Baca al-Qur`an itu jangan menggunakan pendekatan luar al-Qur`an dengan kitab yang lain, karena bila demikian maka kamu akan kacau, terpelanting. Bacaan al-Qur`an persis seperti yang Allah bacakan kepada Jibril kemudian dibacakan kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, kemudian dibacakan pada sahabat, tabiin, tabi`ut tabiin dan seterusnya hingga sekarang. Cara membaca huruf dari mana keluarnya huruf diujarkan.

Kadang ada imam bacaannya yang buat sebel karena bacaannya pakai khaitsum (suara yang berasal dari rongga hidung) semua. Karena dia tidak belajar dari guru. Orang demikian tidak akan dapat yang namanya tsumma alaina bayanah. Keterangannya kamu tidak dapat. Untuk mendapat bayanah dari Allah, keterangan tafsir yang benar harus fattabi qur`anah, ini al-Qur`an.
Apa fungsi al-Qur`an di hadapan Bibel dan kitab suci yang lain yang masih ada? Ada dua fungsi al-Qur`an di hadapan Bibel minimal: Membenarkan apa yang sebelumnya (yaitu kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya), jadi fungsi al-Qur`an adalah melestarikan nilai-nilai universal yang ada dalam Taurat dan Injil. Andai tidak ada al-Qur`an, habis itu Injil dan Taurat bacaannya diporak-porandakan oleh mereka ditafsirkan sesuai hawa nafsunya.

Yang kedua, apa fungsi al-Qur`an? Adalah sebagai, Batu ujian bagi kitab-kitab yang lain, untuk memelihara sekaligus menguji kebenarannya.

Jadi, kalau belajar ilmu Perbandingan Agama, tujuannya bukan agar tambah kacau agamamu. Padahal kuliah jurusan Perbandingan Agama. Sebab setelah kuliah Perbandingan Agama tambah tidak shalat atau cara ibadahnya seperti orang Yahudi dan Nashrani. Tidak begitu.

Mempelajari al-Qur`an, Bibel, sebagai perbandingan di sini sebetulnya adalah kalau tidak cocok dengan al-Qur`an, apa yang ada di Taurat dan Injil itu pasti tidak benar. Sebetulnya juga tidak perlu baca lagi. Umar dimarahi Rasulullah ketika membaca Taurat. Ia ingin tahu isinya taurat. Buat apa baca itu? Semua sudah Allang rangkum yang meluruskan yang bengkok, di situ sudah ada semua kontennya. Itu dua peran al-Qur`an di hadapan kitab yang lain.

Maka putuskanlah perkara di hadapan mereka itu menurut yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang sudah ada pada kamu. Misalnya, Al-Ma`idah 51. Jangan ditinggalkan, pakai itu. Saya berbicara ini tidak punya tendensi politik.
Saya Bachtiar Nasir tidak menjadi timses Agus, tidak menjadi timses Anies. Bahkan saya berbicara, tidak penting petahana ini jatuh atau naik lagi. Tidak penting buat saya. Yang penting buat saya adalah kalau AL-Ma`idah 51 sudah ditegakkan di Indonesia insyaallah baldatun thayyibatun, warabbun ghafur gemah ripah loh jinawi, kedamaian, rahmatan lil alamin akan tegak di Indonesia ini.

Ini umat Islam masih bodoh saja, damai Indonesia, bagaimana kalau umat Islamnya pintar? Ini umat Islam masih kacau shalatnya, bagaimana kalau shalatnya baik? Indonesia ini akan menjadi mercusuar peradaban Islam dan akan membawa kemajuan di dunia ini. Allahu akbar.

Kenapa jangan tinggalkan al-Qur`an?

