Jumat di Dzulhijjah: Berkumpulnya Waktu Puncak Kebaikan dan Keshalihan

Oleh: @agastyaharjuna

Hari ini adalah hari Jumat, hari terbaik diantara bilangan hari lainnya. Banyak yang melatarbelakangi mengapa hari Jumat menjadi hari yang dimuliakan.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Sebaik-baik hari adalah hari Jum’at, pada hari itu Nabi Adam AS diciptakan, pada hari itu dia dimasukkan ke surga, pada hari itu dia dikeluarkan dari surga, dan hari qiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum’at.” (HR. Muslim). Dalam riwayat lain Nabi bersabda, “Tidak ada hari yang lebih mulia selama matahari terbit dan terbenam selain hari Jum’at”.(HR.Ibnu Hibban dalam Shahihnya). Dari Ibnu Abbas bahwa Nabi Muhammad ﷺ bersabda, _“Sesungguhnya hari ini (Jumat) merupakan hari raya, Allah menjadikannya (pada hari Jumat) istimewa bagi kaum muslimin, maka barangsiapa yang akan mendatangi shalat jum’at maka hendaklah dia mandi.”_ (Ibnu Majah)

Al-Hafidz Ibnu Katsir berkata:
_“Hari ini dinamakan Jum’at, karena artinya merupakan turunan dari kata al-jam’u yang berarti perkumpulan, karena umat Islam berkumpul pada hari itu setiap pekan di balai-balai pertemuan yang luas. Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya yang mukmin berkumpul untuk melaksanakan ibadah kepada-Nya”._

Allah berfirman: _”Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”_ (QS. 62:9)

Dalam makna sederhananya, bahwa kita diminta untuk menyegerakan berangkat menuju shalat jumat, dan berangkat menuju amalan-amalan kebaikan serta amalan shalih lainnya. Kita diminta untuk berlomba, _fastabiqul khairat,_ dalam rangka mewujudkan salah satu tujuan penciptaan kehidupan yakni _liyabluwakum ayyakum ahsanu ‘amala_ (QS.67:2), Allah ingin melihat siapa yang paling balik amalnya.

Dari Abu Hurairah dan Hudzaifah _-radhiallahu ‘anhuma-_ berkata, _“Allah telah merahasiakan hari Jum’at terhadap umat sebelum kita, maka orang-orang Yahudi memiliki hari sabtu, orang-orang Nashrani hari ahad, kemudian Allah mendatangkan umat Islam, maka Dia menunjukkan kita hari Jum’at ini, kemudian Allah menjadikan urutannya menjadi jum’at, sabtu, ahad, demikian pula mereka akan mengikuti kita pada hari kiamat, kita adalah umat terakhir di dunia ini namun yang pertama di hari kiamat, yang akan diputuskan perkaranya sebelum makhluk yang lain.”_ (HR. Muslim)

_“Allah menyimpangkan kaum sebelum kita dari hari Jum’at. Maka untuk kaum Yahudi adalah hari Sabtu, sedangkan untuk orang-orang Nasrani adalah hari Ahad, lalu Allah membawa kita dan menunjukan kita kepada hari Jum’at.”_ (HR. Muslim).

Hari Jumat juga dikenal dengan hari bersejarah. Terdapat beberapa peristiwa besar yang terjadi pada hari jum’at ini, antara lain:
1. Allah menciptakan Nabi Adam ‘alaihissallam dan mewafatkannya pada hari Jum’at.
2. Nabi Adam ‘alaihissallam dimasukkan ke dalam surge pada hari Jum’at.
3. Nabi Adam ‘alaihissallam diturunkan dari surga menuju bumi pada hari Jum’at.
4. Hari kiamat akan terjadi pada hari Jum’at.

