Category Archives: Catatan ku

Indahnya Keluarga Tanpa Sherina Munaf

Melihat judulnya saja tentu kita yang belum mengikuti berita terkini akan bingung. Lho ada apa dengan Sherina? aktor fav pemirsa Indonesia dahulu yang sukses dengan film Petualangan Sherina dengan nyanyian-nyanyiannya kok ditajuk menjadi “indahnya keluarga tanpa sherina”?

Berikut ini tulisan menarik dari @opiniym untuk mengetengahkan duduk persoalan tentang Sherina, keluarga dan isu yang sedang ia bawa. Menarik ulasannya.

SEORANG rekan semasa kuliahnya begitu menyukai Sherina Munaf. Kala itu, nama penyanyi ini tengah melambung seusai membintangi filmPetualangan Sherina. Rekan saya ini mengagumi kualitas vokal berikut pelbagai bakat seni yang melekat pada sang bintang cilik.

Saya tidak tahu apakah dia menggemari sang bintang hingga berangan kelak anak-anaknya mengikuti jejak ataukah tidak. Kemampuan musikal teman saya memang memadai, termasuk kesungguhannya belajar biola. Sebuah keterampilan seni yang sepintas jarang diambil oleh para aktivis dakwah, apatah lagi kalangan Muslimah. Klik seni yang kuat, ditambah kecerdasan si bintang cilik, menguatkan asumsi saya bahwa dia bisa saja mengikuti segala perkembangan ‘idolanya’ semasa kuliah ini. Bukan buat dirinya, melainkan bagi buah hatinya. Continue reading Indahnya Keluarga Tanpa Sherina Munaf

Syair Yang Membuat Imam Ahmad Menangis

Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah ditanya oleh muridnya Abu Hamid Al Khulqani mengenai syair. Bagaimana pendapat beliau terhadap syair-syair yang menyebutkan tentang surga dan neraka.

Imam Ahmad rahimahullah balik bertanya, “Seperti apa contohnya..?”

Lalu Abu Hamid Al Khulqani melantunkan syair…

إذا ما قال لي ربي أ ما استحييت تعصيني ؟

و تخفي أذنب عن خلقي و بالعصيان تأتيني؟

Usai dua bait tersebut Imam Ahmad rahimahullah berkata, “Coba kau bacakan lagi..!”
Maka Abu Hamid mengulangi kembali bait yang telah dia bacakan sebelumnya, yang artinya adalah :

Ketika Rabb-ku berkata kepadaku kelak…
Tidakkah engkau malu berbuat maksiat kepada-Ku..?

Dan engkau sembunyikan dosa-dosamu dari makhluk-Ku…
Sedangkan dengan dosa-dosa itu engkau datang menjumpai-Ku..?

Setelah itu Imam Ahmad rahimahullah masuk ke rumahnya. Beliau tutup pintu dibelakangnya.
Kata Abu Hamid, “Aku mendengar beliau menangis, sembari beliau mengulang melantunkan bait-bait itu.”

“Kami mendengar tangisan Imam seolah-olah beliau akan mati,” muridnya meriwayatkan.

Lengkapnya syair tersebut adalah sebagai berikut.

إذا ما قال لي ربي أ ما استحييت تعصيني..؟

وتخفي الذنب من خلقي و بالعصيان تأتيني..؟

Ketika Rabb-ku berkata kepadaku kelak,
Tidakkah engkau malu berbuat maksiat kepadaku..?

Dan engkau sembunyikan dosa-dosamu dari makhluk-makhluk-Ku,
Sedang dengan dosa-dosa itu engkau datang menjumpai-Ku..?

فكيف أجيب يا ويحي ومن ذاسوف يحمين..؟

Maka bagaimanakah aku bisa menjawabnya, dan siapakah yang bisa melindungiku..?

أسلي النفس بالآ مال من حين الى حيني…

وأئس ما وراء الموت ما ذ ايعد تكفيني..؟

Aku sentiasa menenangkan perasaanku dengan angan-angan dari waktu ke waktu,

Sedangkan aku lupa apa yang terjadi selepas kematian, apakah yang cukup untukku..?

كأني قد ضمنت العيش ليس الموت يأتيني…

Seolah-olah aku telah dapat menjamin akan terus hidup, dan ajal tidak akan datang…

وجاءت سكرة الموت الشديدة من سيحميني..؟

Apabila tiba saatnya maut itu datang, siapalah yang dapat mencegahnya dariku..?

