Category Archives: Tauhid

Doa Empat Ribu Tahun

“Ya RasulaLlah”, begitu suatu hari para sahabat bertabik saat mereka menatap wajah beliau yang purnama, “Ceritakanlah tentang dirimu.”

Dalam riwayat Ibn Ishaq sebagaimana direkam Ibn Hisyam di Kitab Sirah-nya; kala itu Sang Nabi ShallaLlahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab dengan beberapa kalimat. Pembukanya adalah senyum, yang disusul senarai kerendahan hati, “Aku hanyasanya doa yang dimunajatkan Ibrahim, ‘Alaihissalam..”

Doa itu, doa yang berumur 4000 tahun. Ia melintas mengarungi zaman, dari sejak lembah Makkah yang sunyi  hanya dihuni Isma’il dan Ibundanya hingga saat 360 berhala telah menyesaki Ka’bah di seluruh kelilingnya. Doa itu, adalah ketulusan seorang moyang untuk anak-cucu. Di dalamnya terkandung cinta agar orang-orang yang berhimpun bersama keturunannya di dekat rumah Allah itu terhubung dan terbimbing dari langit oleh cahayaNya.

Continue reading Doa Empat Ribu Tahun

Advertisements

Setan Pun Berdoa

Kawan saya berkata, “Kita kalau berdoa itu mesti mengharapkan keberkahannya juga, jangan hanya mengharapkan agar dikabulkan. Sebab dulu Setan berdoa (meminta) kepada Allah agar diberikan umur panjang sampai hari kiamat untuk mengganggu anak cucu Adam, dan dikabulkan oleh Allah. Tapi dengan itu Allah melaknat mereka.”

*deg

Benar juga! Kalau di cerita-cerita fiksi, ada saja tokoh yang dulunya miskin lalu berdoa agar dilimpahi harta. Namun setelah Allah kabulkan maka tokoh ini menjadi kufur terhadap nikmat dan menjadi orang yang zhalim terhadap sesama.

Atau dalam kisah tentang seorang miskin ahli ibadah yang berdoa agar Allah mengkaruniakan harta berlimpah dengan niat agar harta tersebut bisa digunakan untuk berinfak dan sedekah. Lalu Allah berikan rizki ternak yang gemuk dan subur-subur. Semakin banyak, beranak-pinak. Hingga dia disibukkan oleh urusan dunianya tersebut. Dan kehilangan waktu-waktu yang dulu dihabiskan untuk beribadah kepada Allah. Niatnya pun sedikit demi sedikit bergeser. Disorientasi. Hingga Allah dengan kasih sayang-Nya menegur hamba-Nya yang khilaf tersebut.

Lihat lah. Ternyata permintaan kita yang terlihat baik belum tentu berakhir baik. Makanya jangan cuma mengharapkan Allah mengabulkan doa kita. Tapi harapkan juga agar keberkahan dan hidayah Allah senantiasa menaungi diri kita. Agar doa yang terkabul itu tak menjadi hal yang menggelincirkan kita.

Berkaitan hal tersebut, saya teringat arti dari doa Istikharah.

duaa-istikhaara
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan [yang tepat] kepada Engkau dengan ilmu [yang ada pada]-Mu, dan aku memohon kekuasaan-Mu [untuk menyelesaikan urusanku] dengan kodrat-Mu.

Dan aku memohon kepada-Mu sebagian karunia-Mu yang agung, karena sesungguhnya Engkau Mahakuasa sedangkan aku tidak berkuasa, dan Engkau Mahatahu sedangkan aku tidak tahu, dan Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib.

Ya Allah, sekiranya Engkau tahu bahwa urusan ini lebih baik untuk diriku, agamaku, dan kehidupanku, serta [lebih baik pula] akibatnya [di dunia dan akhirat], maka takdirkanlah dan mudahkanlah urusan ini bagiku, kemudian berkahilah aku dalam urusan ini.

Dan sekiranya Engkau tahu bahwa urusan ini lebih buruk untuk diriku, agamaku, dan kehidupanku, serta [lebih buruk pula] akibatnya [di dunia dan akhirat], maka jauhkanlah urusan ini dariku, dan jauhkanlah aku dari urusan ini, dan takdirkanlah kebaikan untukku di mana pun, kemudian jadikanlah aku ridha menerimanya.