Dari Abu Hurairah _radhiyallahu ‘anhu_ bahwa Rasulullah ﷺ berkata:
_“Hari paling baik dimana matahari terbit pada hari itu adalah hari jumat, pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga, serta diturunkan dari surga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi, pada hari tersebut terdapat suatu waktu dimana tidaklah seorang mukmin shalat menghadap Allah mengharapkan kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintannya.”_ (HR. Muslim)
_“Sungguh begitu banyak amalan-amalan di hari Jum’at, jangan kita sia-siakan untuk meraup pahala berlipat sebagai bekal perjalanan kita ke akhirat .”_

Selain hari jumat, hari ini adalah juga termasuk dalam 10 hari yang dimuliakan oleh Allah. Ketika manfsirkan maksud dari Surah Al Fajr ayat 2, Ibn Abbas ra sebagaimana tuntunan baginda rasulullaah saw menjelaskan tentang hadist kemuliaan bulan dzulhijjah. Rasulullaah ﷺ, _“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).”_ Para sahabat bertanya: _“Tidak pula jihad di jalan Allah?”_ Nabi ﷺ menjawab: _“Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.”_ (HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968).
Ulama menjelaskan bahwa hari-hari 10 awal Dzulhijjah ini bahkan bisa menjadi hari yang lebih baik daripada hari hari di 10 akhir bulan ramadhan. Karena dalam rentang waktu ini, berkumpul semua amal shalih. Ada puasa, infaq, sedekah, zakat, puncaknya adalah haji/arafah dan udhiyah (berqurban) nanti di penghujung hari-hari mulia ini.
_“Dan demi malam yang sepuluh.”_ (QS. Al Fajr: 2).
Di sini Allah menggunakan kalimat sumpah. Ini menunjukkan keutamaan sesuatu yang disebutkan dalam sumpah. Ada tujuan ketika Allah bersumpah atas nama sesuatu, yakni Allah ingin memuliakan sesuatu tersebut, dan diikuti oleh perintah yang sangat penting. Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan bahwa tafsiran yang menyebut sepuluh hari Dzulhijah, itulah yang lebih tepat. Pendapat ini dipilih oleh mayoritas pakar tafsir dari para salaf.Maka tak ada keraguan lagi bahwa, hari ini adalah hari berkumpulnya pemuncak amal kebaikan dan amal shalih. Apa sajakah amalan-amalan utama tersebut? Mari kita kumpulkan dan sekuat tenaga amalkan satu per satu.“`1. Membaca surah Al Kahfi. Ditambah surah lain lebih baik, misal surah yasin, al mulk, al waqiah, dll.
2. Tahajjud dan witir.
3. Shalat sunnah fajr dan berjamaah shalat subuh
4. Berdzikir. Dzikir amalan sehari-hari, pagi dan petang, dan setiap memulai aktifitas.
5. Puasa. Memuliakan bulan dzulhijjah salah satunya dengan puasa sunnah.
6. Bershalawat. Perbanyak shalawat kepada rasulullaah ﷺ
7. Meningkatkan sedekah
8. Shalat Duha
9. Menyambung silaturahim.
10. Bekerja dengan kemampuan terbaik. Ini yang jarang menjadi perhatian, padahal dalam islam menyerukan bahwa ketika kita telah tunai urusan yang satu, bersegera untuk menuju urusan yang lain dengan kemampuan yang terbaik. Bekerja untuk nafkah halal untuk keluarga adalah bagian dari kesungguhan dan mendapatkan ganjaran senilai jihad.
11. Mandi besar dan memakai parfum menuju shalat jumat.
12. Berdoa diantara adzan dan iqamah.
13. Berdoa diantara dua khutbah.
14. Berdoa bada waktu ashar.
15. Berdoa menjelang berbuka puasa nanti sore.“`
Dan masih banyak amalan lainnya. Semoga Allah mudahkan kita dalam memuliakan dengan mengamalkan kebaikan/amalan shalih di momen berkumpulnya waktu-waktu utama ini. Yuk Semangat! 🙂
Sumber: harjunadhi.blogspot.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s