نظرت الى الؤجوه أليس منهم من سيفديني..؟

Aku hanya mampu melihat wajah-wajah didepanku…
Adakah seseorang diantara mereka yang bisa menebusku..?

سأ سأل ما الذي قدمت في دنياي ينجيني.

Aku akan ditanya apa yang telah aku persembahkan di duniaku dahulu yang dapat menyelamatkanku.

فكيف إجابتي من بعد ما فرطت في ديني…

Bagaimana jawabanku setelah aku lupakan urusan agamaku…

ويا ويحي ألم أسمع كلام الله يدعوني..؟

Oh, celakanya..! Apakah aku tidak pernah mendengar kalam Allah yang menyeruku..?

ألم أسمع لما قد جاء في قاف و يس..؟

Apakah aku tidak pernah mendengar kandungan Surah Qaf dan Surah Yasin..?

ألم أسمع بيوم الحشر يوم الجمع والديني..؟

Apakah aku tidak pernah mendengar tentang hari berhimpun, perkumpulan, dan hari pembalasan..?

ألم أسمع منادي الهوت يدعوني يناديني..؟

Tidakkah pernah aku mendengar penyeru kematian yang mengajakku dan memanggilku..?

فيارباه عبد تائب من ذاسيؤويني..؟

Wahai Rabb-ku, inilah seorang hamba yang bertaubat, siapakah yang sanggup menerimanya..?

سوى رب غفور واسع للحق يهديني.

Kecuali Allah yang Maha Pengampun, yang luas ampunan-Nya, yang sentiasa memberikan pedoman ke jalan kebenaran.

أتيت إليك فارحمني وثقل في موازيني.

Aku datang kepada-Mu, maka beratkanlah neraca timbanganku.

وخفف في جزائي أنت أرجى من يجازيني.

Ringankanlah pembalasanku karena kepada-Mu sajalah paling diharapkan kebaikan apabila melakukan pembalasan.

(Dinukil dari Kitab Manaqib Imam Ahmad hal. 205 oleh Ibnul Jauzi)

Doa Nabi Ibrahim as

Nabi Ibrahim as termasuk salah seorang nabi-nabi besar Ilahi. Beliau as adalah salah seorang pemuka penyeru tauhid sepanjang sejarah dan merupakan bapak dari banyak para nabi.

Beliau as diutus ketika umat berada dalam penyembahan berhala, menghambakan diri kepada berbagai patung dan menghormatinya. Beliau as berdialog dengan umat dan menjelaskan ketidakbergunaan dan kehampaan berhala-berhala tersebut kepada mereka. Di hadapan ucapan-ucapan penuh hikmah dan argumentasi nabi Ibrahim as mereka mengatakan: “Sebenarnya Kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian.”[1] Continue reading Doa Nabi Ibrahim as

Ekstase Mi’raj

Sekiranya ku menjadi Muhammad
Takkan sudi ku beranjak ke bumi
Setelah sampai di dekat ’Arsyi
-’Abdul Quddus, Sufi Ganggoh-

Buraq namanya. Maka ia serupa barq, kilat yang melesat dengan kecepatan cahaya. Malam itu diiring Jibril, dibawanya seorang Rasul mulia ke Masjidil Aqsha. Khadijah, isteri setia, lambang cinta penuh pengorbanan itu telah tiada. Demikian juga Abu Thalib, sang pelindung yang penuh kasih meski tetap enggan beriman. Ia sudah meninggal. Rasul itu berduka. Ia merasa sebatang kara. Ia merasa sendiri menghadapi gelombang pendustaan, penyiksaan, dan penentangan terhadap seruan sucinya yang kian meningkat seiring bergantinya hari. Ia merasa sepi. Maka Allah hendak menguatkannya. Allah memperlihatkan kepadanya sebagian dari tanda kuasaNya. Continue reading Ekstase Mi’raj

Trik Menulis Shalawat dengan Benar

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Apa kabar sahabat semua, semoga senantiasa sehat wal afiat. Sehat harmonisnya antara kekuatan fisik dan psikis, wal afiat harmonisasi antara jasmani dan ruhani yang dimudahkan berbuat taat kepadaNya. :)