Doa Istikharah ini mengajarkan kita agar selalu membawa dimensi akhirat ke dalam segala keputusan-keputusan hidup. Agar tak hanya selamat di dunia, tapi juga di akhirat.

Oleh : Hermawan S

Tuhan Hanya Satu, Sementara Pintu Keluar Tidaklah Satu

Dalam roda kehidupan Allah telah tetapkan takdir terhadap hambaNya. Sejak zaman azali dan  semua telah ada Qadar (ukurannya) dan semua akan terjadi sesuai dengan kehendakNya.

Allah yang paling tahu kita, Dialah yang paling mengerti siapa kita, dan skenarioNya lah yang terbaik untuk kita. Tak perlu takut ataupun putus asa karena Allah selalu bersama hambaNya yang senantiasa berserah diri kepadaNya.

Di suatu zaman ada kisah salah seorang raja menjatuhkan hukuman mati terhadap seorang tukang kayu yang tidak jelas kesalahannya apa.

Berita tentang keputusan itu bocor kepada si tukang kayu sebelum pengumuman resmi keluar. Akibatnya ia tidak bisa memejamkan mata untuk tidur di malam itu.

Istrinya menasehati: “Tidurlah di malam ini seperti malam-malam sebelumnya. Tuhan itu hanya satu, sementara pintu keluar dari suatu masalah sangat banyak”.

Kalimat yang menentramkan itu tepat masuk ke dalam hatinya, hingga ia bisa menenangkan diri, dan ia pun bisa tidur di malam itu. Dia baru terbangun di pagi hari ketika pintu rumahnya diketuk oleh beberapa orang prajurit.

Wajahnya langsung menjadi pucat. Dia melihat kepada istrinya dengan pandangan putus asa, menyesal, dan sedih karena telah mempercayai kata-katanya semalam.

Dia membuka pintu dengan kedua tangan menggigil. Dia ulurkan tangannya ke arah pengawal supaya diikat.

Para pengawal yang datang itu berkata kepadanya penuh keheranan: “Raja sudah wafat, kami meminta kamu untuk membuatkan sebuah peti mati untuk baginda”.

Waktu itu juga wajahnya berubah karena tidak jadi dihukum mati. Kemudian ia melemparkan pandangan tanda mohon maaf ke arah istrinya.

Istrinya tersenyum.

Hikmahnya,  kadangkala seorang hamba sampai letih karena berfikir, sementara Allah yang memiliki semua rencana dan aturan. Kita sebagai orang beriman hendaknya bertaqwah dan bertawakkal kepada Allah untuk segala urusan yang kita tidak mampu kuasai dan tidak kita ketahui. Al quran telah memberikan contoh kisah, yang sebagai seorang mukmin kita harus mengambilnya.

Untuk para mukmin dan terlebih pemimpin, siapa yang merasa hebat karena jabatan, hendaklah ia mengingat Fir’aun. Siapa yang merasa hebat karena harta, hendaklah ia mengingat Qarun. Siapa yang merasa hebat karena keturunan, hendaklah ia mengingat Abu Lahab.

Kehebatan, kekuasaan dan kemuliaan hanya milik Allah satu-satunya. Dia berikan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Dia cabut dari siapa yang Dia kehendaki juga.

Nasihat lain utk penulis dan untukmu saudara-saudaraku… dalam kehidupan sehari-hari kita menghadapi berbagai macam ujian dan masalah. Jangan hukum masa depanmu dengan kondisi hari ini, Allah Maha Kuasa merubahnya dalam waktu sekejap. Tugas kita hanya berusaha dan terus berdo’a.

Diambil dari tulisan Mila Azkiyah, dari Zulfi Akmal. Disesuaikan tanpa mengurangi makna dan pesan yang disampaikan.

doa dan doa

“Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi 2065)

“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS Al-Mu’min 60)

Doa yang perlu kita dawamkan dari rasulullah saw.

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي
فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي وَاجْعَلْ الْحَيَاةَ
زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلْ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ

“Ya Allah, perbaikilah agamaku untukku yang mana ia merupakan penjaga perkaraku. Perbaikilah duniaku yang di dalamnya terdapat kehidupanku. Perbaikilah akhiratku untukku yang di dalamnya terdapat tempat kembaliku. Jadikanlah hidupku sebagai tambahan untukku dalam setiap kebaikan, serta jadikanlah matiku sebagai istirahat untukku dari segala keburukan.” (HR Muslim 4897)