Karena, Untuk tiap-tiap umat di antara kamu Kami berikan aturan dan jalan yang terang, jadi masing-masing punya aturannya. Kamu harus dipimpin orang kamu, dan dia harus dipimpin sama orang dia.
Di Amerika, demokratis kalau ada orang Katolik milih orang Katolik. Demokratis kalau orang jew christian milih orang sesukunya. Itu demokratis. Tidak salah di Amerika kalau orang Katolik hanya mempromosikan orang Katolik. Tidak dibilang SARA kalau orang Jawa yang dominan di Jakarta ini milih orang salah karena bagian dari domokrasi. Kita yang dibodoh-bodohi selama ini. Karena populasi pemilih muslim di Jakarta ini sampai 93%.

Jadi sebetulnya yang membuat ini SARA adalah yang 7%. Demokratis kalau umat Islam ini memilih sesama umat Islam. Yang SARA itu kalau dia warga Indonesia non-muslim dilarang ikut PILKADA, itu SARA. Dia boleh ikut. Tetapi muslim memilih muslim, ini bukan SARA. Ini demokratis.
{وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ (49)

Bahkan perintah-Nya, “Maka putuskanlah perkara mereka menurutu yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, ini kalau Dia mau, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat saja, tidak perlu ada Yahudi, Nashrani dan muslim kalau Allah mau.

Lalu apa maunya Allah, kenapa mesti ada Yahudi, Nashrani dan Muslim? Misalkan orang-orang yang putus asa: Sudah tinggalkan saja agamamu jadi orang Indonesia saja. Sudah jadi orang Indonesia saja, tinggalkan saja agamamu. Ini putus asa bahasanya. Indonesia ini tidak ada tanpa Islam. Bunyi sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Indonesia atas berkat siapa kemerdekaan, Rahmat Allah. Ini perumpamaan saja, kalau Anda sudah tidak mau pakai agama, Anda sudah bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Sebab, beragama itu dijamin di Indonesia ini. Jelas. Jadi jangan mau dikeluarkan dari agamamu.

Lalu kenapa harus ada Yahudi, Nashrani dan Muslim? kata orang yang putus asa, Tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberiannya kepadamu. Oke. Ujian Yahudi, Nashrani, dan muslim ini goalnya apa ya Tuhan?, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan! Bukan lomba-lomba siapa yang paling anarkis, bukan lomba banyak-banyakan, lomba keras-kerasan takbir, bukan.

Fastabiqul khairat, bukan digunakan sesama muslim. Seringkali pemahaman ayat ini kacau. Berlomba-lomba dalam kebajikan itu antara muslim dan non-muslim. Artinya, muslim harus lebih tertib, bersih, aman, disiplin, damai, baik, lebih terjaga, menjaga ketertiban dibanding yang lain. Ini maksud kenapa dijadikannya kamu berbeda-beda.

Ditekankan sekali lagi: yang pertama, Jangan mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang ada pada kamu. Ini tadi yang saya bilang bahaya, kalau kita tidak pandai memanfaatkan peristiwa ini secara qur`ani ini akan rusuh. Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah kepadamu. Indonesia ini tidak rusuh, Jakarta tidak rusuh, kalau orang Islam tidak dibilang SARA memilih pemimpin muslim. Tapi, kalau umat Islam sudah dibilang SARA memilih muslim, ini kiai-kiai tidak bisa bisa lawan kalau pihak pesantren menyerang kalau itu dianggap SARA.

Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka! Cuma setelah ini dijelaskan pada ayat selanjutnya, dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang diturunkan Allah kepadamu, ini nih sekarang luar biasa, kamu sedang dikeluarkan dari agama kamu, keinginan kamu dari berbagai macam manuver dan ini akan ada korban. Quran yang mengatakannya. Akan ada korban dari orang fasiq dan munafiq dan ini akan ada perang statemen secara ideologis.

Saya beri tahu lanjutannya, jika mereka berpaling dari hukum yang Kami turunkan, ini pasti ada yang berpaling dari kalangan orang munafiq sebagaimana yang terjadi di Madinah, maka ketahuilah sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Ini yang menjadi corong untuk menyerang Islam padahal dia muslim, dia pasti menyesal akibat dosa-dosanya. Kita lihat situasi semakin berkembang.