Kali ini penulis akan sharing catatan ringan. Sesuatu yang sangat sederhana dan mungkin sering dianggap info seliwer sambil lalu. Beberapa sahabat pembaca tentu sudah pernah dapatkan ini dari BC Whatsapp atau yang lainnya lalu berkata “ooo” dan mencoba. Tapi tak sedikit pula yang setelah itu lupa. Termasuk saya hehe. Continue reading Trik Menulis Shalawat dengan Benar

Kaidah Bermuamalah dengan Pemimpin

Islam adalah agama yang begitu mulia. Setiap syariat dan syarahnya memiliki kedalaman. Tak hanya ilmu, namun juga adab yang dari sanalah basis peradaban dibangun. Peradaban adalah satu kesatuan tatanan sosial yang berketuhanan dan berkeadilan, menempatkan segala sesuatu sesuai dengan tempat dan menempuh perjuangan, proses taqwa dan mujahadah sesuai dengan kaidahnya.

Continue reading Kaidah Bermuamalah dengan Pemimpin

Hakikat Persahabatan

Sesama Hewan Landak tidak mungkin saling merapat satu dengan lainnya. Duri duri tajam yg mengitari tubuhnya adalah penghalang utama mereka untuk melakukan hal di atas. Bahkan kepada anak kandungnya sendiri….

Ketika musim dingin tiba, membawa hembusan badai salju susul menyusul, serta cuaca dingin yg menggigit tulang, dalam kondisi kritis seperti ini, para landak itu terpaksa saling merapat satu dengan lainnya, demi menghangatkan tubuh2nya meski mereka harus berjuang menahan perih & sakitnya duri-duri landak lain yang menusuk, melukai kulit-kulit mereka. Continue reading Hakikat Persahabatan

Kami Muak dan Bosan

“Kami Muak dan Bosan”.

Dahulu di abad-abad yang silam
Negeri ini pendulunya begitu ras serasi dalam kedamaian
Alamnya indah,gunung dan sungainya rukun berdampingan,
pemimpinnya jujur dan ikhlas memperjuangkan kemerdekaan
Ciri utama yang tampak adalah kesederhanaan
Hubungan kemanusiaanya adalah kesantunan
Dan kesetiakawanan
Semuanya ini fondasinya adalah
Keimanan

Tapi,
Kini negeri ini berubah jadi negeri copet, maling dan rampok,
Bandit, makelar, pemeras, pencoleng, dan penipu
Negeri penyogok dan koruptor,
Negeri yang banyak omong,
Penuh fitnah kotor
Begitu banyak pembohong
Tanpa malu mengaku berdemokrasi
Padahal dibenak mereka mutlak dominasi uang dan materi
Tukang dusta, jago intrik dan ingkar janji
Continue reading Kami Muak dan Bosan

Termasuk Tarbiyah

Allah punya banyak cara dalam mentarbiyah hamba2-Nya…

من تربية الله لك (1)…
قد يبتليك الله بالأذى ممن حولك حتى لا يتعلق قلبك بأي أحد لا أم ولا أب لا أخ ولا صديق، فيتعلّق قلبك بهِ وحده

(1) Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu…
Terkadang Allah mengujimu dengan gangguan dan sesuatu yang menyakitkan dari orang disekitarmu, sampai hatimu tidaklah bergantung kepada siapapun. Tidak kepada ibu, bapak, saudara, dan teman. Akan tetapi, hatimu bergantung kepada-Nya saja. Continue reading Termasuk Tarbiyah

Pantas Mereka Takut!

Anak-anak muda yang membahayakan. Para teroris hadir. Sel-sel baru bermunculan. Pengajian-pengajian sumbernya. Masjid pusatnya. Terutama masjid sekolah-sekolah dan kampus. Kumpulan mereka perlu diwaspadai dan diawasi.

Lihatlah pola yang menggiring secara bertahap tapi pasti.Hasilnya sangat terlihat. Para orangtua banyak yang khawatir begitu melihat anaknya berubah menjadi baik. Seorang ibu ketakutan saat melihat anaknya liburan dari pesantrennya, karena melihat pakaian putrinya itu sangat rapi menutup aurat sesuai syariat Islam. “Apa anak saya sudah kerasukan pemikiran radikal?” Continue reading Pantas Mereka Takut!