Sidang Jumat rahimakumullah
Saya ingin tutup, lalu setelah Al-Ma`idah 51 ini akan ada apa menurut al-Qur`an. Apa terawang al-Qur`an dilemparnya isu berbahaya ini? Ini bola panas sebetulnya. Kalau orang itu mengerti, terus terang setelah membaca ayat ini ini adalah masa penuh dilema dan nanti bagaimana ke depan supaya kamu terang dalam mengambil keputusan. Beruntunglah orang yang beriman kepada al-Qur`an.
Apa yang akan kamu lihat ke depan?
{فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَى أَنْ تُصِيبَنَا دَائِرَةٌ فَعَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِنْ عِنْدِهِ فَيُصْبِحُوا عَلَى مَا أَسَرُّوا فِي أَنْفُسِهِمْ نَادِمِينَ} [المائدة: 52]

Dalam kondisi seperti ini sebagaimana dulu terjadi di Madinah pada masa Rasulullah, “kamu akan menyaksikan orang-orang yang sakit hatinya,” ada penyakit dalam hati orang munafiq, “akan bersegera mendekat kepada mereka (Yahudi dan Nashrani), orang munafiq dalam kondisi ini merasa kesal. Kenapa begitu? Ayat yang menjelaskan, Kami takut tertimpa mushibah, (Kalau kami tidak mendekat kepada mereka) kami tidak akan dapat proyek, rezeki, kami akan susah, intervensi asing, proyek-proyek infrastruktur akan susah semua karena mereka yang menguasai ini semua proyek-proyek. Indonesia akan bangkrut, akan kacau akan chaos dan seterusnya.

Ujung ayat ini langsung Allah menjawab, tidak usah khawatir dengan kepengecutan mereka itu. Kalau ditanya, manau yang lebih dahulu ada, kita apa makanan yang telah disediakan Allah untuk kita di bumi? Tentu kita terlebih dahulu. Kamu lahir telanjang tidak membawa apa-apa kok takut. Apa yang dimiliki oleh oleh para pahlawan Indonesia sehingga mewariskan Indonesia seluas ini, apa senjata mereka? Cuma menggunakan bambu runcing, atau senjata rampasan. Yang mereka punya adalah Allahu akbar, merdeka atau mati. Jepanga, Hirosima Nagasaki dibom akhirnya pulang begitu saja. Ini persis kisah Nabi Musa alaihissalam dikejar Firaun semua panglimanya ikut ditenggalam ke laut karena Allah hendak mewariskan negeri gemah ripah loj jinawi kepada orang Mesir yang saat itu tertindas.

Allah punya kuasa, jadi jangan takut. Lalu sosulinya bagaimana? Jaga amanah di Indonesia, jangan kehilangan agamamu, terus pertahankan Undang-undang Dasar 1945 NKRI dengan nyawa dan darahmu. Keluarkan hartamu untuk Indonesia ini bagian dari jihad fisabilillah.

Ketika mereka bawa uang tak berseri untuk Indonesia membayar para pengkhianat-pengkhianat negeri ini, menjual bangsa ini, satu orang asing punya 5 juta hektar tanah di Indonesia, ini tidak berkeadilan sosial.

Kalau kamu berjuang, Allah akan berikan kemenangan kepadamu, sebagaimana Allah berikan kemenangan di Madinah kepada Rasulullah. Tapi kalau kamu malas berjuang, atau kamu terlalu lemah, Allah berkata, kalaupun dia tetap berkuasa, Allah punya urusan lain yang akan diberikan-Nya kepada kamu, itu yang kedua. Apa? Mereka kira setelah berkuasa bakal dapat apa-apa. Allah bilang di dalam ayat ini di dalam tafsirannya, mereka akan putus asa, mereka akan kehilangan angan-angannya, akan dapat pepesan kosong, makan angin dia. Asal kita konsisten dengan aturan-aturan yang ditetapkan. Bersama untuk Indonesia, dan berpegang kepada Allah subhanahu wataala. The end.

Ujung dari semua cerita ini nanti, mereka akan menjadi menyesal, sekarang ini mereka lagi bermanuver melempar isu dengan membuat goncangan dengan rahasia-rahasia tersembunyi Allah bilang, mereka akan menyesal, dengan semua yang disembunyikan dari semua rencana-rencana, propaganda, dan agenda-agenda yang diarahkan ke Islam. Isnyaallah Indonesia bangkit dan jaya bersama Islam dan umat Islam yang senantiasa seiman dan meberikan peran-perannya.

Barakallahu li walakum fil qur`anil karim wanafaani waiyyakum bima fihi minal ayaati wad dzikril hakim wataqabbal minna waminkum tilawawatahu innahu huwal ghafurur rahim.
الحمد لله وكفر والصلاة والسلام على رسوله المصطفى وعلى آله وصحبه ومن تبعهم الي يوم الوفاء. اتقوا الله حق تقاته فقد فاز المتقون

Bertakwalah maka kamu akan menang.

Di khutbah kedua saya akan memberikan sedikit kesimpulan.

Kenapa Allah harus turunkan Surah Al-Ma`idah 51?  kenapa Indonesia digoncang dengan Al-Ma`idah 51?

Ini bukan kebetulan. Ini bukan soal keplesetnya lidah. Kalau jadi isu nasional, bahkan menjadi isu internasional. Ini rekayasa Allah. Anda mau tahu kenapa ada gonjang-ganjing Al-Ma`idah 51 karena ada yang ingin berbuat seperti yang ada dalam Al-Ma`idah ayat 50:
{أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ} [المائدة: 50]

“Apakah hukum jahiliyah yang akan mereka kehendaki,” tidak ada lagi Ketuhanan Yang Maha Esa. Ketuhanan saja. Mau Tuhannya kodok, tembok, binatang, pokoknya bertuhan. Tidak penting Kemanusian Yang Adil dan Beradab. Tapi hapus adil dan beradabnya, pokoknya manusia. Bahwa kelakuan seperti binatang, cara makannya seperti hewan, tidak penting. Yang penting kemanusian saja. Dia maunya persatuan global, tidak mau ada persatuan Indonesia. Karena kalau orang Indonesia bersatu, akan kuat. Dia mau persatuan saja.
Dia tidak mau Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat. Hapus semua. Tidak perlu hikmah, kebijaksanaan, dalam permusyawaratan perwakilan. Cukup kerakyatan yang dipimpin oleh yang populer, punya duit, puya uang. Dia tidak mau ada keadilan sosial. Keadilan hanya bagi yang menang.

Dan hukum siapakah yang lebih baik dibanding hukum Allah bagi orang-orang yang yakin kepada Allah. Al-Hakamu al-Adl, Penentu huku, Pemutus perkara yang paling adil ini.
(Khutbah Jumat Ust Bachtiar Nasir, Tebet 21/10/2016)

One thought on “Tadabbur Q.s Al-Maidah : 51”

  1. عليه الصلاة والسلام.

    ‏‫من جهاز الـ iPhone الخاص بي‬

    في ٢٣‏/١٠‏/٢٠١٦، الساعة ٤:٣٥ ص، كتب ‏Mujahid Kecil ‏<comment-reply@wordpress.com>:

    agastya harjunadhi posted: “Tadabbur Al-Ma`idah 48-52 (Ustadz. Bachtiar Nasir, Lc) السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الحمد لله الكريم الرحمن علم القرآن خلق الإنسان علمه البيان. أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا رسول الله. اللهم فصل وسلِّم وبارك على نبينا وحبيبنا وشفيعنا وقائدنا “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s